My Beloved Husband

My Beloved Husband
Bab Pengantin baru



Tamu yang datang lebih dari perkiraan Salsa. Ini bukan pernikahan sederhana seperti yang Salsa rencanakan. Ini pernikahan mewah. Dari dekorasi hingga menu di resepsi pernikahan nya semua serba mewah.


“Harusnya dari awal aku sadar. Mommy gak bakalan sih ngurus acara pernikahan kita cuman sederhana,” gumam Salsa di sela-sela menyalami tamu yang datang.


Jordan menoleh pada Salsa. “Kamu, percaya sama mommy. Sesat sayang, aku dari awal nggak percaya sama mommy.” Ucapnya.


Salsa mengangguk. “Iya sih, emang paling bener kamu tuh.”


Sepertinya yang di bicarakan pun mendengar, sebab jarak mereka tidak jauh. Mereka berada di panggung pelaminan. “Ssst, diam!” Tegur mommy Ayu dengan jari telunjuk di depan bibirnya.


“Iya, mommy.” Balas Salsa dengan gerakan bibir.


Mommy Ayu dan Daddy Raka ikut menyalami para tamu yang datang sebagai orang tua dari mempelai pria. Sementara dari pihak Salsa, di wakili oleh Pak Usman dan Bu Tari, orang tua dari Tania. Sebab Salsa sudah tidak memiliki keluarga saat ini.


Rangkaian resepsi yang melelahkan pun selesai. Para tamu sudah meninggalkan tempat acara, hanya tersisa keluarga besar dari kedua mempelai.


Karena semua orang lelah, mereka sudah masuk ke kamar hotel masing-masing termasuk pasangan pengantin baru.


Di dalam kamar yang sudah di dekorasi dengan indah, Salsa gugup berlebihan. Ini malam pertama dia dan Jordan. Apa yang harus Salsa lakukan?


“Aku mandi dulu, atau kamu yang duluan?” Tanya Jordan. “Atau mau barengan?” Godanya kemudian.


Mata Salsa langsung membulat sempurna. Mandi bareng? Mana mungkin, Salsa malu lah.


“Bercanda sayang.” Ujar Jordan melihat kegugupan dari diri Salsa.


“Nggak lucu deh.” Cebik Salsa. “Kamu aja yang yang duluan mandi.” Salsa masih gerah, keringat di tubuhnya belum sepenuhnya kering, jika langsung mandi bisa masuk angin.


“Oke.” Jordan melepas tuxedo nya dan kancing lengan kemeja yang paling ujung saat dia menanggapi ucapan Salsa dengan anggukkan kepala.


“Lepasnya di kamar mandi, Jordan. Bukan disini.” Melirik Jordan yang dengan santainya membuka kancing kemejanya satu persatu di depan Salsa.


Jordan menghentikan sejenak aktivitasnya. “Aku biasanya ke kamar mandi cuman pakai handuk doang,” ucap Jordan.


Salsa menghela napas panjang. “Sekarang ‘kan beda, Jordan. Ada aku loh, kamu mau telanjang di depan aku? Enggak malu?” Tanya Salsa.


Jordan manggut-manggut. “Iya juga sih, tapi, nggak masalah kayaknya, sayang. Nanti kamu juga bakalan sering lihat aku telanjang kok. Bahkan kita bakalan—,” Memainkan jari telunjuknya untuk saling bertubrukan dengan jari yang lain.


“Astagfirulloh, mas Jordan, pikirannya tolong di kondisikan.” Salsa geleng-geleng kepala. Memang otak Jordan sudah bisa di pastikan tidak jauh-jauh dari malam pertama.


“Haha, bercanda, sayang.” Kata Jordan sambil mentoel pipi Salsa. “Tapi, aku suka panggilan mas Jordan nya. Lanjutkan!”


“Nggak usah toel-toel pipi aku.” Salsa menampik tangan Jordan, “Cepet an mandi sana!”


“Cepet mandi mas Jordan, gitu dulu. Biar aku semangat mandinya.” Dasar si Jordan di kasih hati minta ampela.


“Harus banget?”


“Harus dong.”


Lagi-lagi Salsa hanya bisa menghela napas. “Huh.. Cepetan mandi mas Jordannnnnn..” Ujar Salsa dengan penekanan di akhir kata.


“Okay, baby.” Menunduk lalu mengecup pipi Salsa sekilas dan melesat masuk ke dalam kamar mandi.


Salsa mengelus pipi nya bekas kecupan dari Jordan rasanya masih menempel disana. Lalu mengelus dada nya lembut. “Tung, jantung, tolong jangan malu-malu in. Meskipun kamu gugup janga terlalu berlebihan. Dia hanya Jordan sahabat yang beralih status menjadi suami. Jangan gugup!” Ucapnya pada diri sendiri.


Cukup lama Jordan menghabiskan waktu di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Lelaki itu baru keluar 30 menit kemudian.


Saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Salsa langsung protes. “Kamu itu mandi apa tidur di kamar mandi sih, Jo. Lama banget.” Ucapnya tanpa melihat Jordan. Salsa sedang menunduk menatap layar ponselnya melihat pesan ucapan dari teman seprofesinya.


“Aku mandi kok.” Jawab Jordan singkat.


“Mandi kok, tapi kayak ke tidur an,” Balas Salsa sambil mendongak menatap suaminya, “Astagfirullah,” Salsa langsung menjatuhkan ponselnya secara refleks dan menutup mata dengan jari-jemarinya melihat tampilan Jordan saat ini. Jordan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya dengan bertelanjang dada.


Jantung Salsa langsung pak cepak jedar pak cepak jedar melihat pemandangan hot itu. Tentu saja meskipun menutup mata dengan jari-jemarinya, Salsa masih bisa mengintip dari sela-sela jarinya.


“Kamu nggak bisa apa keluar udah pakai baju, Sopan kah seperti ini, Jo?” Komentar Salsa.


Jordan melirik Salsa. “Jangan Lebay, pakai acara tutup mata segala. Lagian kamu pasti ngintip dari sela-sela jari kamu ‘kan?” Balas Jordan. “Sama istri mah sopan-sopan aja.”


Salsa pun memantapkan diri membuka mata. Dia juga malas menutup mata hanya menggunakan jari karena masih bisa mengintip. Nanggung banget mending lihat sekalian, hot pemandangan kapan lagi.


“Aku bukannya Lebay. Cuman kaget aja, karena nggak biasa.”


“Ya udah mulai sekarang biasa in.” Balas Jordan.


Salsa memungut ponselnya yang sempat terjatuh ke lantai, “Untung nggak pecah,” ucapnya lalu meletakan ponselnya di meja.


“Kalau pecah tinggal beli, sayang. Jangan kayak orang susah.” Kata Jordan santai sambil mencari baju ganti di dalam koper. Dia sudah selesai merapikan rambut basahnya.


“Enak bener jadi orang kaya, apa-apa tinggal beli.” Sindir Salsa.


Jordan menemukan kaos putih polos dan langsung memakainya. “Tenang aja, kamu ‘kan istrinya orang kaya. Manfaat in aja suami kamu, biar duit aku berkurang.” Ucap si putra mahkota keluarga Pratama sambil mencari celana pendek.


“Beneran mau di manfaat in ntar nyesel duit habis.” Goda Salsa.


“Kalau kamu bisa habis in semuanya, aku nggak keberatan. Tinggal cari lagi.” Jordan menemukan boxer berwarna hitam di koper, lalu ****** ***** merek di sebelahnya. Ia hendak memakai itu di hadapan Salsa namun Salsa menahannya. “Tunggu!” Jordan mengurungkan niatnya memakai celana dan dalaman di hadapan Salsa.


“Jangan di depan aku juga pakainya. Bener-bener punya suami nggak punya malu, heran deh.” Salsa menggerutu sambil berlalu masuk kedalam kamar mandi.


“Lah, ngapain malu? Kan sama istri sendiri.” Menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu melanjutkan aktivitasnya. Setelah berpakaian sempurna, Jordan menggantung handuk di tempat handuk kotor.


“Jordan!” Panggil Salsa dengan kepala menyembul dari kamar mandi.


Jordan yang asik duduk di sofa sambil bermain ponsel itu menghentikan aktivitasnya. “Mas Jordan!” Kata Jordan mengingatkan lalu berdiri dari duduknya.


“Mas Jordan!” Meralat panggilan nya dengan kesal.


“Kenapa?” Jordan berjalan ke arah Salsa, perempuan itu pasti membutuhkan bantuan nya. Jika bukan karena ingin meminta bantuan tidak mungkin Salsa memanggil Jordan.


“Tolong, resleting gaun aku.” Ucap Salsa saat Jordan tiba di depan pintu kamar mandi. “Bantu turunin.”


“Ya, buka pintunya. Gimana aku bisa bantu kalau yang kelihatan cuma kepala kamu.” Kata Jordan sebab Salsa menutup sebagian pintu kamar mandi dan hanya kepalanya yang menyembul.


“Iya juga ya.” Salsa membuka lebar pintu kamar mandi dan Jordan langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


“Mana?” Tanya Jordan.


Salsa langsung membalik tubuhnya membelakangi Jordan. “Cepetan. Merem kamu jangan lihat-lihat!”


“Kalau merem susah, sayang.” Ujar Jordan menyentuh resleting gaun Salsa.


“Ya udah terserah.”


“Okay.” Kata Jordan semangat, dia mulai menurunkan resleting gaun Salsa bagian belakang nampak lah punggung Salsa yang mulus. Glek! Bahaya, Jordan sampai meneguk ludahnya melihat pemandangan indah di depannya. Ingin sekali dia mengecup punggung mulus istrinya itu.


“Udah belum?” Tanya Salsa.


“Eh, iya. Udah.” Jordan tersadar dari lamunannya yang sebentar itu. Dia pun gelagapan.


Salsa membalik tubuhnya dan melihat Jordan dengan ekspresi wajah aneh. “Pasti mikir aneh-aneh ni orang. Gampang banget ketebak nya. Keluar sana, aku mau mandi.” Mendorong paksa tubuh Jordan untuk keluar dari kamar mandi.


“Aku bisa bantu sayang, misalnya gosok punggung kamu gitu.” Jordan enggan keluar dari kamar mandi.


“In your dream!” Kata Salsa setelah berhasil mengusir Jordan dari kamar mandi lalu menutup pintu dan menguncinya.


“Woah, punggung istri gue mulus amat.” Kagum Jordan mematung di depan kamar mandi.


Harap bersabar mas Jordan. Tunggu mbak Salsa ikhlas lahir batin 😂😂