My Beloved Husband

My Beloved Husband
Jangan!!!



Reaa terkejut ketika mata nya mendapati Harry sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


Reaa hendak lari keluar namun langkahnya terhalangi.


Harry menahan kedua pundak Reaa dan mendorong Reaa hingga kembali terduduk di tepi ranjang.


Gadis yang masih polos itu menunduk bergetar ketakutan


Harry mendekati dan duduk di samping Reaa.


Reaa tidak punya keberanian untuk menatap mata lelaki yang sudah duduk di sampingnya.


Lelaki itu dengan cepat meraih tangan Reaa dan meminta maaf atas sikapnya kemarin.


Reaa masih belum merespon,bahkan menatapnya saja tidak berani.


Beberapa saat mereka saling terdiam,,


dan sibuk dengan pemikiran masing masing,,yang jelas pemikiranya tidak sama.


Reaa masih merasa kesal,dan berharap lelaki semacam itu tidak akan hadir lagi di dalam hidupnya.


Sementara Harry hanya ingin mengambil hati Reaa dan merencanakan keinginan nya yang tertunda


Tiba tiba Harry berlutut dan meminta maaf di depan Reaa,secara spontan Reaa tidak membiarkan lelaki itu sampai berlutut di depan nya,dan dengan terpaksa Reaa mengiyakan permintaan maafnya.


Harry pun kembali duduk di samping Reaa.


Reaa masih acuh dan tidak sekalipun menatapa mata lelaki yang tengah duduk di sampingnya.


Reaa segera beranjak dari duduk nya,berniat keluar dari ruangan sempit itu,tetapi Harry dengan cepat meraih tangan Reaa.


Harry berdiri persis di hadapan Reaa dan mendorong badan Reaa hingga Reaa terpental di atas kasur.


Reaa menyadari Harry mulai menyerang,Reaa segera merapatkan dan menekuk kedua kakinya serta menyilangkan kedua tangan didepan dadanya sebagai perlindungan diri.


" jangan macam macam !!! " suara Reaa bergetar ketakutan


tetapi Harry seperti tidak menghiraukan ucapan Reaa,


lelaki itu tetap sibuk dengan keinginan nya,


Dengan cepat Harry membenamkan wajahnya ke leher Reaa


" Damn!!!! apa sebenarnya yang ada di pikiranmu?? " umpat Reaa


" Diamlah Reaa!!! aku hanya ingin menikmati waktu bersama mu "


"Bagaimana mungkin aku diam?? aku tidak menginginkan ini terjadi" gumam Reaa dalam hati


" Tidak mau!!! " jawab Reaa cetuss sambil mendorong tubuh Harry yang tengah menindih badan nya.


Tenaga lelaki yang ada di hadapan Reaa lebih kuat,,meskipun berkali kali Reaa berontak,


kedua tangan Reaa terkunci oleh tangan Harry diatas kepala,,dan upaya Reaa ternyata malah mempermudah Harry untuk mendaratkan ciumanya di bibir Reaa


Reaa berusaha menghindar namun ketika Harry tidak berhasil mengecup bibir Reaa Harry justru menyerang leher.


Reaa tidak mampu berkutik,kedua kaki nya serta tubuh nya di tindih,,dan kedua tangan nya terkunci oleh tangan Harry.


" Akhirnya aku mendapatkanmu juga Reaa " batin Harry sembari melemparkan senyum kemenangan yang tersungging di ujung bibirnya


Reaa memandang penuh kebencian,


" jangan lancang " ucap Reaa


setiap kali Reaa berucap justru Harry dengan cepat pula ******* bibir Reaa


Harry tanpa merasa iba dan tanpa merasa bersalah melecehkan seorang gadis yang masih polos,perlahan Harry mulai membuka kancing baju yang di kenakan Reaa


Reaa kembali berontakk tetapi dengan cepat tangan Harry mengunci tangan Reaa ke atas kepala Reaa dan kembali menciumi leher Reaa,Reaa dengan sekuat mungkin menggigit pundak Harry karena yang paling bisa di jangkau Reaa memang hanya pundak.


Harry meringis kesakitan dan akhirnya melepaskan tangan Reaa dan menjauh dari Reaa


Reaa segera keluar dari kamarnya dan duduk di bangku yang ada di teras samping rumahnya.


Harry menyusul keluar dan mengikuti Reaa,


Sesekali membujuk


" Sekali ini saja Reaa,aku ingin kamu tidak akan pernah terlepas lagi dari hidup ku" ucap Harry terdengar jelass tetapi tidak lagi di Indahkan oleh Reaa