
Kadang sebaiknya yang sudah pergi tidak perlu lagi kembali
karena dia yang di tinggalkan berupaya bangkit dan kembali bahagia.
Bukan hal yang mudah,
Jadi jangan lagi rusak hari dan tawanya.
POV REAA
Aku berterimakasih padamu karena sudah menghancurkan hatiku dengan cara yang paling ceroboh,karena itu mengajariku bahwa aku dapat mengatasi apapun itu.
Dan waktu tidak akan membuat lupa,tapi akan membuat ku tumbuh dan mengerti banyak hal.
Sulit memang lepas dari zona nyaman,tapi tidak baik untuk diri,apalagi tidak aman untuk hati
~°°~
Di tempat lain
Hampir setengah tahun Reaa dan Rian menjalani hubungan jarak jauh
Seolah kesetiaan Rian sedang di uji,atau mungkin karma bagi Reaa.
Rian di pertemukan dengan salah satu teman satu sepekerjaan dengan nya.
Gadis itu putih,dan cantik, secara fisik berbeda jauh dengan Reaa, bertolak belakang dengan Reaa
Mereka tinggal tidak jauh dari tempat tinggal Rian,bahkan berangkat dan pulang kerja sering berboncengan,dan ketika istirahat tidak jarang mereka makan bareng
Orang orang di tempat kerja nya mengira Rian dan gadis itu adalah sepasang kekasih,karena mereka terlihat akrab dan memang selalu bareng.
Disana di sela waktu kerja nya Rian bersama dengan gadis itu,saat libur kerja mereka berencana menghabiskan waktu libur nya untuk jalan jalan di kota itu
Tempat yang akan di tuju Mall yang ada di kota itu
Minggu pagi
" Sofi,jadi kita mau ke M**a Mall Atau M*******i Mall??"
pesan itu masuk ke telepon genggam milik Reaa.
Reaa yang sedari pagi belum sempat menyentuh HP karena sibuk dengan rutinitasnya,yahh Reaa sibuk dengan dunia cuci mencuci.
Siang ini langit begitu cerah,,
Reaa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kesayangan nya,,sebelum berbaring Reaa mengambil HP yang ada di atas meja belajarnya.
" Ahh akhirnya kelar juga pekerjaan ku hari ini ,waktunya santai" ucap Reaa dalam hati
Jemari Reaa segera membuka tombol pengunci layar
dan notif pesan masuk.
Reaa penasaran dan segera membuka pesan itu,
From: Rian
" Sofi,jadi kita mau ke M**a Mall Atau M*******i Mall??"
Reaa hanya membaca pesan itu dan membiarkanya begitu saja,
Reaa berfikir yang di sebut bukan namanya,pasti Rian salah kirim,pikir Reaa
"Syukurlah kalau Rian disana sudah menemukan seseorang yang mengisi hari hari nya" gumam Reaa dalam hati
Reaa penasaran dengan pesan yang di terima dari Rian pagi tadi.
Karena hingga sore ini Rian belum menghubungi Reaa lagi.
Reaa pun enggan menghubungi Rian apalagi untuk sekedar menanyakan hal itu kepada Rian.
Reaa melakukan pembiaran dan hanya menunggu sampai Rian menfhubungi terlebih dahulu
" Barangkali dia sudah menemukan seseorang yang lebih spesial dari pada aku,mungkin saja mereka baru menghabiskan waktu bersama,dan aku tidak akan merusak setiap moment yang mereka lalui hari ini" pikir Reaa
Reaa bukan nya cemburu,justru Reaa merasa lega bila di sana Rian telah menemukan gadis lain,dan berharap Rian segera mengakhiri hubungan dengan nya.
Tetapi hingga malam tiba,Rian tidak juga menghubungi Reaa.
Reaa sedikit kecewa,karena yang Reaa harapkan Rian menyadari bahwa tadi pagi salah mengirimkan pesan, dan Reaa berharap Rian jujur kepada Reaa
Ternyata Reaa terjebak pada prasangkanya sendiri,,hingga muncul harapan Rian segera mengakhiri hubungan dengan nya dengan alasan telah menemukan gadis lain yang telah mengisi hari hari nya.