My Beloved Husband

My Beloved Husband
episode 5



Tidak mau kena hukuman lagi kalau sampai terlambat,Reaa berangkat lebih awal.


Bahkan setiap hari Reaa berangkat pagi,dan hampir setiap pagi pula di perempatan lampu merah Menjadi pertemuan singkat antara Reaa dan Harry.


Seperti ada yang kurang ketika sampai di perempatan lampu merah tidak melihat satu orang itu,sebaliknya ketika berjajar angkutan yaang berhenti di perempatan dekat lampu merah Harry pun seolah mencari cari keberadaan Reaa


Itulah alasan Reaa selalu memilih tempat duduk paling ujung dan dekat kaca.


"Entah perasaan apa ini, hanya sekedar melihat nya saja aku sudah lega" tanya Reaa dalam hati.


Komunikasi yang singkat,pertemuan yang singkat,tetapi selalu mampu menciptakan semangat baru.


" Reaa " seseorang memanggil seberang jalan,,


Membuyarkan lamunan Reaa,,


Reaa segera mencari cari siapa yang memanggil nya,


benar saja yang memanggil adalah Harry,


Begitu Reaa mengarahkan pandangan nya ke sebelah kanan,Reaa duduk di dalam angkutan berada di paling pinggir dekat dengan kaca.


Harry sudah memasang senyum manis nya dan melambaikan.Reaa membalass senyuman nya sambil mengangguk,jaim banyak orang di dalam angkutan.haahahaha


Beberapa minggu terakhir hanya di persimpangan inilah pertemuan antara Reaa dan Harry,Harry masih enggan untuk menemui Reaa di rumah.


" Rian memang menyebalkan,


aku bukan lah siapa siapa nya,tapi kenapa dia selalu saja membatasi gerak gerik ku"


gerutu Reaa setiap kali inget sikap Rian


Bukan hanya Harry saja,bahkan teman laki laki yang lain pun juga,Rian seolah tidak membolehkan Reaa dekat dengan orang lain.


Hanya saja dengan teman laki laki yang lain Rian menunjukkan dengan sikap, tetapi entah kalau sama Harry seolah Rian benci,dan sangat benci,bahkan selalu berpesan dengan Reaa agar selalu hati hati dengan orang satu itu.


Reaa justru hanya merasa nyaman dan Sreg sama Harry,sementara untuk teman laki laki yang lain biasa biasa saja,termasuk dengan Rian.


Entah hanya mengagumi,entah cinta,entah apa,Reaa hanya merasa Harry lah yang menjadi penyemangatnya.


" Rian, sebenarnya ada apa dengan Harry??


" apakah kamu tahu banyak tentang nya??


Reaa memberanikan diri bertanya dengan Rian


Tetapi lagi lagi Rian tak pernah menjelaskan,,Rian hanya mengaskan


" pokoknya hati hati saja sama orang itu "


Reaa semakin penasaran, " sebenarnya Rian punya firasat apa ya " Reaa membatin


Sementara menurut Reaa Harry biasa biasa saja,justru Reaa merasa lebih nyaman saat bersama Harry daripada dengan teman yang lain.


Reaa selalu mencari cari dimana letak kejanggalan dari seorang Harry,tetapi belum juga Reaa temukan.


Di satu sisi Harry dan Reaa mempunyai perasaan yang sama, Sama sama merasa nyaman,dan setiap kali ngobrol obrolan nya nyambung.


Harry dan Reaa berpacaran,tanpa sepengetahuan Rian.


Sudah cukup lama mereka menjalin hubungan asmara nya, hanya saja Reaa meminta agar Harry jagan terlalu sering kerumah.


Semua berjalan sewajarnya,meski jarang kerumah komunikasi tetap berjalan.Pesan singkat dan panggilan telepon hampir setiap hari masuk ke Telepon genggam Reaa.


Reaa pun merasa selama beberapa bulan berpacaran tidak ada sesuatu yang aneh dengan Harry, tetapi terkadang masih ingat dengan pesan Rian.


" ahh Rian, kamu teman terbaik sejak kecil, sebenarnya ada apa di sebalik kata kata mu itu???" gumam Reaa yg masih penasaran


Reaa hanya menduga duga,


"apa Rian cemburu?


Atau ?? Ahhh lupakan!!! "


Aku nyaman sama Harry titik!! "


Reaa mencoba mengabaikan perkataan Rian