My Beloved Husband

My Beloved Husband
Penghalang



" Halah lagi lagi dia datang kesini "


Harry membatin dengan kesal.


" Ngapain lagi tuh orang,awas aja kalo sampe terjadi apa apa dengan Reaa,,


Batin Rian sambil menunjukkan sikap tak suka dengan Harry.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hati Reaa berbunga bunga,setelah beberapa waktu tidak berjumpa dengan sosok yang sebelum nya menyebalkan bagi Reaa.


Kali ini Reaa merasakan sebalik nya.


Reaa sekarang malah merasa senang dan nyaman ada di dekat Harry.


" cakep juga yah ternyata


" senyum nya juga manis "


Reaa berkata dalam hati.


Reaa duduk berhadapan dengan Harry di ruang tamu, di atas meja di hadapan mereka sudah tersedia teh manis buatan mama Reaa dan beberapa buah jeruk.


Harry mengambil satu buah jeruk dan di kupas, di berikan ke Reaa


" ini buat kamu " sambil menyodorkan buah jeruk yang sudah dia kupas dan duduk di samping Reaa


" makasih " jawab Reaa singkat


"pasti mau ngerjain nihh,,asem terus di kasih ke aku " Reaa membatin


Harry menggambil lagi satu buah jeruk dan mengupas nya lagi.


" Nahh aku suka yang begini " ucap Harry saat melihat warna jeruk yang baru dia kupas berwarna kuning pucat.


"Aku suka yang asem,yang manis buat kamu aja " ucap Harry sambil memulai memakan buah jeruk yang ada di tangan nya.


Harry memakan Buah jeruk yang memang tercium berasa asem dengan ekpresi wajah yang membuat Reaa tertawa.


"Udahh makan yang ini saja " Reaa menawarkan Sambil sesekali Reaa masukan ke mulut nya sendiri.


" Aaaaaaaaa " tiba tiba Harry membuka mulut nya,layak nya anak kecil yang sedang makan disuapin ibu nya.


Reaa mengambil potongan jeruk,,dan di masukan ke mulut Harry,samapaii beberapa kali hingga jeruk yang berasa manis habis.


Tiba tiba Reaa iseng,mengambil jeruk yang berasa asem,dan di suap kan ke Harry,


" hahaahha kena jugaa kamu,moduss!!! bilang ajaa pengen di suapin "


Ucap Reaa sambil beranjak dari tempat duduk nya,berusaha menjauh karena takut kena pukul.


Benar saja dengan cepat Harry ikut beranjak dari tempat duduk nya dan dengan cepat mencubit pipi Reaa


" Awass yahh kamu,tunggu pembalasan ku "


Harry mengancam Reaa,,


" Wwwwkkkkk " Reaa menjulurkan sedikit lidahnya,sambil membatin "aku menang "


Ditengah mereka sedang asik,tiba tiba Rian lewat depan rumah Reaa,,entah dari mana.


Saat menengok ke arah rumah Reaa Rian melihat Motor merah,yang Rian sendiri juga sudah tau siapa pemilik nya.


Rian berputar arah,dan belok ke rumah Reaa.


Benar saja yang ada di pikiran Rian


" Itu pasti motor nya orang itu,Harry "


Rian memarkirkan motornya dan langsung ke menuju pintu samping ke arah ruang tengah,tempat biasa orang tua Reaa duduk santai sambil nonton Tv.


Entah apa yang Rian pikirkan,,Rian tidak menemui Reaa ataupun Harry,tetapi langsung ke Orang tua Reaa,,entah apa yang di bicarakan Rian dan orang tua nya.


Kedatangan Rian membuat Harry tidak nyaman,dan selang beberapa menit Harry pun berpamit pulang.


Dengan tatapan yang kurang suka Rian menatap Harry ketika berpamitan dengan orang tua Reaa.


Tanpa sepatah kata pun Harry membalas tatapan Rian dengan tatapan yang tidak kalah sengit.


Reaa yang hanya melihat kedua nya di ujung Ruangan menatap ke arah Rian yang masih menatap Harry dengan wajah tidak suka


" Ahh Rian g usah kayak gitu jugaa kali ngeliahatin nyaa,,kamu ganggu ajaa sihh, orang lagi asikk jugaak "


Setelah berpamitan dengan orang tua Reaa,Harry berpamitan dengan Reaa


" Aku pulang dulu ya Reaa" sambil melirik ke arah Rian,mengisyaratkan kepada Reaa dan menunjukkan tak suka


" malesss ada dia " ucap Harry dalam hati


" Ya " jawab Reaa singkat, sambil menyembunyikan perasaan nya yang sebenarnya ingin lebihh lama menghabiskan waktu bersama Harry.