My Beloved Husband

My Beloved Husband
Liburan



Seperti biasa setelah pembagian raport libur sekolah dua minggu,baik Reaa, Harry ataupun Rian.


Rian liburan ke orang tuanya yang ada di pusat ibu kota.


Sementara Reaa liburan di rumah,sesekali bantu bantu orang tua nya kesawah memetik cabai,nyabuti rumput,memetik kacang panjang,ataupun sayuran lainya.


Orang tua Reaa memang bermata pencaharian sebagai petani,dan bapak pekerja bagunan.Kalau tidak ada pekerjaan bangunan,bertani menjadi pekerjaan utama.


Minggu pagi


Libur sekolah tinggal satu minggu lagi,


Harry kembali menemui Reaa,


" Reaa ada acara tidak hari ini?? " tanya Harry


" Eeehhhmm, sepertinya tidak ada, " sahut Reaa


" Kita jalan jalan yuk " ajak Harry


" Kemana? " tukas Reaa penasaran


" Eeehhhhmmm,kalau Ke Pantai aja bagaimana?? ide Harry


" Hayukk " Reaa menyetujui


Jarak Pantai dengan Rumah Reaa tidak terlalu jauh,hanya memakan waktu kurang dari setengah jam.


Reaa segera bersiap siap merapikan pakaian,setelah Reaa selesai Harry segera melajukan motor nya ke arah pantai.


Sesampai di pantai,pantai lumayan padat pengunjung,memang Pantai ini cukup terkenal,bahkan orang dari luar daerah pun banyak yang berkunjung.


Reaa dan Harry segera mencari tempat duduk yang teduh,,tempat duduk panjang yang terbuat dari beberapa buah bambu yang di susun sejajar,,masih ada tempat cukup untuk mereka berdua.


Duduk menghadap ke pantai,menikmati deburan suara ombak dan sesekali burung camar menyambar beterbangan kesana kemari.


" Ree lihat itu,dari sekian banyak camar yang beterbangan simpang siur tidak pernah ada yang saling bertabrakan yah " ucap Harry sambil menunjuk ke arah pantai


Reaa segera melihat ke arah yang di tunjuk oleh Harry dan memperhatikan dengan seksama


" Karena burung burung itu selalu tertib,dari sekian banyak burung tidak ada yang berbelok ke arah kiri, semua nya selalu belok ke kanan " seru Reaa


" Rem nya pakem yah " ucapnya sambil memperhatikan salah satu camar.


" Kalah kan, kamu sama camar " ucap Reaa


" Maksud mu " Harry menatap Reaa penasaran


" Burung bisa mengendalikan diri dengan cepat biar ga bertabrakan dan jatuh " ucapan Reaa masih membuat Harry penasaran


" Apa hubungan nya dengan aku ?? " tanya Harry penasaran


" Hehehe he,Kamu enggak " tukas Reaa nyengir


" Enggak apa?? " Harry bertanya balik


" Enggak bisa mengendalikan diri lah " ucap Reaa


Harry nyengir mendengar ucapan Reaa..


" Itu kebutuhan Reaa " Harry segera menimpali ucapan Reaa


Reaa hanya terdiam mendengar ucapan Harry,diam sambil berfikir,mungkin memang benar itu kebutuhan,memang seperti candu,yang selalu ingin dan ingin di ulang lagi.


Reaa tak mau berdebat di tempat umum,


dan memilih diam.


" Turun yuk kesana " ajak Harry menunjuk ke arah bibir pantai


" Yukk " Reaa segera turun dari tempat duduk yang lumayan tinggi dan berjalan ke arah ombak.


Mereka berjalan di hamparan pasir sesekali ombak kecil menyapu kaki mereka.


Tak jarang ombak yang lumayan besar membuat mereka berlari menghindar agar tidak membasahi baju.


Harry menggandeng tangan Reaa, dan satu tangan lagi sama sama menenteng sendal milik masing masing.


Matahari semakin terik dan terasa semakin menyengat kulit.Angin pantai pun terasa sudah semakin kencang dan tidak sesejuk ketika mereka baru datang,terlihat ombak oun semakin tinggi.


" Pulang yukk,udah panas " ajak Reaa


" Ayo " Harry menyetujui karena memang juga merasakan panas yang semakin menyengat.


Mereka berjalan ke arah Area parkir yang juga Masih hamparan pasir,dan pulang.