
Reaa Ananda
Gadis berkulit hitam manis,rambut bergelombang,mempunyai tinggi 162cm,
lahir dari keluarga sederhana.
Pernah mengalami patah hati dan bertemu dengan seseorang yang benar - benar menyayanginya.
Rian Pratama
Cowok berkulit putih,lahir dari keluarga sederhana, bijak,dan bertanggung jawab,
Rian sejak Duduk di bangku SMP menaruh hati kepada Reaa,namun belum mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaan nya.
Harry
Cowok yg lahir dari keluarga berada,berkulit putih,rambut ikal, mempunyai senyum manis,,pecinta tetapi keras kepala.
Reaa seorang gadis yang mungkin bernasib tak sebaik gadis lain untuk masalah cintanya.
Cinta pernah hadir dalam hidup Reaa dan membutakan segala nya.
Entah cinta itu benar ada nya atau hanya nafsu belaka,atau Reaa yang terlalu bodoh dan percaya oleh kata Cinta
karena Reaa sebelumnya memang belum pernah menjalin cinta dengan siapapun, bahkan belum memahami cinta itu seperti apa.
Reaa yang masih polos yang dia tau orang orang yang berada di sekeliling nya menyayangi nya.Reaa memang belum pernah berinteraksi masalah hati dengan orang lain.
Kelas 3 Sekolah Lanjut Tingkat Pertama ada seseorang yang menaruh hati kepada Reaa,teman satu kampung dengan Reaa,sebut saja Rian,,tetapi masih belum punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanya,dan Reaa hanya sekedar tau dari teman nya.
Kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan hadirlah seseorang yang belum pernah Reaa kenali sebelumnya.Dia adalah Harry,saudara teman Reaa yang sejak hampir 2 tahun memperhatikan Reaa.
Tiba-tiba Harry memberanikan diri datang menemui Reaa,entah apa tujuan dia datang,sekedar basa basi untuk lebih tau banyak tentang Reaa atau hanya sekedar mencari kelemahan Reaa.
Beberapa kali Harry berkunjung ke rumah Reaa,dan Rian mengetahui hal itu.Rian langsung menyusul kerumah Reaa,
Rian mempunyai perasaan curiga,bahwa Harry bukanlah seseorang yang baik.
Reaa belum memahami hal itu,,beberapa kali Rian mengingatkan kepada Reaa
" Reaa hati- hati dengan orang itu,,aku punya feeling dia bukan orang baik " Rian mengingatkan dengan nada serius
Bodohnya Reaa,ucapan Rian tak pernah di anggap serius,Reaa bahkan tidak mengindahkan apa yang sudah Rian katakan
Siang itu entah untuk ke berapa kalinya sepulang sekolah Harry datang kerumah Reaa,, tidak lama setelah Harry datang Rian juga datang,karena memang melihat Ada seseorang belok ke arah rumah Reaa.
Benar saja dugaan Rian
" Pasti orang itu lagi"
Rian pura² bertanya pada Reaa
" apakah ada Anna? " (teman sepermainan kami)
" Tidak ada,aku baru pulang " jawab Reaa
Harry berkata dalam Hati
"ahh sial,ngapain sih setiap aku kesini orang itu juga pasti kesini,memandang ku dengan tatapan yang bikin tidak nyaman"
Harry mulaii bertanya kepada Reaa
" Itu siapa? kok tiap aku kesini dia pasti juga kesini? "
" Itu teman ku,rumahnya di sana,dia memang sering main kesini " jawab Reaa singkat
Harry kembali bertanya
" Sepertinya dia kurang suka aku ada di sini "
Reaa menjawab dengan pelan dan menjaga perasaan Harry
" biasa aja,dia memang begitu "
Dalam Hati Reaa berkata
" memangg iya,tapi entah aku sendiri juga tidak tahu pasti apa yang membuat nya tidak suka hingga menginggatkan aku untuk hati² dg mu"
Rian masih tetap duduk di teras rumah Reaa,,tanpa berkata apapun,,seolah dia penjaga yang setia.
Dan akhirnya Harry berpamitan pulang.
Setelah Harry pulang, selang beberapa menit Rian pun juga pulang,tanpa berkata sepatah kata pun kepada Reaa