My Beloved Husband

My Beloved Husband
Merantau II



Beberapa berkas lamaran kerja sudah tersusun rapi dan Reaa segera memasukan kedalam amplop besar.


Sebagian Reaa kirimkan melalui Pos,sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja,sebagian lagi Reaa bawa berkeliling kawasan,mendatangi perusahaan perusahaan dan menanyakan lowongan kerja kepada setiap security yang sedang berjaga di depan pintu masuk.


Rian lah yang mengantar Reaa karena Reaa sama sekali belum tau kawasan kawasan yang berada di kota ini.


Terik matahari begitu menyengat kulit,tetapi tidak mematahkan semangat untuk tetap menyusuri jalanan yang berada di kawasan besar yang penuh dengan gedung gedung perusahaan.


Matahari tepat di atas kepala,


Rian,Reaa dan beberapa teman lain nya mencari tempat berteduh,dan mereka menemukan tempat yang cukup adem dngan pemandangan yang sangat bagus,mereka memarkirkan kendaraan roda dua di tepi jalan,di bawah pohon besar dengan pemandangan hamparan hijau lapangan golf, bukit Sedana.


Hari pertama belum membuahkan hasil,beberapa perusahaan yang mereka kunjungi sedang tidak membuka lowongan pekerjaan,karena setiap kali bertanya dengan security yang sedang berjaga selalu berkata


" belum membuka lowongan pekerjaan "


Hari hari Reaa lalui dengan sabar, menunggu informasi lowongan kerja.


Satu bulan kemudian Reaa mendapat panggilan kerja dan mengikuti tes selecsi.


Ini adalah Tes untuk pertama kali nya bagi Reaa.


Reaa mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang memproduksi wireharness mobil,Reaa terlihat gugup,beberapa tahap tes tertulis berhasil Reaa lalui,, tes mata, tes akurasi dan beberapa macam lainya Reaa berusaha menyelesaikan dengan sungguh sungguh.


Tetapi ternyata hasil akhir menunjukkan bahwa Reaa belum berhasil.


Dengan langkah gontai Reaa pulang,menenangkan diri dan melepas lelah.


" huftt!! Reaa menghembuskan nafasnya dengan kasar,, " ternyata begini ya mencari pekerjaan,tidak semudah yang aku bayangkan"


Di sisi lain Reaa rutin melihat info terbaru di dinas tenaga kerja yang ada di kota itu,selain itu juga mendaftar di yayasan kerja,juga Balai Latihan Kerja karena yang berlaku di kota ini selain melamar langsung ke perusahaan juga bisa melalui yayasan dan BLK.


Jenuh,,


pasti...


Reaa baru bekerja setelah 4 bulan di perantauan, dan bekerja di salah satu perusahaan ternama yang memproduksi Printer.


Reaa mengikuti Tes hampir sama dengan tes yang pernah di ikuti sebelumnya waktu melamar kerja di perusahaan bidang otomotif,jadi tes yang kedua ini Reaa lebih rileks dan tenang,,tidak gugup seperti waktu tes pertama kali.


Akhirnya Reaa lulus seleksi dan mulai bekerja dengan kontrak kerja 1 tahun


Pengalaman kerja untuk yang pertama kali,bertemu dengan orang orang dari berbagai suku dan daerah.


Hari hari Rea lalui dengan riang,karena di tempat kerja nya di pertemukan dengan orang orang yang sangat baik,hanya saja jarak antara kontrakan dengan tempat kerjanya cukup jauh dan mendapat jadwal kerja 3 shift.


Selasa malam,Reaa sedikit terburu buru berangkat kerja shif 3,dia harus berganti angkutan 2 kali untuk sampai ke titik jemputan mobil perusahaan.


Telepon genggam yang berada di tas bergetar berkali kali, tanda panggilan masuk.Reaa mengabaikan,karena angkutan cukup penuh dan berdesakan.


Setelah turun dari angkutan karena sudah sampai di titik jemput mobil perusahaan Reaa segera melayangkan pandangan nya mencari mobil jemputan yang biasanya sudah menunggu,, dan Reaa segera masuk dan mencari bangku kosong di sana.


Reaa segera duduk dan mengeluarkan telepon genggam yang ada di dalam tas, siapa yang berkali kali menghubunginya tadi??


Jangan bosan menunggu cerita selanjutnya ya kawan,,


Maaf author sedang sakit jadii tenggelam hampir sebulan,,,