
Pada pohon yang daunya gugur sebelum berkembang
Aku bertanya
Bagaimana menjadi tabah??
menerima nestapa tanpa merasa menderita
Bagaimana bisa tetap kokoh??
bertahan meski banyak yang pergi meninggalkan
dan yang terakhir
Bagaimana bisa tetap menerima angin
yang membuatnya banyak kehilangan?
Bagaimana??
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
POV REAA
Ku persembahkan padamu secarik kenangan kisah yang dulu pernah engkau sematkan,
membekas dalam coretan coretan yang ku simpan rapi dalam ingatan
Sampai baris terakhir kertas kertas ini
Semua pernah kita rangkai dengan perasaan.
Di hadapan mu
Aku kembali pada alur mundur waktu
Senyummu yang begitu khas
membuatku hampir lupa bahwa kau telah ku lepas
Aku mncintaimu,tapi hari ini aku ingin mencintai diriku,
benar adanya aku mencintaimu tapi esok saja.
Bersabarlah...
Aku tidak sedang berangan
Hatiku bungkam,ia bimbang mana yang harus ku pertahankan
Kau yang ku ingini namun terus saja melukai,atau dia yang tak kuharap namun terus berjuang tanpa henti.
Karena yang tersisa dari kita adalah janji janji yang selalu kau ingkari yang mengendap dalam sukma
Enggan terurai seiring berjalan nya masa.
Untuk dirimu yang ku kira dapat sembuhkan luka
Nyatanya melukaiku kembali dengan begitu tega
Kau yang ku kira dapat menjadi pereda duka
Justru kian membuatnya kembali menganga
Padamu aku menaruh banyak harap
Hingaa saat aku sadar
Bahwa semuanya telah lenyap.
Harry kembali memeluk Reaa,,,
Entah Reaa merasa Rapuh dan lemah ketika dihadapkan dengan nya,kali ini Reaa tidak bisa membohongi perasaan nya
Reaa benar benar lelah menutupi perasaan yang sebenarnya masih tertuang untuk orang yang berada di hadapan nya.
Hanya saja sesekali Reaa takut dia akan memanfaatkan perasaannya dan meninggalkan begitu saja.
Reaa belajar dari pengalaman sebelum nya
Reaa harus tetap mengendalikan diri dan tidak terhanyut dalam hangatnya pelukan yang pernah membuatnya melayang.
Harry mengelus ujung kepala Reaa,, merapikan dan menyelipkan anak rabut di telinga Reaa.
Sesekali mengecup kening Reaa,,
Reaa membiarkan dan menikmati moment ini, bahu yang nyaman buat bersandar.
dan Reaa merindukan hal ini.
Perlahan Harry mengangkat dagu Reaa,,dan menatap hangat mata Reaa
Binar mata terpancar dari keduanya seolah berkata bahwa mereka saling merindukan.
Harry mendekatkan bibirnya dan ******* dengan lembut bibir Reaa.
Mereka berada dalam degupan yang sama,debar yang sama dan rasa yang sama sesekali bergejolak dan saling berkejaran.
Perlahan Harry merebahkan tubuh Reaa,,Reaa segera mengendalikan dirinya sendiri,karena tidak ingin Harry melakukan lebih dari itu.
" Maaf aku tidak bisa,kamu dan aku sudah tidak ada hubungan apa apa" ucap Reaa dan segera bangkit dan menjauh.
" Untuk sekali ini saja " tukas Harry
" Jangan Gila!!! Masa depan ku masih panjang,aku tidak ingin lebih dari itu " tegas Reaa
" Kamu takut?? aku tidak akan meninggalkan mu lagi Reaa " Harry mencoba meyakinkan
" Kamu pernah menghilang,dan kembali lagi,,tapi kali ini aku tidak bisa membiarkan Milik ku satu satu nya hilang untuk orang yang belum pasti,,karena dia tidak bisa kembali lagi " ucap Reaa lirih
" Aku serius dengan mu Reaa,aku tidak main main dengan perasaan ku " ujar Harry
" Jaga aku,kalau kamu benar benar serius, aku tidak akan main main untuk hal itu " Reaa tetap pada pendirian nya.
Reaa beranjak dan keluar dari kamar nya,harry mengikuti langkah Reaa,dan mereka kembali duduk di teras depan rumah Reaa.
" Aku Senja,kamu fajar
Aku barat kamu timur
Aku utara kamu selatan
Aku siang kamu malam
Aku titik kamu tanya
Garis takdir kita luar biasa sejajar
itu kenapa ku karamkan kapal
sebelum kita sempat berlayar"
Reaa menyadari ini cinta pertamanya,sementara dia bisa di bilang seorang yang sudah beberapa kali menjalin cinta sebelumnya.
Reaa tidak ingin percaya begitu saja setiap perkataan nya.