
" Kita dihadapkan dengan rasa yang sama, tetapi sifat kita berbeda,kita tidak bisa saling memahami sifat masing masing lalu kita di hadapkan dengan kekecewaan yang sama.
Kamu bilang aku pemberi harapan palsu,,
tetapi aku juga bisa bilang kamu hanya menjadikan aku pelampiasan nafsu.
Kamu bilang kamu korban PHP,,
aku bilang korban pelampiasan
lalu berteriak saling memperebutkan gelar
" korban"
Ternyata kita di takdirkan memang bukan untuk bersatu meskipun kita mempuyai perasaan yang sama.
Jangan pernah menyentuh kehidupan ku,jika kamu hanya ingin mempermainkan perasaan jika kamu tak peduli,kamu tidak akan pernah tau sikapmu akan memberi pengaruh besar untuk kehidupan ku di masa yang akan datang "
Reaa menyadari ini bukan cinta,dia hanya mencari kesempatan, yang mungkin suatu saat ketika dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan,dia akan pergi meninggalkan begitu saja.
Benar saja, ketika dia menginginkan hal itu,dan Reaa menolak bahkan memberontak lalu Reaa pergi meninggalkannya,dia marah.
" Benar, Aku juga mencintai mu ,tapi bukan begitu caranya,,dan aku tidak mau melakukan itu saat ini,aku hanya akan melakukan nanti,setelah ada ikatan pernikahan " ucap Reaa sambil menahan airmata nya
Harry terdiam menahan amarahnya, matanya menatap Reaa tajam,dan terlihat buas bagai seekor harimau yang siap menerkam mangsa.
Reaa segera mengambil sepatunya dan berjalan setengah berlari,pergi menjauh dari rumah itu.
Beruntung harimau yang sedang kelaparan itu tidak mengejarnya.
meski demikian Reaa tetap takut dan was was.
Reaa menunggu angkutan untuk pulang Reaa, hanya berharap segera sampai rumah dan berada di sekitar orang orang yang bisa melindungi nya.
Dan akhirnya Reaa sampai rumah,setiap kali masih teringat jelas perlakuan Harry waktu di rumahnya,tatapan matanya dan perlakuan nya,membuat Reaa merasa ngeri dan takut.
Ternyata tidak sampai di situ,ke esokan hari nya Harry datang kerumah Reaa,di luar dugaan, Reaa tidak menyangka orang yang membuatnya takut dan ngeri saat ini ada di depan pintu rumahnya.
Pintu rumah terbuka saat Harry datang,dan memang biasanya pintu samping selalu di buka, Reaa hanya seorang diri di rumah dan nonton Tv di ruang keluarga, kedua orangtua nya sibuk bekerja di sawah.
Sepertinya Harry sudah faham saat ini Reaa seorang diri.
Reaa tidak punya keberanian untuk menemuinya,ketika mendengar suara motor berhenti di halaman rumahnya,Reaa melihat dari jendela kaca yang ada di ruangan itu,setelah dia tau yang datang Harry,Reaa segera bersembunyi dengan pintu rumah yang masih terbuka dan Tv masih menyala.
Reaa masuk kedalam kamar nya,Reaa berniat akan lari dari rumah nya,tapi 2 pintu keluar terlihat daei tempat Harry berdiri.
Reaa fikir Harry akan meminta maaf atas perlakuan nya kemarin,benar saja Harry meminta maaf,tetapi itu hanya tipuan belaka.
Setelah beberapa saat berdiri di depan Pintu Harry memanggil
" Reaa?? "
Reaa terdiam,dan enggan menemui.
Perasaannya bercampur aduk takut terjadi sesuatu sperti kemarin.
Harry menggirimkan pesan singkat
" Reaa aku minta maaf atas sikapku kemarin,aku tau kamu bersembunyi,temui aku sebentar saja"
Reaa hanya membaca dan mengabaikan pesan itu.Reaa duduk terdiam ditepi tempat tidur kamarnya
" Reaa temui aku,atau aku akan masuk " Harry kembali mengirimkan pesan
Reaa semakin ketakutan, karena pintu kamar Reaa tidak ada penguncinya.
Dan selang beberapa waktu Harry sudah berada di depan pintu.
TBC
Terimakasih untuk para pembaca,jangan lupa semangatin author ya, dan jangan lupa tinggalkan jejak