My Beloved Husband

My Beloved Husband
Kelulusan



Lega,,,


akhirnya lulus juga dengan nilai yang cukup bagus.


Hari ini kelulusan,perpisahan di sekolah cukup meriah.


Reaa menghabiskan waktu terakhir kali bersama teman teman nya,moment yang tidak akan terulang lagi.


" Suatu saat kita akan bertemu lagi,,tapi tidak lagi dengan seragam ini " tangis bahagia dan haru bercampur menjadi satu.


Hari ini Reaa dan teman teman nya menghabiskan waktu untuk berfoto ria.


Mereka pun sibuk membicarakan apa yang akan mereka lakukan setelah lulus.


Bekerja ataupun melanjutkan kuliah,


Reaa berencana untuk merantau dan bekerja di sana,entah masih belum terbayang bagaimana dunia pekerjaan yang ada di perantauan sana.


Reaa sama sekali belum ada gambaran perusahaan apa yang akan menerimanya dan bisa bergabung menjadi salah satu tenaga kerja nya.


Hari terakhir ini penuh khayalan, mereka sibuk menceritakan apa yang akan di cita citakan selepas dari sekolah ini.


Mereka akan berpisah keluar Kota,bahkan keluar pulau.


Berkas berkas sudah ada di tangan mereka.


dan hari ini terakhir kali memijakan kaki di sekolahan ini.


Entah kenapa terasa begitu berat meninggalkan sekolahan ini,,guru guru yang baik,dan teman teman yang akan selalu di rindukan lengkap dengan kekonyolan dan keunikan nya.


Reaa keluar dari pintu gerbang sekolah,dengan Map yang ada di tangan nya,melangkah dengan perasaan sedih,tapi juga senang.Dunia pekerjaan akan menjadi harapan baru dan hal baru.


Diluar pagar sakolah,tidak jauh dari pintu gerbang,mata Reaa mendapati seseorang tengah berada di atas motor duduk menunduk dan menyembunyikan wajahnya.


Reaa hafal betul motor itu milik Harry dan terlihat dari postur tubuhnya pun orang itu tidak lain adalah Harry.


Reaa melewati begitu saja berharap dia tidak akan melihatnya karena enggan untuk bertemu lelaki itu lagi.


Reaa menunggu angkutan di sebelah timur sekolahan nya.


Sesekali Reaa melirik ke arah orang yang duduk di atas motor itu,juga berharap dia tidak pernah melihat ke arah Reaa.


Reaa berjalan menjauh,mencari tempat yang ramai dan berdiri di antara teman temanya yang juga sedang menunggu angkutan.


Akhirnya Angkutan pun lewat,namun selalu penuh.


Reaa harus menunggu angkutan berikutnya lewat agar mendapat tempat duduk,sesekali juga sambil mengawasi Harry.


Reaa terkejut saat melihat seorang perempuan di bonceng oleh Harry.


Reaa penasaran dan teruss mengamati,


Perempuan itu bernama Purti,teman satu angkatan dengan Reaa hanya saja beda kelas.


Reaa mengingat ingat,saat itu Putri pernah beberapa kali menghampiri ke kelas Reaa dan menyampaikan salam dari Harry untuk Reaa.


Putri memang kost tidak jauh dari Rumah Harry.


Reaa bertanya tanya dalam hati


" ada hubungan apa mereka?? atau ada hubungan spesial?? "


Reaa naikk angkutan yang masih menyisakan temoat duduk untunya,,,sepanjang perjalanan Reaa masih penasaran denga kedua orang itu,,


Ahhhrgg !!!


Reaa segera menepiskan prasangkanya,


tohh sudah tidak ada hubungan apa apa juga dengan Harry,tapi kenapa begitu menyakitkan,dengan mudah Harry bersama orang lain,belum lagi teringat kejadian kemarin itu.


Lampu merah di perempatan kampus membuat angkutan Yang Reaa naiki berhenti.


Reaa mendapati motor kesayangan Harry terparkir dia depan warung makan.


Reaa mengedarkan pandangan nya dan dua orang itu sedang asik menikmati hidangan yang ada di hadapan nya,sesekali mereka terlihat bercakap serius.


"Dasar playboy" umpat Reaa dalam hati