
Kevin dan Melody berjalan di koridor berdua tanpa Arsa dikarenakan, lelaki itu tengah ijin pulang ke Belanda karena ada beberapa balapan tingkat nasional yang harus dia lakukan.
Banyak yang memuji Kevin dan Melody tapi tak jarang juga ada yang mencibir. tapi mereka berdua hanya menganggap itu angin lalu.
"Dy, kakak liat lo dekat banget sama Bastian. lo ada hubungan apa sama dia?" tanya Kevin dia teringat akan sifat Bastian yang menghangat jika dihadapkan dengan Melody
"gak ada hubungan apa-apa kak"
"masa sih? tapi gue liat nih ya, dia hangat banget sikapnya sama lo. gak mungkin kan lo berdua gak punya hubungan apa-apa"
"ya elah, itu mah biasa aja kali. gue sama es balok itu mah cuma temen sama kaya lo dan dia"
"masa sih? gue masih gak percaya sama lo dek"
"serah lo deh kalau lo gak percaya"
"oke, gue percaya. lo kan nungguin Keny" cibir Kevin membuat langkah Melody terhenti
Kevin mengerutkan dahi saat menyadari Melody yang tidak mengikuti langkahnya. dia berbalik ke belakang dan menatap adiknya yang tengah menunduk.
"lo kenapa dek?"
Melody menghembuskan nafas kasar "gue gak suka lo ngomong kalau gue nungguin Keny kak. lo tau gue sama Keny itu cuma temenan gak lebih"
Setelah mengatakan itu Melody berjalan pergi meninggalkan Kevin di koridor. Kevin menatap punggung Melody yang semakin menjauh lalu hilang di balik tembok.
"gue salah ngomong ya" gumamnya kemudian melanjutkan kembali langkahnya yang tertunda
Melody sudah sampai dikelasnya, dia langsung melemparkan tas kemudian duduk dikursinya dengan wajah ditekuk.
"GOOD MORNING EVERYONE" teriak Amel yang baru saja tiba di kelas membuat beberapa siswa yang ada disana refleks menutup telinga
Amel menghampiri meja Melody dan menatap bingung ke arah sahabatnya itu.
"lo kenapa? pagi-pagi udah ditekuk aja tuh muka?"
"bete gue"
"lo bete kenapa? terus si Arsa kemana, gue gak liat batang hidungnya kan biasanya selalu bareng elo?"
"Arsa gak masuk, dia ijin pulang ke Belanda, ada urusan"
Amel hanya beroh-oh ria mendengar jawaban Melody. gadis itu pun beranjak menuju kursinya yang berada di depan meja Melody.
\*\*\*\*
Jam istirahat sudah berbunyi, Amel menarik tangan Melody menuju kantin. setelah sampai di kantin Melody langsung saja melepaskan tangannya dari Amel, lalu memerintahkan Amel untuk memesan makanan sementara dirinya mencari tempat untuk mereka.
Dari kejauhan Melody bisa melihat kakaknya serta kedua sahabatnya memasuki kantin, tapi dirinya hanya acuh. Amel pun datang membawa makanan yang telah dipesan.
"boleh gabung?" tanya Senja yang datang bersama Kevin dan Bastian beserta makanan mereka
"boleh kak, duduk aja"
Berteman dengan Melody membuat Amel terbiasa akan kehadiran ketiga most wanted boy SMA BINARAGA tersebut.
Kevin mengkode Amel agar pindah dari tempat duduknya. Amel yang mengerti dengan kode tersebut pun pindah ke samping Senja.
"kenapa?" bisik Senja
"gak tau, kak Kevin yang minta" balas Amel berbisik
Kevin langsung duduk di samping Melody.
"Ody masih kesel sama kakak?"
"pikir aja sendiri" ketus Melody sambil memakan cake alpukatnya
"maafin kakak ya kalau kakak tadi salah ngomong"
Melody hanya diam, dia bahkan tidak menoleh ke arah kakaknya.
Kevin pun membawa Melody ke dalam dekapannya, sesekali mencium pucuk kepala adik tersayangnya. perlakuannya membuat semua pasang mata berteriak histeris karena menurut mereka Kevin itu so sweet.
"maafin kakak ya"
"Ody tau sifat kakak mirip sama Oma yang selalu menilai dari perspektif kakak sendiri. tapi kakak juga harus ngerti Ody, jangan cuma Arsa aja yang selalu ngertiin Ody. sebenarnya yang kakaknya Ody itu kakak atau Arsa sih" Melody mendongakkan kepalanya menatap Kevin dengan mata yang berkaca-kaca
"maafin kakak kalau memang kata-kata kakak tadi pagi salah"
"Ody sama Keny pure cuma temenan gak lebih. kakak sama Oma sama aja selalu menganggap kedekatan Ody dengan Keny itu spesial padahal nggak. kak, Ody lagi ada masalah kakak gak seharusnya menyudutkan Ody dengan mengatakan kalau Ody nungguin Keny" isak Melody membuat Kevin mengeratkan pelukannya
Amel, Bastian dan Senja hanya diam. mereka bertiga memberikan ruang untuk kedua kakak beradik itu untuk menyelesaikan masalah mereka.
"maafin kakak ya. kakak janji gak akan bilang seperti itu lagi" ucap Kevin mengecup dahi Melody dan mengusap air mata adiknya dengan lembut
"iya" sahut Ody dengan menganggukkan kepalanya membuat Kevin gemas lalu mencium seluruh wajah adiknya membuat semua siswa di kantin histeris
astaga, mau dong jadi Melody
Mel, pinjam abangnya bentar dong
gakuku ganana adek bang
duh, Kevin jadi pacar gue aja yuk*
"BERISIK" ucap Bastian dengan keras membuat semuanya terdiam kemudian kembali ke aktivitasnya masing-masing, walaupun masih ada yang melirik Melody dan Kevin
"kak Kevin lepas deh, Ody gak suka dicium"
"maca cih"
"kakak, cringe"
Kevin tertawa mendengar nada manja itu dari bibir adik tersayangnya.
Robert is calling..📞📞
Melody mengerutkan dahinya saat menatap ponselnya yang menampilkan nama Robert dilayar. dengan segera dia mengangkatnya.
"hallo" sapa Melody
"dit is met Melody? (ini dengan Melody?)"
"hmm.. gak usah bahasa Belanda, gue tau lo bisa bahasa Indonesia"
"Ody kan niet serieus worden genomen. (tidak bisa diajak serius Ody)" cibir Robet
"ck. lo kalau gak penting, gak usah nelpon gue deh Robot" yah, begitulah Melody jika memanggil nama Robert. biar gak ribet katanya
"oke, ini serius. Oma Dery mau ke Indonesia"
"WHAT??? SERIUS LO" Ody terbelalak mendengar perkataan Robert
"Mel kenapa?" tanya Bastian lembut, dia kaget saat mendengar teriakan Melody. sebenarnya bukan hanya dia tapi Senja, Kevin dan Amel pun terkejut. tapi, saat mereka ingin bertanya sudah didahului oleh Bastian
"gak.. gak apa-apa kok" sahut Melody cepat
"aku serius. Oma Dery akan ke Indonesia karena kedua orang tua kamu sama kakak kamu gak bisa di telpon. aku sengaja nyadap nomor mereka supaya berita perjodohan kamu sama Keny gak nyampe ke telinga mama dan papa kamu. itu atas perintah Arsa. oleh karena itu, Oma Dery ingin ke Indonesia buat membicarakan perjodohan itu"
"lo kok tau masalah gue? kapan keberangkatannya?"
" Arsa udah cerita sama aku semuanya. nanti sore sekitar jam 5 an"
"cancel semua jadwal penerbangan menuju Indonesia hari ini. semuanya gue serahin sama lo, gue tau lo bisa menghandel ini"
"gak bisa Dy. Oma Dery udah pesan tiket dari dua hari yang lalu"
"shit. jadi gimana dong?"
"satu-satunya cara kamu harus telpon Oma Dery dan minta waktu sama Oma untuk mikirin perjodohan ini. jangan sampai Oma ke Indonesia Dy, kamu bakal susah buat mengelak kalau sampai itu terjadi"
"oke thanks Bert, nanti gue bakal hubungi Oma dan bakal ngomong baik-baik sama Oma. thank buat ide lo"
"oke Dy, no problem. gue tutup ya telponnya"
"oke"
"Oma kenapa dek?" tanya Kevin setelah sambungan telpon Melody dan Robert terputus
"gak apa-apa kok kak, ini tadi Robert katanya titip salam sama Oma, kangen katanya"
"oh. terus penerbangan siapa yang pengen ke indonesia dan kenapa harus di cancel?"
"hmm, penerbangan... hmmm..itu.. penerbangan sodaranya Robert, iya sodaranya Robert" sahut Melody dengan gugup
"jangan bohong Dy"
"nggak Ody gak bohong.. suer deh"
"oke"
"lo gak apa-apa kan Mel, tadi lo kaya cemas gitu" ucap Bastian lembut dan kesan dinginnya hilang
"gak apa-apa kok gue, serius deh es balok"
Terpaksa mereka harus percaya karena tidak ingin berdebat dengan Melody. walaupun sebenarnya mereka sangat penasaran ada masalah apa sebenarnya dengan Melody.
**hay.
jangan lupa vote dan comment ya😊**.