
Aku sendiri tidak pernah menyangka bisa jatuh sedalam ini
Aku sendiri tidak pernah mengira bahwa pertemuan singkat bisa menjadikan kita saling terikat
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Huft " Reaa menarik nafass dan melepasss dangan pelan,
Reaa memejamkan mata dan lagi lagi teringat apa yang baru saja di lakukan Harry.
Reaa berusaha mencari kesibukan agar bisa segera melupakan,berusaha mencari kegiatan agar bisa meredakan gejolak nya.
" Cupp " dengan cepat Harry memulai aksi nya lagi,,
Detak jantung Reaa berdebar tak tentu dan Tanpa sadar tangan Reaa mendorong tubuh Harry
Reaa sadar hubungan nya masih terlalu awal,tidak seharus nya Harry selalu menuntut sentuhan fisik.
Reaa berusaha untuk tetap terlihat baik baik saja,dan Reaa hanya bisa berusaha untuk segera melupakan kejadian itu.
" Bisaku cuma jadi pengecut " ucap Reaa dalam hati.
Reaa mulai merasa kan sesuatu yang belum pernah di rasakan sebelum nya,,
" Reaa,lihat aku, kenapa buang muka?? suara Harry membuyarkan pikiran Reaa
" Ehh iya "
Reaa terlihat gugup,
" Aku di sini " ujar Harry
Reaa menatap ke arah Harry
Harry segera membenarkan posisi duduk nya,agar lebih dekat dengan Rea
lalu merapatkan kepala Reaa pas di dadanya,
"aku hanya ingin memelukmu lebih lama Reaa" ucap Harry lirih
" dug dug dug " hanya detak jantung Harry yang bisa di dengar,,ruangan berasa hening,
Reaa memejamkan mata nya dan merasakan debaran yang sama.
Harry mengeluss kepala Reaa,,dan sesekali mengecup kening Reaa,hingga Reaa merasaa nyaman dalam dekapan nya.Reaa tidak lagi memberontak dan mulai bisa menikmati moment ini.
Reaa berfikir " percuma memberontak juga" tidak akan berhasil,justru membuat Harry malah semakin ganas.
" Ehhhhheeem " tiba tiba deheman Rian mengacaukan keadaan dan dengan cepat Reaa menjauhkan diri dari Harry
"Sebegitu terlarutnya kah aku dalam pelukan nya,sampai sampai tidak menyadari kedatangan Rian" batin Reaa yang mulai kacau
Rian menatap tajam ke arah Reaa,lalu ke arah Harry tanpa sepatah katapun dan berlalu pergi.
Reaa kembali teringat pesan Rian,
" Hati hati dengan orang itu "
Reaa menatap Harry,,
" Dia orang yang baru saja membuatku berdebar hebat,lalu diaa juga yang membuatku nyaman kembali " batin Reaa
Harry menatap Reaa sejenak dan terdiam
Rian sudah tidak nampak lagi, tak terlihat punggung nya dari jendela kaca yang ada di ruangan tempat Reaa dan Harry duduk.
"aaarrgghhhh gangguin ajaa" ujar Harry kesal
Reaa hanya tersenyum melihat sikap Harry yang seperti anak kecil.
" Beruntung bukan orang tua ku yang mergoki mz,bisa habis aku di omelin" ucap Reaa menetralkan suasana.
Hari ini pertama kali Reaa merasaa nyaman di pelukan orang lain selain orang tua ku dan kakak ku.
Hari ini Reaa melihat kemarahan Rian,nyata terpancar dari sorot mata nya.
Reaa kebingungan Apa yang akan Reaa katakan kepada Rian.
Rian pasti akan membahas apa yang dia lihat.
Rian pasti berangapan " Aku terlalu mudah,tanpa tau aku kewalahan ean lelah memberontak " batin Reaa
"aaarrgghhh kenapa aku jadi pengecut!!!
aku mulai merasa nyaman,tapi aku juga tidak mau kalau nanti di bilang terlalu mudah" batin Reaa masih berperang
" Reaa,kamu kenapa?? udah tenang aja, Ujarr Harry sembarii kembalii memeluk dan mencoba menenangkan Reaa
Takut,Malu jugaa tau!!! sahut Reaa sambil meleparkan kepalan tangan nya ke dada Harry dengan pelan
" Udah, gak apa apa, kita enggak macam macam kok " tutup Harry
Tanpa di sadari waktu sudah menunjukkan pukul 15:30
" Udah sore, aku pulang dulu ya" pamit Harry sambil mengecup kembali kening Reaa dan meninggalkan Reaa seorang diri