
Sepulang sekolah Reaa menaruh tas nya,ganti pakaian dan rebahan di kamarnya sambil mendengarkan musik.
Sekitar Pukul 16:00
Sepulang sekolah Harry kerumah Reaa.
Baru saja Harry tiba,hujan pun turun dengan sangat deras.
Hujan membuat Harry tak bisa pulang lebih cepat karena memang tidak membawa jas hujan,dan memilih bertahan di rumah Reaa.
Kedua orang tua Reaa pun ada di rumah,membuat Reaa merasa lega dan tidak was was berada di rumah dengan seseorang yang masih cukup asing.
Bagi Harry tidak sulit untuk sekedar ngobrol dengan ayah Reaa,,karena entah selalu saja nyambung.
Larut dalam perbincangan yang tidak Reaa pahami,dunia pertukangan,membuat Reaa hanya terdiam,dan sesekali menatap wajah ayah Reaa,ya lelaki bertanggung jawab yang rela berpanas panasan,bermandikan keringat demi aku,demi anak anak nya.
Sesekali Reaa memandang ke arah Harry, seolah mengikuti dan paham apa yang sedang di bicarakan,yang Reaa tau ya hanya semen,pasir selebihnya entah.
Sesekali Harry pun menatap ke arah Reaa,sambil tersenyum dan bermain mata,yang membuat Pipi Reaa memerah,
" Gila,di depan orang tua ku woiii,jangan bikin malu dong,,," ucap Reaa dalam hati
Waktu berlalu,hujan mulai reda dan Harry berpamit pulang.
Harry siap melajukan Motor merah nya,tapi tiba2 memanggil Reaa dan melambaikan tangan.
" Hhmm sambil menganguk kecil " Reaa mengiyakan,,
Lagi lagi Reaa tidak tahu apa tujuan Harry datang kerumah Reaa.
Harry bilang pulang sekolah langsung mampir,,karena memang jarak dari Sekolah ke rumah Reaa lumayan dekat daripada pulang ke rumah Harry.
"Aman, lega,,,hari ini ada tamu tak di undang,dan aku tidak seorang diri di rumah" pikir Reaa
Reaa masih saja memikirkan ucapan Rian,
"hati- hati dengan orang itu,aku punya feeling dia bukan orang baik-baik "
itu yang tergiang di telinga Reaa.
Rian memang sering kerumah Reaa,meminta bantuan mengerjakan tugas sekolah ataupun sekedar main kerumah Reaa bareng teman teman yang lain.
Hari minggu,
Pagi ini kegiatan rutin Orema,,yahh organisasi Remaja Masjid,,, setiap dua minggu sekali remaja,pemuda pemudi melaksanakan kerja bakti bersih-bersih masjid,mencuci karpet masjid,merapikan pagar masjid yang masih terbuat dari tanaman pagar,memebersihkan rerumputan yang ada di sekitar masjid.
Reaa dapat bagian menyapu halaman masjid, dan saat Reaa sedang asikk dengan teman-teman nya tiba² Harry lewat,dan melihat Reaa.
Harry membunyikan klakson dan berhenti di pertigaan dekat masjid di kampung Reaa.
Harry mengalihkan perhatian Reaa, Reaa pun paham pasti Harry akan kerumah Reaa,karena memang setau Reaa tidak ada teman di kampung Reaa yang kenal sama Harry.
Reaa mengajak salah satu teman Reaa untuk menemani pulang, dan Reaa pulang lebih awal meninggalkan kegiatan kerja bakti yang belum selesai.
Rian menyadari Reaa tidak kelihatan di sekitar masjid,
"Kemana Reaa?? Rian mencari di berbagai sudut,tetapii tidak menemukan Reaa,
"Apa Reaa pulang duluan? tapi tidak biasanya Reaa pulang sebelum kegiatan selesai" Rian membatin
Kegiatan kerja bakti selesai,,
Rian segera memastikan,apakah Reaa benar sedah pulang,karena di area masjid tidak kelihatan lagi.
Rian berjalan bersama teman teman yang lain menuju Rumah Reaa.
Rumah Reaa memang menjadi Basecamp pemuda pemudi Orema,kegiatan di luar masjid selalu di selesaikan rumah Reaa.
Sesampai di rumah Reaa Rian mendapati Reaa sudah duduk di ruang tamu bersama Ani dan ada Harry di rumah Reaa.
Raut wajah Rian seketika berubah,dan menunjukkan ketidaksukaan nya dengan Harry.
Harry yang merasa tidak nyaman kemudian memutuskan untuk pulang.
Reaa masih belum mengerti juga kenapa dari sorot mata antara Rian dan Harry seolah ada pertarungan sengit.
Rian mempunyai Firasat Harry bukan lah orang baik.