My Beloved Husband

My Beloved Husband
Harry



Reaa penasaran dengan nomor baru yang beberapa kali menghubungi tadi,tetapi Reaa membiarkan sampai pemilik nomor itu mengakui dengan sendirinya.


Setelah Reaa duduk di bangku mobil jemputan perusahaan nomor itu kembali menghubungi,tetapi Reaa mengabaikan,Reaa memang selalu malas untuk menerima panggilan dari nomor baru.


Hingga akhirnya nomor itu mengirimkan sebuah pesan singkat.


" Reaa, ini aku Harry "


Reaa hanya sekedar membaca pesan itu,dan memasukkan telepon genggamnya ke dalam tas.


Reaa menghelaa nafas panjang,,dan menghembuskan dengan berat,


Reaa menyandarkan kepalanya,lalu memejamkan matanya,bukan untuk tidur, Reaa berperang dengan pikiran nya...


" Ngapain hubungi lagi, aku ingin tenang tanpa bayang bayang mu Rii,," ucap Reaa dalam hati


Reaa tidak merespon panggilan ataupun pesan masuk dari nomor itu,dan memblokirnya,tetapi selang beberapa hari ada panggilan masuk dari nomor baru lagi.


Di tempat lain


Harry dengan tidak sabar ingin Reaa menerima panggilan nya,


" Reaa ayo angkat,kenapa selalu abaikan panggilan ku"


Harry kembali mengirimkan pesan


" Reaa, ini aku Harry,angkat telpon ku cepat,aku hanya pinjam HP adek ku "


Reaa membaca pesan itu,tetapi mengabaikan lagi dan memblokir nomor itu.


Reaa sendiri tidak tau apa maksud Harry menghubungi Reaa


Hanya saja Reaa tidak mau Harry ada dalam kehidupan nya lagi,,


"Aku merantau kesini untuk mengadu nasib dan untuk menghindar dari orang seperti kamu Ry,ucap Reaa dalam hati "


Akhir pekan,Reaa baru saja pulang kerja shift malam,dan baru saja tiba di rumah petak yang dia tempati bersama kakak nya.


Lagi lagi panggilan masuk dari nomor baru,Reaa sudah menduga itu pasti Harry,


Reaa mangabaikan panggilan itu,


Beberapa kali Telepon genggamnya berdering,Reaa masih saja mengabaikan panggilan itu.


Rea hanya membaca pesan itu,dan mengabaikan lagi


"Astaga Rii,untuk apa kamu menghubungi ku lagi,aku bukan sesuatu yang bisa kau mainkan dengan sesukamu" ucap Reaa dalam hati


Reaa masih berusaha menahan diri, untuk tidak merespon segala sesuatu yang berhubungan dengan Harry


Reaa benar benar ingin lepas dari orang itu,dan membuka lembaran baru,harapan baru,dan mengukir masa depan di sini,tanpa bayang bayang masalalu


0274773***


Panggilan masuk dari nomor telepon Rumah,


nomor itu sudah tidak asing lagi bagi Reaa,karena dulu Harry sering menghubungi Reaa dengan telepon rumahnya.


Beberapa kali panggilan masuk,tetapi Reaa abaikan.


Meski begitu masih saja lagi dan lagi nomor itu memanggil kembali,Reaa geram dan berbicara tanpa mengucap salam,bahkan dengan nada yang cukup tinggi,,


" Kita sudah tidak ada urusan,untuk apa kamu menghubungi ku? "


Di seberang sana ada suara seseorang menahan tawa,dan itu bukan suara Harry


" Mbak ini Dedy,adik nya Harry "


Seketika wajah Reaa memerah, menahan malu


" Mbak mz Harry dirawat "


Reaa hanya terdiam,mendengarkan suaraa orang di seberang sana.


" Mbak kata mz Harry kenapa kok nomor nomornya di blokir, "


Terdengar suara itu seperti ada yang memandu di sebelahnya


Reaa hanya menahan tawanya, g bakalan berhasil ngerjain,,Reaa tau ini akal bulus dari seorang Harry.


Dedy masih Duduk di bangku kelas V,,mana mungkin dia tau urusan kakak nya,kecuali Dia di kasih iming iming dan mengikuti perintah kakak nya...


Reaa tidak lagi berbicara sepatah katapun,hingga telepon itu di akhiri sendirinya oleh si penelpon.