
Reaa dengan penuh semangat merapikan berkas berkas dan mempersiapkan segala sesuatu untuk pergi dan melamar pekerjaan di suatu kota.
Reaa mengemasi pakaiannya dalam sebuah koper.
"Aku akan memulai kehidupan baru disana,aku akan pergi dari sini,meninggalkan segala sesuatu,meninggalkan tempat,,kenangan sejak kecil"
kata kata itu yang selalu mondar mandir di kepala Reaa
Semangat baru karena akhirnya Reaa bisa menjauh dari seseorang,dan berharap tidak bertemu lagi.
Reaa menyeka air mata yang tak terasa menetes di sudut mata dengan punggung tangan nya,,
Tak ada yang lebih menyakitkan,tangis yang tertahan di tenggorokan atau harus menjerit melepaskan semua kepenatan yang selama ini dia pikul,
Lelah sebenarnya dengan keadaan ini,hanya saja dia selalu berusaha untuk selalu kuat dan tegar menghadapi apa yang telah di gariskan dalam hidup nya.
" Lelaki brengsek " umpat Reaa dalam hati
Reaa berharap di rantau nanti tidak akan pernah lagi bertemu dengan orang semacam itu.
Senyuman dan tawa yang hilang
Tidak Harry ketahui,semenjak kejadian itu Reaa lebih banyak mngurung diri di dalam kamar,menghabiskan banyak waktunya berdiam di kamar.
Reaa tidak keluar rumah kecuali teman teman nya yang datang kerumahnya,dan Reaa cenderung banyak murung.
Teman teman nya mengira Reaa bersedih karena karena berat hati secepatnya harus meninggalkan kampung halaman,karena tiket sudah di pesan.
Reaa bahkan tidak pernah menceritakan banyak hal dngan teman teman nya,dan memendam nya sendiri.
Di sisi lain Harry di sana tidak merasa bersalah sama sekali justru dengan mudah dia sudah menggandeng wanita lain yang tak lain adalah teman satu sekolah dengan Reaa.
Sabtu,14:00
Reaa dan ayah nya meninggalkan kota kecil yang terkenal dengan makanan khas Gudeg menuju kota Pangkal perjuangan atau lebih di kenal Lumbung padi Jabar.
Reaa dan ayahnya berangkat pukul 14:00 dan tiba di sana pukul 05:15
Pertama kali Reaa menginjakkan kaki di tempat ini,
Suasana pagi yang begitu khas,sejuk dan tenang,sesekali hembusan angin terasa menyentuh kulit,,Reaa memeluk dirinya sendiri,Matanya berbinar dan berucap lirih
" Disini aku harus berjuang mengukir masa depan ku dan meninggalkan masalaluku di sana,mengubur setiap kepingan hati yang dengan sadar dia hancurkan,"
Reaa bersemangat pagi ini,,
dia mulai merapikan pakaian di lemari yang sudah di sediakan oleh kakaknya.
setelah semua tersusun rapi,,Reaa segera mengambil berkas berkas syarat melamar pekerjaan.
Di raihnya sebuah Pena dan kertas lalu mulai menulis surat lamaran pekerjaan hingga semua tersusun rapi dan memasukkan nya dalam sebuah Map tertutup berwarna coklat.
Reaa mulai menuliskan alamat perusahaan yang sudah di siapkan sebelumnya,info lowongan kerja dan alamat perusahaan sudah dia dapatkan dari kakaknya.
Ayah Reaa yang sedari tadi memperhatikan Reaa, sinar mata nya berbinar dan airmata mulai menggenangi matanya.
seolah berkata dalam diamnya "anak anak gadisku,sekarang sudah tumbuh dewasa dan mengadu nasib disini"
yahh,,,Reaa memang hanya dua bersaudara,dan saat ini Reaa dan kakaknya sama sama berada di sini,di perantauan,meninggalkan kampung halaman juga meninggalkan kedua orang tua nya.
Sore ini ayah Reaa hendak pulang,,Ayah Reaa seolah berat hati meninggalkan dua anak gadisnya,Reaa pun baru sekali ini merantau,dengan cepat Reaa memeluk ayahnya dan menanggis disana.
"Aku tetap gadis kecilmu ayah....."