
Dua minggu sudah Melody dan Arsa berada dalam masa pengawasan sang Oma karena Arsa yang ketahuan memasuki club malam. kini mereka berdua sudah bebas, berbagai bujuk rayu di lontarkan pada Omanya agar mau membebaskan mereka dengan jaminan akan selalu mematuhi kemauan sang Oma.
"Akhirnya setelah dua minggu bagai di penjara sekarang gue bisa bebas mau ngapain aja" ucap Melody senang
"iya gue juga senang dan yang paling penting kita bisa balapan lagi"
"tapi lo harus ingat, jangan sampai ketahuan Oma lagi"
"pasti. karena gue gak mau dikirim ke mansionnya tante Siska"
Bagi mereka berdua tantenya yang bernama Siska itu jauh lebih mengerikan daripada sang Oma. bagaimana tidak jika mereka berdua berada di rumah Siska maka tidak akan ada alasan untuk keluar mansion walau selangkah pun. karena Siska akan mengikuti kemana pun mereka pergi, tak jarang Siska akan memperkenalkan diri sebagai pacar Arsa jika dia nekat keluar mansion disaat masa hukuman dari Oma.
Back to the story
Hari ini weekend itulah sebabnya Melody, Arsa dan Kevin berada di rumah. mereka ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dengan mengadakan piknik di dekat taman kompleks.
Berbagai keperluan sudah mereka siapkan seperti tikar yang sudah di gentangkan, lalu makanan dan cemilan yang sudah disusun dan tak lupa pula handycam yang akan merekam semua kegiatan mereka hari ini.
Keluarga Aditama memang sering mengadakan Quality time bersama disaat liburan seperti ini, dikarenakan Ardi dan Galuh selalu saja sibuk dengan kerjaan mereka tapi selalu meluangkan waktu untuk anak-anaknya.
"Pah, panggangannya taruh disini aja nanti kita BBQ disini" ucap Galuh menunjuk tempat yang akan mereka gunakan untuk BBQ-an
"Mah, kita keliling dulu ya mau nyari spot foto" teriak Melody yang mendapat anggukan dari sang mama
"mama sama papa jangan mesra-mesraan terus oke" ledek Kevin yang mendapat pelototan dari sang papa dan mama
"yuk ah, lo berdua godain tante sama om mulu" sahut Arsa
Dari kejauhan Kevin melihat Senja dan Bastian yang tengah bermain basket di lapangan outdoor yang memang disediakan di taman komplek itu. dia segera mengajak Melody dan Arsa menuju kedua sahabatnya untuk ikutan bermain basket.
"woy, bro" panggil Kevin saat sudah dekat dengan Bastian dan Senja kemudian mereka pun melakukan tos ala pria
"abis darimana lo Kev?" tanya Senja
"ini mau nyari spot foto bareng mereka kebetulan keluarga gue ngadain piknik di taman ujung"
"seru dong"
"iyalah, mau ikutan kagak?"
"gak enak gue. kan lo sama keluarga lo mau Quality time"
"slow ae bro"
"ikutan aja kak biar rame" ucap Melody
"okelah, lo ikutan juga kan Bas?" tanya Kevin
"terserah"
"ye, dasar balok es"
Arsa yang memang bete sedari tadi pun membisikkan sesuatu pada Melody yang langsung di disetujui oleh gadis itu.
"gue bete nih, gimana kalau kita main basket. kita tanding. yang kalah traktir yang menang makan di kantin besok" uca p Melody menatap satu persatu orang yang berada di dekatnya
"oke, siapa takut" sahut Senja
"yey.. gue bareng Arsa ya dan kalian bertiga aja"
"oke" sahut Bastian
"Bas jangan oke-oke aja, mereka berdua itu jago main basketnya nanti kita kalah" bisik Kevin pada Bastian
"tenang aja"
Senyum miring tercetak jelas di sudut bibir Melody, dia sangat menyukai basket bahkan ia mengklaim basket adalah hidupnya. kemudian Melody dan Bastian pun suit untuk menentukan siapa yang akan mengambil bola pertama kali, dan yang menang adalah Bastian.
Setelah itu Bastian pun mengiring bola menuju ring namun, di pertengahan Melody berhasil merebut bola tersebut. dia melirik sinis Bastian disusul mengoper bolanya pada Arsa dan langsung disambut oleh Arsa lalu melemparnya masuk ke ring.
Akhirnya permainan itu selesai dengan skor 25:23. dimana pemenangnya adalah tim Melody dan Arsa. terlihat kedua orang berbeda jenis kelamin itu berhigh five ria sambil melompat-lompat dan saling merangkul.
"tuh kan apa gue kata, kita pasti kalah" keluh Kevin terduduk letih di pinggir lapangan sambil melihat Melody dan Arsa
"mereka hebat bisa ngalahin Bastian" seru Senja kagum
"biasa aja" sahut Bastian
"nah yang kalah besok traktir ya" ucap Melody yang datang menghampiri Bastian
"wes, makan banyak besok nih" sahut Arsa senang
"ayo balik ke tempat mama, udah di telfon nih" ucap Kevin
Mereka semua pun mengangguk dan mengikuti langkah Kevin yang sudah berjalan lebih dulu.
Sesampainya di taman mereka disambut oleh Galuh dan Ardi, dimana Galuh yang berdiri sambil berkacak pinggang.
"kalian bertiga yah bukannya bantuin mama malah pergi dan gak balik-balik, sekalinya balik malah keringetan begini, abis darimana kalian?" ketus Galuh
"hehe.. kita abis main basket mah bareng Bastian dan Senja" sahut Kevin
"iya tan abis mereka berdua hebat banget" seru Senja
"udah-udah bahas basketnya nanti aja mending sekarang kalian duduk dan kita makan, papa udah laper"
"jiah, si om emang bawaannya laper mulu" seru Arsa
"suka-suka om lah dasar kerdil"
"lah om Arsa tuh tinggi kali gak kerdil"
"masa, om ngeliatnya kamu kerdil tuh"
"nggak ya om"
"iya kok"
"nggak"
"iya"
"ngg...."
"BERISIK" teriak Melody kencang membuat mereka semua yang berada disana menutup kuping mereka yang memerah karena mendengung.
Galuh langsung memerintahkan semua anak-anak remaja itu untuk duduk dan mengambilkan nasi serta lauknya kedalam piring mereka masing-masing.
"makasih tante" seru Bastian dan Senja serentak
"makasih mama"
"thanks tante cantik"
Selesai makan mereka semua pun disibukkan dengan berfoto dan melakukan hal lainnya yang menurut mereka menarik. Melody dan Arsa langsung menyingkir dari yang lainnya.
"eh gue dengar di sini ada yang namanya raja jalanan. dia sering ngadain balapan sama orang-orang yang menantang dia" kata Arsa membuka percakapan diantara dirinya dan Melody yang tengah memainkan ponsel pintarnya
"lo kenal siapa orangnya?"
"nggak, mereka menutup identitas raja jalanan itu. tapi bagi yang mau bertanding dia menunjukkan wajahnya kok"
"menarik"
"lo mau nantangin dia?"
"lagi males gue tapi gue penasaran sama wajahnya"
"lah lo gak mau tanding tapi lo penasaran. gimana sih lo"
"gimana kalau lo aja yang nantangin dia. lo kan king of racing the world "
"wah, sialan lo. gak mau gue tanding"
"ayolah Sa, lo gak kasian sama gue, gue penasaran akut nih"
Arsa menatap tajam sepupu kesayangannya. dia sangat kesal karena disuruh untuk tanding sama raja jalanan yang merupakan seorang pemimpin geng motor terkenal. namun, identitasnya di rahasiakan. hanya karena penasaran, Melody berniat menyuruh Arsa yang notabennya adalah seorang king of racing the world untuk menantang raja jalanan yang kemampuannya jauh dibawah dirinya.
"sekali ini aja kali Sa" mohon Melody
"oke-oke gue turutin puas lo"
"hehe.. thanks Arsa sayang"
"gini aja lo bilang sayang"
"hehe"
Tak jauh dari mereka Bastian selalu memperhatikan gerak gerik Melody dan Arsa. ntah mengapa dia merasa tidak suka dengan kedekatan Arsa dan Melody, padahal dia jelas tau kalau Arsa hanyalah sepupu Melody.
"kok gue gak suka ya liat mereka dekat. ck, makin aneh aja nih gue" batin Bastian
Dia pun menepis perasaan itu lalu mencoba mengalihkan perhatiannya ke arah lain.
"gue liat-liat dari tadi Bastian merhatiin Melody mulu deh Vin" ucap Senja yang sedari tadi memperhatikan gelagat Bastian
"biarin aja sih"
"tapi kan.."
"udah makan aja"
"dih, si Kevin gue lagi serius juga. dasar gak peka" batin Senja kesal.
**hai gays.
jangan lupa tekan like dan love ya gays.
untuk terus suport author oke😊**.