My Beloved Husband

My Beloved Husband
Pantai



" Reaa,sudah tidur?? "


" Belum " Reaa membalas singkat


" Reaa,jaketku ketinggalan,simpan dulu ya,besok kalau ada waktu ku ambil "


" ya " Reaa mengakhiri percakapan nya.


Reaa tidak membiarkan dirinya semakin terlarut pada sosok masalalunya.


Reaa menyadarkan dirinya bahwa di sana ada Rian yang sudah serius menjalin hubungan untuk kedepan nya.


Malam itu terasa sangat dingin,sunyi khas suasana kampung halaman,suara suara binatang malam semakin terdengar jelas.


Reaa segera memejamkan mata nya berharap esok pagi bisa bangun lebih awal dan lari pagi sembari menikmati suasana persawahan.


Reaa terlelap dalam tidurnya,hingga waktu menunjukkan pukul 05:00


Bunyi Alarm membangunkan tidurnya dan Reaa segera bagun,mngambil air wudhu dan mengerjakan sholat subuh,setelah selesai Reaa bersiap siap untuk lari pagi.


Reaa sangat senang dengan pemandangan hamparan pesawahan yang tidak jauh dari rumah Reaa.


Menikmati kesejukan embun pagi dan Rindu ingin menikmati pemandangan saat matahari terbit.


Reaa berlari lari kecil,,kicauan burung burung melengkapi suasana pagi ini,, ini salah satu hal yang sangat di rindukan Reaa selama di perantauan.


Tenang,sejuk,dan terasa damai.


Mentari mulai tampak di ufuk timur, membuat warna langit jinga kemerahan, menampakkan keindahan dari sang pencipta,,dan suasana pagi ini mulai menghangat.


Setelah beberapa saat Reaa memutuskan untuk pulang.


Sesampainya di rumah Dia mengambil ponsel nya yang ada di kamar dan membuka layar pengunci,disana sudah banyak notif chatt maupun panggilan masuk dari Riaan dan Harry.


Reaa memang lupa tidak mengirimkan kabar kepada Rian.


Sementara Harry ternyata chatt dari malam,hanya saja Reaa blm sempat membuka nya,,dan memang sejak bagun tidur belum sempat membuka telepon genggam nya.


Pagi ini Harry berencana mengambil jaketnya dan mengajak Reaa pergi ke pantai.


Senyum Reaa mengembang ketika membaca kata Pantai,memang serasa kurang lengkap kalau pulang dan tidak ke pantai.


Tapi Reaa kembali teringat,bagaimana kalau Harry memperlakukannya kurang baik seperti waktu itu??


Reaa segera menghubungi Tika, teman Reaa yang kebetulan saat itu juga pulang kampung,Reaa mengajak Tika untuk kepantai bareng dan Tika menyetujui.


Reaa segera membalas pesan dari Harry dan menyetujui ajakan nya untuk ke Pantai.


" oke,tunggu aku jam sembilan " Harry mengakhiri percakapan nya.


Tepat jam sembilan Harry datang,Reaa,Tika dan kakak Tika sudah bersiap.


Mereka berempat berangkat menuju pantai.


Mereka melajukan motornya dengan santai,dan setelah 20 menit mereka sampai di Pantai.


Liburan panjang ini membuat pantai padat pengunjung,,Area parkir pun cukup penuh,,


Dari Area parkir menuju bibir pantai terlihat para pengunjung saling berdesakan,,


Harry dengan cepat menggandeng tangan Reaa, berharap tidak kehilangan di antara kerumunan para pengunjung.


Reaa terdiam,karena memang tidak ingin terpisah dengan Harry ataupun Tika.


Reaa menggandeng Tika,,sementara satu tangan nya di genggam oleh Harry.


Setelah sampai di bibir pantai di hamparan pasir yang luass sudah cukup lega karena pengunjung berpencar,tidak terlalu padat seperti di sekitar area parkir.


Tapi Harry justru semakin mengencangkan genggaman nya.Reaa mencoba menarik tangan nya,namun Harry justru semakin menggenggam erat,dan hanya mengisyaratkan dengan mata nya agar tetap menggenggam tangan Reaa.


Reaa mengikuti sampai mereka menemukan tempat. Payung besar yang berjajar di sepanjang bibir pantai menjadi incaran para pengunjung untuk berteduh duduk santai menikmati keindahan pantai tanpa harus merasakan sengatan terik matahari.


Reaa dan Harry bersebelahan dengan Tika dan kakak nya,berteduh di payung yang berbeda.


Apa yang Reaa rasakan ketika berada di samping Harry???


Bisakah Reaa mengabaikan perasaan yang masih tersisa??


Atau Reaa menghianati Rian??


🍃Happy reading


#Jangan bosan ya kak membaca ceritaku,yukk jangan lupa beri dukungan untuk author