Melody

Melody
Bab 12



Seperti yang telah disepakati tadi saat di sekolah, sekarang Melody, Arsa, Kevin dan Senja telah berdiri di depan pintu berwarna coklat menanti sang pemilik rumah membukakan pintu untuk mereka.


Tak lama pintu tersebut pun terbuka menampilkan satu sosok wanita paruh baya yang tak lain adalah mama dari Bastian.


"eh, ada Kevin dan Senja" ucapnya menyapa Kevin dan Senja yang merupakan sahabat anak semata wayangnya


"loh, ini siapa cantik banget" lanjutnya


"saya Melody tante adik kak Kevin dan ini sepupu kami Arsa" ucap Melody memperkenalkan dirinya dan tak lupa juga dia menyalami mama Bastian


"kok tante baru tau Kevin punya adik? oh ya, ayo masuk dulu kita ngobrol di dalam aja, gak enak ngobrol depan pintu"


"iya tan, soalnya Ody dari kecil di Turki bareng Oma" sahut Kevin


"oh gitu, ke atas aja gih Bastian ada di kamarnya"


"oke tan"


Mereka pun menaiki tangga yang melingkar menuju lantai dua, dimana kamar Bastian berada.


Sesampainya mereka di depan kamar, Senja langsung mengetuk pintu dan memanggil nama Bastian agar di perbolehkan masuk.


"Bastian... yuhuuuuu.. Senja yang ganteng datang" teriaknya


"buset, teriakan kak Senja bikin kuping gue sakit" ketus Arsa yang dibalas cengengesan dari Senja


"masuk" terdengar suara dengan nada dingin namun lirih dari dalam kamar


Kevin pun masuk diikuti Senja, Arsa dan yang terakhir Melody.


"woy, bisa sakit juga lo" ledek Kevin


"lo kira gue hantu gak bisa sakit" ketus Bastian


Mata Bastian mengarah pada Melody yang kini duduk di atas sofa bersama dengan Arsa dan Senja. gadis itu tengah memainkan ponselnya dengan posisi bersandar di pundak Arsa.


"hai Mel" sapanya dengan senyum manis yang jarang Bastian tunjukkan pada gadis lain selain Shela dulu


"hai es balok" cibir Melody sarkas


"maaf ya gak bisa nepatin janji abis gue sakit"


"no problem"


"halah, no problem tadi aja kesel banget" cibir Arsa


"itu tadi" sahut Melody cepat


"alasan aja lo" ucap Kevin


Melody tidak menggubris perkataan Kevin, dia kembali memainkan ponselnya tapi tiba-tiba matanya terbelalak saat melihat satu pesan yang masuk ke WA miliknya. dengan segera dia menegakkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu pada Arsa.


Arsa pun mengambil ponsel Melody dan menatap tulisan yang baru saja dikirimkan oleh salah satu sahabat mereka di Turki.


Dy, gawat Dy. masa iya Oma kamu sama mama papa ku mau jodohin kita sih. gimana nih Dy, yakali kita nikah kan aku punya pacar, kamu juga kan gak suka aku. gimana nih Dy, sepertinya kamu emang harus balik ke Turki deh buat bantuin aku jelasin sama Oma dan mama papa ku. (Dy, bu kotu Dy, Oma sen, baba ve anne ben yine de bizimle eslesmek istiyorum. bu nasil, evli oldugumuza inan, bir erkek arkadasim var, sen de benden hoslanmiyorsun. ne yapiyorsun Dy, gorunuse gore Oma'ya ve papa annema acikla mama yardim etmek icin Turkiye'ye geri donmen gerekiyor.)


"jadi gimana nih Dy" bisik Arsa pelan agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka


"kak, gue sama Arsa keluar bentar ya ada urusan" ucap Melody pada Kevin


"mau kemana de?"


"bentar aja kok kak, nanti gue balik lagi"


"jangan lama-lama"


"oke kak"


Melody pun menarik tangan Arsa dan tergesa-gesa lalu keluar dari kamar Bastian. mereka berdua berjalan menuju taman kecil yang tak jauh dari kamar Bastian.


"gimana nih Dy?"


"gue gak tau. lagian Oma kenapa malah pengen jodohin gue sama Keny sih, ini tuh gak masuk akal tau gak"


"mungkin karena Oma taunya lo sedari dulu cuma bareng Keny kali makanya Oma pengen kalian bersatu"


"pala lo bersatu. gue gak mau, lagi pula Keny udah punya pacar"


Tanpa mereka berdua sadari Bastian, Kevin dan Senja menatap mereka berdua lewat jendela kaca yang baru saja di singkap oleh Bastian.


"mereka lagi ngomongin apa?" tanya Senja


"mereka ada masalah?" tanya Bastian


"biasanya kalau Ody keliatan gusar kaya gitu cuma satu penyebabnya" lirih Kevin


"siapa?" tanya Bastian dan Senja bersamaan


"Oma" kata Kevin singkat


"pasti Oma lagi ngelakuin sesuatu sama Ody atau Arsa makanya mereka tampak gelisah"


Terlihat Melody yang mengacak rambutnya kasar sedangkan Arsa malah terlihat sedang bertelepon dengan seseorang tapi raut wajahnya terlihat kesal.


"mereka kenapa sih? penasaran gue" kata Senja


"kita samperin aja" kata Bastian


"jangan. kalau Ody atau Arsa gak cerita masalahnya kita gak boleh nanya karena Ody atau Arsa gak suka masalahnya dicampuri"


"jadi gimana dong?"


"gue gak tau Sen"


Sementara itu di taman, terlihat Melody yang mengacak-acak rambutnya frustasi dan Arsa yang sedang bertelepon dengan Keny.


"Siska tau masalah ini? (Siska bu sorunu biliyor nu?)" ucap Arsa yang masih bertelepon dengan Keny dan dia juga sengaja men**spekear ponselnya agar Melody juga mendengar pembicaraan mereka.


"iya Sa dan sekarang aku juga lagi bareng sama Siska. asal kamu tau aja mama dan papa ku juga minta hubungan ku harus selesai sama Siska. yakali aku turutin, kamu dan Ody saksinya aku dapatin Siska susah banget" (evet sa ve simdi yine Siska ile beraberim. biliyorsunuz, annem ve babam da Siska ile bitirmemi istediler. takip ettigime inan, sen ve Ody Siska'yi cok zorlastirdim.)


"jadi ini harus gimana? gak mungkin kan kalian nerima perjodohan gila ini. lagi pula ini bukan jaman siti nurbaya yang dimana-mana perjodohan masih berlaku" (peki ne yapmaliyim? bu cilgin maci kabul etmenin hacbir yolu yok. sonucta bu, copcatanligin hala gecerli oldugu Siti Nurbaya donemi degli)


"aku juga gak tau Sa dan sedari tadi Siska menangis terus, aku takut Siska ninggalin aku. kalian tau kan kalau aku sayang dan cinta banget sama dia" (ben de sa'yi tanimiyorum ve o zamandan beri Siska her zaman agladi. korkarim Siska beni terk etti, siz onu cok sevdigimi ve sevdigimi biliyorsunus)


"dimana Siska aku mau ngomong" (nerede Siska demek istiyorum). ucap Melody merebut ponselnya dari tangan Arsa


"hal...halo.. Dy" (say... merhaba Dy). terdengar suara serak seorang gadis yang tak lain adalah Siska


"Sis, dengerin aku ya kamu jangan nangis lagi, jangan sedih lagi, aku pastiin perjodohan ini gak akan terjadi. yang perlu kamu lakukan saat ini adalah berdiri di samping Keny, tunjukkin kalau kamu mampu berdampingan dengan seorang Keny. Siska aku bakal usaha buat gagalin perjodohan ini, tapi kamu harus janji sama aku kalau kamu gak akan pernah ninggalin Keny apa pun yang terjadi" (Sis, beni dinle lutfen artik aglamiyorsun, artik uzulme. eminim bu mec olmaz, simdi tek yapmaniz gereken Keny'nin yaninda durmak, Keny'nin yaninda durabilecegenizi gostermek. Siska bu maci iptal etemek icin caba gosterecegim, ama asla aylrilmayacaksan bana soz vermalisin)


"hiks..hiks.. iya, aku janji sama kamu.. hiks..aku sayang Keny" (hiks...hiks.. evet sana soz..hiks.. veriyorum Keny'i seviyorum)


Senyum Melody mengambang mendengar ucapan Siska, jika begini maka akan mudah menolak perjodohan ini. Melody pun menutup sambungan telepon itu dengan sepihak tanpa mau mendengar keluh kesah Keny lagi.


"lo mau balik ke Turki?"


"nggak untuk saat ini, tapi lo harus bisa pastikan kalau mama dan papa gak tau soal perjodohan ini"


"oke, gue bakal pastikan kalau tante dan om gak akan terima telpon dari Oma untuk beberapa hari kedepan"


"bagus, mending sekarang kita balik lagi ke dalam dan lo jangan cerita apa pun sama kak Kevin"


"pasti"


Arsa dan Melody pun memilih kembali ke kamar Bastian karena takut ditanyai yang bukan-bukan oleh Kevin.


"sorry lama" seru Arsa dengan senyum tipisnya


"dari mana aja lo berdua" ucap Kevin sambil bersedekap dada


"gak dari mana-mana elah" sahut Melody kemudian duduk di sofa


"kalau ada masalah cerita aja Mel" ucap Bastian sambil tersenyum simpul


"oke, tapi kali ini gue lagi gak punya masalah. thanks buat tawaran lo es balok"


kenapa kamu matiin sih teleponnya, aku belum selesai ngomong


Melody hanya tersenyum melihat pesan yang dikirim kan Keny padanya.


**Hello,


i'm comeback gays😊,


masih dengan kata-kata jangan lupa vote dan comment gays,


bantu support author dengan tekan like dan jangan lupa juga untuk mengklik simbol lovenya ya😊,


see you next charapter,


bye...bye😘😘😘😘😘**.