
(Flashback) PoV Rian
Aku tak ingin mempertanyakan perihal seseorang yang pernah membahagiakan mu,sebelum kita berhasil saling menemukan lalu menjalin ikatan.
Bukan karena aku tak peduli tentang dirimu,
Aku hanya ingin mrnghargai masa kini dan masa depan bersamamu.
Tanpa mengungkit yang namanya masalalu.
Jangan pernah samakan aku dengan masalalu mu.
Aku tau kamu pernah terluka karena dia.
Tapi ingatlah selalu bahwa aku dan dia orang yang berbeda...
Minggu pagi,setiba di tempat Reaa,Rian mendapati tidak ada siapa siapa di sana.
"Kok sepi??
Tidak mungkin jam segini masih pada tidur,,
ahh mungkin Reaa sedang lari pagi,
tapi kenapa tidak bilang ya,biasanya mereka ngajakin kalo lari pagi".
Rian segera melajukan motornya ke arah irigasi yang tidak jauh dari tempat tinggal Reaa
Di persimpangan jalan Rian bertemu dengan Reaa,,bersama dngan beberapa orang teman nya yang sudah menenteng kantong belanjaan di tangan masing masing.
Mereka berjalan pulang ke arah rumah petak yang di tempati Reaa dan kakak nya.
Sesampai di kontrakan Reaa meletakkan telepon genggam nya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Rian dengan ringan mengambil telepon genggam milik Reaa untuk sekedar memutar musik,memang sudah hal biasa Rian maupun Reaa saling bertukar telepon genggam saat mereka bareng.
Awalnya Rian memang hanya akan memutar musik dengan telepon genggam Reaa,tapi entah Rian iseng lihat riwayat panggilan yang masih tersimpan,,ya,, di situ Rian mendapati beberapa nomor baru,memanggil,Rian semakin penasaran dan melihat kotak masuk,dan rasa penasaran nya terjawab sudah,nomor nomor itu milik satu orang,milik Harry.
Reaa keluar dari kamar mandi dan kembali bergabung dengan beberapa teman nya.Reaa melihat ke arah Rian,dan Rian meletakk kan telepon genggam milik Reaa dengan pelan.
Reaa masih membiarkan telepon genggamnya tergeletak disana,,tepat di samping Rian.
Reaa ingin menjelaskan kepada Rian tetapi situasi tidak tepat,karena di situ masih ramai, teman teman masih berkumpul.
Tiba tiba salah satu dari mereka mempunyai ide,
"bikin rujak enak nih kayaknya" ucap mb Dian salah seorang teman perempuan yang ada di situ,
beberapa teman yang lain pun menyetujui,,
"oke" ucap Reaa,,
"aku aja yang belanja.bahan bahan nya yah " sambung Reaa sambil menyambar dompet yang ada di atas lemari plastik miliknya.
" Rian,yukk kita beli buah nya" ajak Reaa
Rian mengangguk tanda setuju
" ini kesempatan yang bagus buat njelasin ke Rian" ucap Reaa dalam hati
Rian dan Reaa segera meninggalkan tempat itu dan pergi membeli beberapa buah untuk membuat rujak.
Selama di perjalanan Reaa bercerita tentang panggilan dari Harry kemarin.
Reaa tau,dari raut wajah nya Rian tidak suka Reaa masih berhubungan dengan Harry,entah telepon ataupun pesan singkat.
Rian hanya terdiam saat Reaa menjelaskan panjang lebar,bahkan Reaa memutuskan untuk ganti nomor
Tetapi tidak semudah itu,nomor telepon milik Reaa saling berhubungan dengan data data pribadi Reaa, terutama Banking dan data di tempat kerjanya.
Reaa malas untuk mengurus perubahan data.
Rian mencoba menenangkan Reaa,,
" sudah,tidak usah ganti nomor, semoga dia tidak.menghubungi mu lagi" ucap Rian datar