Melody

Melody
Bab 11



Jam istirahat sudah berbunyi sejak tadi tapi Melody masih berusaha mencari Bastian yang katanya akan mentraktir dirinya makan di kantin. dia sudah berkeliling mencari namun, belum menemukan batang hidung lelaki yang sering disebutnya es balok tersebut. bahkan Senja yang selalu bersama Bastian pun kini terlihat berjalan seorang diri di koridor tanpa si es balok tersebut.


"kak Senja" panggil Melody membuat Senja menoleh dan tersenyum manis


"kenapa Mel?"


"kakak kok sendiri? kak Kevin dan es balok mana?"


"lo mau nanya Bastian atau Kevin?"


"hehe... dua-duanya kak"


"hmm.. Kevin di perpustakaan lagi nemenin gebetannya ngerjain tugas, kalau Bastian gak masuk dia sakit"


"oh gitu ya kak. ih, es balok kan udah janji mau traktir makan gimana sih"


"namanya juga sakit Mel, kan gak bisa di tolak"


"iya juga sih. yaudah deh gue ke kantin dulu, kak Senja mau ikut?"


"gak deh kakak mau rapat basket"


Setelah itu mereka pun berpisah dengan tujuan yang berbeda, dimana Melody ingin ke kantin dan Senja yang ingin rapat basket.


Sesampainya Melody dikantin, dia sudah disambut dengan senyum dari Amel dan Arsa yang duduk di meja dekat pojok kantin. dengan kesal dia menghampiri keduanya dan menarik kursi dengan kasar kemudian tanpa sadar mengambil jus alpukat yang merupakan minuman Arsa.


"Woy, rusuh amat lo datang-datang ngambil minuman gue" ketus Arsa sambil melotot ke arah Melody


"diem deh lo gue lagi kesal nih"


"kesal sih kesal Dy tapikan jangan minum jus gue juga"


"bodi"


"bodo Melody" ralat Amel menahan tawa melihat Melody yang kesal


"sorry typo"


"lo kesal kenapa sih? terus mana si Bastian katanya mau traktir makan?" tanya Arsa


"nah tu dia yang bikin gue kesal. dia gak masuk sekolah, kata kak Senja sakit"


"yaudah sih biarin aja kaya gak bisa bayar sendiri aja lo berdua" kata Amel


"ih, tapi kan dia udah janji mau traktir"


"dia kan lagi sakit Mel. dia gak bermaksud buat ingkar janji" kata Amel lagi


"yaudah deh"


Sementara itu di perpustakaan terlihat Kevin yang sedang duduk di kursi perpus dengan seorang gadis cantik. dia terus saja memperhatikan gadis itu yang sedang membaca sebuah buku untuk tugas-tugas kelasnya. karena merasa risih terus di perhatikan gadis itu pun menoleh kearah Kevin dengan tajam.


"bisa gak sih lo jangan natap gue begitu banget?" sinis gadis pada Kevin


"abis lo cantik sih jadi mata gue sulit berpaling" goda Kevin disertai senyum manisnya


Disaat semua gadis akan tersipu dengan gombalan Kevin berbeda dengan gadis yang sekarang berada di sampingnya. gadis itu malah merotasikan bola matanya malas, dia begitu kesal dengan Kevin yang terus-menerus mengikutinya beberapa hari ini.


"lo bisa pergi Vin, gue lagi gak mau di ganggu"


"masa lo ngusir cowok setampan gue sih Fir"


Gadis itu Safira Andari. dia gadis berbeda kelas dengan Kevin dan ntah apa yang membuat Kevin begitu ingin menjadikan Safira pacarnya.


"KAK... KEVIN..."


Kevin dan Safira terkejut mendengar teriakan di depan pintu perpustakaan. semua yang berada di sana menatap tajam gadis yang berdiri di depan pintu tersebut.


"jangan berteriak ini perpustakaan" ucap penjaga perpustakaan ketus


"maaf sir"


Melody pun masuk dan langsung mencari-cari kakaknya yang kata Senja sedang menemani gebetannya mengerjakan tugas. akhirnya dia menemukan Kevin di sudut perpustakaan, dia duduk bersama dengan seorang gadis cantik.


"ada apa de?" tanya Kevin lembut membuat Safira menatapnya dan melihat gadis yang memanggil Kevin tadi yang tak lain adalah Melody


"cantik banget, pantesan aja Kevin ngomongnya lembut banget. dasar playboy" batin Safira kesal


"kata kak Senja kakak lagi nemenin gebetan ngerjain tugas, emang calon pacar kakak yang mana?"


"ini nih de tapi dia jutek deh kaya lo" tunjuk Kevin ke arah Safira


Jelas saja Safira terkejut, bagaimana tidak gadis cantik yang dia tidak tau namanya itu mengatakan kalau dirinya adalah gebetan Kevin.


"ayo kenalan kak, nama gue Melody Angelica Aditama, adik kak Keviano" ucap Melody mengulurkan tangannya


"ternyata adiknya, pantesan ngomongnya lembut" batin Safira


"jangan mau sama kak Kevin dia playboy" bisik Melody yang dibalas kekehan kecil dari Safira


"kenapa pada bisik-bisik sih?" ketus Kevin


"kepo deh, ini itu urusan cewek, cowok gak boleh tau"


"lagian lo ngapain disini de kan biasanya bareng Arsa, tu bocah kemana?"


"Arsa milih ikut basket, jadi sekarang lagi bareng kak Senja"


"oh ya gue lupa de, Bastian sakit jadi dia minta lo datang ke rumahnya buat jengukin"


"gak mau"


"kok gitu sih"


"pokoknya Ody gak mau. es balok itu ngeselin"


"gak boleh gitu ah, nanti kita pergi ya jenguk Bastian bareng Senja dan Arsa juga"


"hmm.. ya deh"


Melody pun keluar dari perpustakaan meninggalkan Safira dan Kevin. Safira bingung mendengar perkataan Kevin yang mengatakan kalau Bastian meminta Melody datang kerumahnya untuk menjenguknya yang sedang sakit.


"Melody pacaran sama Bastian ya Kev?" tanya Safira


"nggak"


"terus kenapa Bastian minta Melody jenguk dia? bukannya dia itu dingin banget ya sama cewek?"


"gue juga bingung Fir. gue gak tau mendeskripsikan kedekatan mereka berdua itu gimana. awalnya gue juga kaget saat melihat Bastian lebih banyak bicara saat bersama Ody dan itu gak kaya biasanya, bahkan sifat yang selama ini tertutupi malah keluar saat dia bersama Ody" jelas Kevin bingung


"mungkin Bastian jatuh cinta kali sama adek lo"


"itu gak mungkin" lirih Kevin


"kenapa gak mungkin? itu bisa aja terjadi"


"menurut lo itu emang biasa aja, tapi gue gak akan pernah biarin Ody pacaran sama Bastian karena itu hanya akan melukai perasaan Ody aja. lo gak tau apa-apa Fir, Bastian masih stuck di satu tempat yang sama tanpa mau beralih"


Setelah mengucapkan itu Kevin pun meninggalkan Safira sendirian di perpustakaan, kepergiannya diiringi tatapan bingung dari Safira.


"gue salah ngomong ya" lirihnya tapi kemudian dia mengendikkan bahu acuh


Kevin yang sudah keluar dari perpustakaan pun langsung menuju lapangan basket untuk ikut menyeleksi pemain baru yang akan menggantikan posisi kelas dua belas yang sudah tidak ikut bermain lagi karena harus fokus untuk ujian UAS.


"gimana seleksinya?" tanya Kevin pada Senja


"ya gitu deh, banyak juga kok yang ikut salah satunya sepupu lo si Arsa"


"Melody gak ikut?"


"tadi pengen ikut tapi gue larang jadinya ngambek"


"pantesan dia nyamperin gue ke perpus"


"dia ngadu sama lo?"


"nggak, cuma ngerusuh aja dia di perpus"


"hmm.. jadikan pulang sekolah jenguk Bastian?"


"iya, dia minta Melody juga ikut"


"yaudah bawa aja"


"iya"


Mereka pun kembali fokus pada seleksi basket yang diadakan.


hai.. hai.. everyone.


apa kabar semua??????


udah pasti baik dong ya, secara sekarang udah new normal😊😊.


jangan lupa untuk vote dan comment ya.


see you next chapter😘😘.