My Beloved Husband

My Beloved Husband
Pulang



Pagi itu Reaa menginjakkan kaki di tanah kelahiran nya,


Libur panjang perusahaan Reaa manfaatkan dengan pulang ke kampung halaman untuk menjenguk kedua orangtuanya,,


Entah angin apa yang membawa Harry, sepagi itu tiba tiba datang kerumah orang tua Reaa.


Sepertinya dia sudah memprediksi,libur panjang Reaa pasti pulang.


Reaa baru tiba 2 jam yang lalu,


Setelah membersihkan diri Reaa dan kedua orangtuanya duduk santai di teras rumah.Reaa bercerita panjang lebar,bagaimana pengalamanya,bagaimana tempat kerja nya,ini adalah pertama kalinya Reaa pulang setelah memutuskan untuk merantau.


Di tengah ke asikan nya tiba tiba datang sebuah sepeda motor yang tidak asing bagi Reaa.


Reaa terkejut mendapati Harry yang tiba tiba datang.


" Reaa " sapa Harry sambil melebarkan senyumnya


Reaa terdiam mematung,dalam hati bertanya tanya, " darimana dia tahu kalau aku pulang??"


Harry melewati Reaa yang duduk di sisi bangku untuk menyapa dan bersalaman dengan kedua orang tua Reaa


" Reaa apa kabar?? " sapa Harry


" Seperti yang kau lihat " Reaa menjawab singkat


Reaa kembali terdiam,dan membiarkan Harry menggobrol ringan dengan kedua orang tua Reaa.


Selang beberapa saat Kedua orang tua Reaa beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mereka berdua di teras rumah.


Harry mulai membuka obrolan dengan Reaa


" Reaa kenapa nomor nomor ku kamu blokir??" Harry mulai memprotes


Reaa masih terdiam,bingung harus menjawab apa,seharusnya Harry sadar bahwa Reaa tidak ingin di ganggu lagi.


" Enggak apa apa " jawab Reaa tidak nak hati


"Kenapa?? pasti ada alasanya " tukas Harry mendesak


"Please,,Pergilah dan jangan temui aku lagi " pinta Reaa


" Aku tidak akan pergi sebelum aku tau alasan mu,apa yang membuatmu menghindar dariku Reaa" tanya Harry penasaran


" Tanyakan pada dirimu sendiri " Reaa menjawab singkat dan sedikit meninggikan suaranya kesal


" aneh,kamu satu satu nya gadis aneh yang pernah ku temui selama hidupku "


" kamu unik,sulit untuk ku tebak " ungkap Harry


Harry berdiri dan mendekati Reaa.


Reaa berusaha tenang,hanya saja matanya mengekori gerak gerik laki laki itu.Reaa khawatir kalau tiba tiba Harry menerkam seperti waktu itu.


" Jangan mendekat !! " Reaa ketakutan


Harry memperhatikan Reaa dengan seksama,memperhatikan dari ujung kaki sampai ujung kepala hampir satu tahun tidak saling bertemu sudah banyak perubahan pada diri Reaa maupun Harry.


Harry semakiin macho dengan jambang tipis menumbuhi kedua sisi rahangnya.


" Kamu terlihat semakin cantik Reaa " Harry mulai mengeluarkan jurus gombal nya


Reaa merasa muak,dan segera memalingkan wajahnya,Reaa berusaha agar kedua matanya tidak saling bertatapan dengan mata Pria yang pernah mengisi hari hari nya.


" Reaa,sebegitu bencinya kah kamu sama aku?? "


" Enggak " Reaa menjawab singkat


" Lalu kenapa sikap mu selalu dingin?? Menghindar dan terus menghindar " ??


Harry mengulang ulang pertanyaanya


Reaa manarik nafas dalam dalam dan menghembuskan pelan,berharap agar lebih tenang.


Tiba tiba di benak Reaa terlintas kembali saat kedua matanya menyaksikan langsung Harry makan berdua dan terlihat berbincang serius dengan Putri,salah satu teman Reaa.


Itu lah yang membuat Reaa semakin menghindar,bahkan tidak berpamitan dengan Harry ketika merantau.


Harry tidak pernah menyadari,ternyata Reaa mengetahui gerak gerik nya.


Yang lebih memuak kan lagi Harry selalu berbicara manis di depan Reaa,,tetapi dengan mudahnya bergandengan dengan gadis lain di belakang Reaa.