
Dimana kata dan rasa telah ku tuang pada pintu tak berdaun.
Namun diri masih saja ingin menguak
Ada apa di sebalik tirai yang menyelimuti
Sesungguhnya langkah telah mulai ku ayunkan jauh
Namun pandangan masih saja membilang dalam jiwa
Madu yang kau teguk kan padaku
Masih terasa manisnya dan juga rasa getirnya...
Bayangan samar masih merepih
Sayatan dan juga sentuhan yang pernah ku rasakan
Aku ingat,
Luka itu masih mengucur
Lakasana anggur yang di cawan para dewa
Mungkin masih ada sedikit pening
karna pernah mabuk dann lunglai
akan asmara yang semu
Aku butuh mantera untuk mneghalau bayangmu
Yang selalu tersenyum hadir didalam duka ku
Agar semi mu tercabik di ilusiku
Serigaimu
masih saja mencibirkan maut pada ku
Akan ku bungkam hati dan ku larung
pada sengatan mentari
Mungkin kini saat nya menggali untuk kenangan abadi
______________________________________________
Minggu pagi
Rutinitas hari libur adalah mencuci baju,seragam sekolah,mencuci sepatu,mencuci seprey.
Pagi ini Reaa penuh semangat,seusai cuci mencuci Reaa langsung mandi,kelar mandi baru menjemur pakaian,sepatu dan semuaa yang sudah di cucinya.
Sambil bernyanyi nyanyi kecil Rea menjemur cucian nya.
Tiba tiba terdengar suara motor berbelok dan masuk ke halaman rumahnya.Reaa segera menyibak dari seprey yang menghalangi pandangan nya untuk memastikan siapa yang datang.
Betapa terkejut nya Reaa ketika tau yang datang adalah Harry.
ketika datang sudah saling berpaspasan,dan Reaa tidak mungkin berlari ataupun sembunyi.
Reaa dirumah hanya seorang diri,sebenarnya masih ada ketakutan,takut terjadi hal hal yang tak di inginkan.
Reaa segera menyelesaikan pkerjaan nya dan menemui nya yang menunggu di teras.
" Maaf menunggu agak lama " ucap Reaa dingin
" Tidak apa apa " tukas Harry
" Reaa masih sibuk ya?? sambung Harry
" Lumayan, Hari minggu memang begini " ungkap Reaa
" Mau apa sih kesini, apa g terlalu pagi,,jam 8 pagi masih sibuk sibuk nya di dunia cuci mencuci" Reaa berkata dalam Hati
Tanpa basa basi Harry mendesak tentang ucapan nya ketika terakhir bertemu dengan Reaa.
" Reaa,bagaimana tentang yang kemarin?? "
" Maaf aku tidak bisa!! " ucap Reaa sambil melipat mukanya,males bahas hal itu
" Kita jalani begini saja, kamu tak perlu menghindar dari ku " ucap Harry
Reaa masih terdiam.
"Kamu pikir mudah mengkondisikan perasaan ku?? buat apa aku ucap mengakhiri hubungan dengan mu tapi masih
membiarkan ada pertemuan?? Reaa membatin
" Reaa? " ucap Harry lirih
" Hhmm?? " Reaa tak bergeming dan masih asik dengan Handphone nya.
" Kemarau ya?? " tanya Harry
Reaa keheranan, beberapa hari yang lalu masih ada hujan pikirnya.
" Kemarin masih hujan kok " gumam Reaa lirih
" Seperti nya sumur nya kering nih " ucap Harry yang semakin membuat Reaa kebingungan
" Enggak,tadi nyuci airnya masih lancar " Reaa masih blm mengerti maksud Harry
" Owhh kirain krisis air,dari tadi duduk disini g ada yang ngasih air " Harry sambil tertawa
Reaa pun nyengir " ohw iya,maaf lupa "
Reaa segera berjalan ke arahh dapur untuk mengambilkan Harry segelass Air,seperti biasa dia kurang suka teh manis,dan juga anti sama air dingin kulkas.Simple, Reaa segera mengambilkan air putih biasa.
" Damn!! " tiba tiba Harry mengikuti langkah Reaa.
Reaa menyadari di ikuti nya,dan pikiran nya kembali teringat waktu itu.
TBC