My Beloved Husband

My Beloved Husband
Rian dan Reaa



Ada beberapa orang yang mencintai dalam diam,bukan karena tak berani mengungkapkan,


Ia hanya tak ingin semua menjadi berantakan


Jika orang yang dia cintai tau tentang apa yang dia rasakan


Rian


"Kamu bercerita tentang orang yang kamu cintai kepadaku


Tanpa berpikir bagaimana perasaan ku


Tapi tak apa,


Teruskanlah ceritamu


Aku akan melihatmu bercerita


Aku senang mendengar suaramu penuh bahagia


Meski di waktu yang sama aku harus menahan sakit hatiku karena ternyata bukan aku yang kamu cintai "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rian buaknlah siapa siapa bagi Reaa,,tetapi Reaa adalah orang spesial bagi Rian.


Rian mempunyai tekad sebisa mungkin melindungi Reaa,menjaga Reaa, orang yang Rian Cintai


Pertemuan pertama Antara Rian dan Reaa menciptakan rasa canggung bagi Reaa.


Rian masih terdiam enggan untuk menanyakan apa yang telah ia lihat kemarin,,tapii tidak dengan Reaa,justru Reaa merasa tidak enak,seolah ingin menjelaskan sesuatu kepada Rian namun tertahan.


Cukup lama saling terdiam


Lalu Rian mencoba membuka suara.


" Reaa,kamu pacaran sama dia?? " tanya Rian


" iya " sahut Reaa lirih


" Owhh,sejauh apa hubungan mu sama dia? Rian menatap Rea


Reaa masih menunduk,,


"Tidak sejauh yang kamu pikirkan" ,jawab Reaa


Reaa sendiripun tidak tahu Rian berpikir sejauh apa


" Hati - hati, jaga diri , apalagi kamu tidak mengenal bagaimana dia" pesan Rian


Kata - kata Rian udah seperti pesan yang sering di sampaikan oleh kedua orang tua Reaa.


" Hhmm " sahut Reaa Singkat


POV REAA


Kamu tidak tau seberapa sulit aku menghindar setiap kali Harry menginginkan ciuman bahkan pelukan,


Kamu tidak tau senyaman apakah aku ketika dia berhasil memeluk dan menenangkan aku,


" penasaran " hanya saja pesan dari orang tua dan pesan mu lah yang segera menyadarkan aku,dan secepat mungkin aku berusaha tidak terhanyut dan haruss bisa mengendalikan diri ku sendiri.


" Reaa "


" Reaa " Rian memanggil Reaa yang tediam di bangku teras


" ehh,, iya " sahut Reaa kaget


" Kenapa melamun? " mikirin Harry?? tanya Rian


" Ehh,enggak,, aku bingung aja,


Sebenarnya aku sudah berusaha menghindar dan jaga jarak setiap kali Harry merapatkan badan nya,tapi entah lah,semua terjadi begitu saja. Reaa mncoba menyampaikan apa yang ada dalam pikiran nya


" Makanya Hati- hati saja kamu sama Dia, nanti dia nglunjak" jawab Rian sedikit meninggikan suara nya


" ehh bagaimana hubungan mu dengan Reni?" Reaa mencoba mengalihkan pembicaraan


Reaa pernah mendengar dari salah seorang teman sekampung yang satu sekolah dengan Reni,tentang hubungan Rian dan Reni.


" Reni siapa, jawab Rian seolah tidak ingin Reaa tau tentang semua


" Bukan nya sering menitip surat sama si Pur ya, antara kamu sama Reni" tanya Reaa kurang yakin


" Itu dulu,sekarang udah enggak " jawab Rian


" Ooooww " tutup Reaa


"Teruss sekarang deket sama si Pur ya kelihatan nya" Reaa kembali bertanya


" Dia kemarin mengirim surat, ini surat nya " Rian mengambil dan menunjukk kan surat yang masih tersimpan di dompet nya


Reaa melihat kertas yang Rian tunjukkan tanpa mengambil nya.


" Ini surat nya kalau mau baca " tegas Rian


" Emang apa isi nya?? Rea berbalik tanya


" Baca aja, enggak apa apa "


Reaa mengambil kertas yang Rian tunjukk kan dan membaca dengan seksama,


Reaa tersenyum kecil,mengembalikan surat kepada Rian,dan menyimpulkan isi surat dari si Pur,


Yang ternyata selama ini si Pur memendam Perasaan untuk Rian


"Lalu bagaimana dengan Perasaan mu? tanya Reaa penasaran


" Aku g ada rasa apa apa sama Dia, justru sekarang aku sedang jatuh cinta pada seseorang,tapi dia udah punya pacar " jelas Rian


" Tin tin " suara tlakson motor milik nar membuyarkan percakapan Reaa dan Rian.


" Rian anterin aku ke depan yuk" ajak Nar yang akan membeli perlengkapan buat tugas sekolah


Dan Rian pergi bersama Nar