Melody

Melody
Bab 5



Pulang sekolah Melody tidak langsung kembali ke rumah melainkan pergi hangout bersama Amelia teman pertamanya di sekolah baru. Mereka mengendarai mobil Melody menuju ke sebuah mall dan akan bersenang-senang seharian disana.


Mereka berdua mengelilingi satu persatu toko yang ada di mall itu, membeli apa pun yang menurut mereka bagus dan menarik perhatian. memang begitulah kodrat cewek kalau sudah berada di mall dan diberikan kebebasan maka mereka akan kalab dengan nafsu berbelanja mereka seperti Melody dan Amelia.


Saat merasa butuh asupan makanan, Melody langsung menarik tangan Amelia tanpa meminta persetujuan dari gadis yang dia tarik. Melody membawa Amelia masuk ke dalam sebuah kafe yang memang ada di mall tersebut.


Kafe yang khusus di buatkan untuk anak-anak remaja yang ingin menghabiskan waktu dengan teman atau pacar mereka.


Melody mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe, hingga akhirnya berhenti di sebuah meja yang ditempati oleh orang yang dia kenal. tanpa aba-aba dia kembali menarik tangan Amelia membuat gadis itu meringis dan merutuki sifat Melody yang suka seenaknya.


"jangan tarik-tarik bisa gak sih Mel sakit tau" ketus Amelia yang hanya dibalas cengiran


"hay kita gabung ya" ucap Melody yang langsung duduk begitu saja di kursi samping Kevin


"dari mana de?"


"abis jalan-jalan aja kok sama Amel"


"kenapa gak pulang dulu? liat nih seragam lo juga belum ganti"


"hehe, males"


Lalu pandangan Melody terarah pada Bastian yang sedari tadi hanya diam dan asik dengan ponselnya.


"kak dia kok kaya patung" bisik Melody pada Kevin


"jangan ghibah dosa" bisik Kevin lagi yang membuat Melody mendengus


Amelia yang melihat interaksi antara Kevin dan Melody merasa bingung, secara mereka berdua sangat dekat tapi mereka bukan pacaran. jujur dia ingin sekali bertanya namun apalah daya rasa takut masih menyelimuti hatinya karena merasa ngeri dengan Kevin.


"woy, Mel rumah lo dimana?" tanya Senja


"gue tinggal bareng kak Kevin"


"serius lo"


"iyalah. bohongkan dosa"


"kalau gitu ntar gue main ya ke rumah lo, kita main play station"


"oke aja gue mah"


"de, gue ada kabar baik dan kabar buruk buat lo. lo mau denger yang mana duluan?"


"kabar baik aja deh dulu. emang apaan sih?"


"kabar baiknya, Arsa bakalan pindah dari Belanda ke Indonesia. terus kabar buruknya lo dan Arsa bakalan dalam pengawasan Oma"


"WHAT?? APA-APAAN TUH. masa gue dalam pengawasan Oma sih, dikira gue terjangkit virus corona apa pake dalam pengawasan segala. lagian nih ya si Arsa melakukan apa coba bisa sampai dalam pengawasan Oma"


"BERISIK" ketus Bastian dingin


"sumpel aja tuh telinga lo kalau gak mau di berisikin"


"bacot"


"SSG? apaan tuh?" tanya Amel


"suka-suka gue elah. eh tapi serius deh masa gue yang kece badai ini dalam pengawasan Oma sih, ini gara-gara Arsa nih, ngapain lagi sih bocah" ucap Melody disertai pujian untuk dirinya sendiri membuat Senja dan Amel secara serentak memutarkan bola mata mereka


Arsa Brawijaya adalah sepupu Melody dan Kevin. dia anak dari adiknya papa Ardi. sifatnya Arsa sebelas duabelas sama Melody, jadi gak jarang kalau Arsa buat kesalahan maka Melody juga kena imbasnya dan begitu pula sebaliknya. kali ini Arsa di pindahkan dari Belanda ke Indonesia dengan alasan yang belum diketahui karena Oma mereka tidak memberikan kejelasan. tapi yang pasti Melody juga kena imbasnya, ntah apa yang dilakukan Arsa di Belanda hingga membuat status mereka berada di dalam pengawasan sang Oma. berada di dalam pengawasan sang Oma merupakan hal paling menyeramkan menurut mereka karena disaat itu terjadi mereka akan sangat sulit melakukan hal-hal yang mereka sukai.


Sungguh, ingin rasanya mengutuk Arsa menjadi batunya Malin Kundang. karena dirinya Melody harus merelakan kebebasannya di luar rumah.


"makanya Dy jangan bengal kan gini nih jadinya" ledek Kevin membuat Melody tambah kesal


"kapan Arsa sampai?" tanya Melody ketus tanpa menatap Kevin


"mungkin sore nanti"


Setelah selesai dengan makanannya, mereka semua pulang ke rumah masing-masing.


"ODY PULANG.."


"Ody jangan teriak ini rumah bukan hutan. seharusnya ucap salam dulu" ucap mama Galuh


"hehe, maaf mah. assalamualaikum mama ku yang cantik"


"walaikumsalam sayang, sana gih ke kamar ganti baju, mama tunggu di ruang makan"


"siap bos ku"


Sesampainya di kamar, Ody menghempaskan tubuhnya diatas ranjang Queen sizenya. di pandangnya langit-langit kamarnya dengan pandangan yang tidak dapat diartikan. dia masih kesal dengan perkataan Kevin yang tadi mengenai dirinya yang masuk daftar pengawasan sang Oma.


Diambilnya ponsel berlogo buah yang tergigit itu, lalu mendial nomor sepupu yang membuatnya berada dalam masalah.


"hallo" terdengar suara sahutan dari sebrang sana


"heh, hal gila apa lagi yang lo lakukan hingga membuat kita berdua masuk dalam daftar pengawasan Oma?" tanya Melody to the point


"hehe.. maafin gue ya Dy. padahal gue udah sembunyi-sembunyi perginya tapi masih aja ketahuan sama bodyguard Oma"


"emangnya lo kemana sampai bikin Oma marah begitu?"


"jadi gini Dy ceritanya..."


Mengalirlah cerita Arsa yang mengatakan jika dirinya pergi balapan karena ditantang oleh rivalnya lalu dia memenangkan balapan tersebut. namun, teman-temannya malah mengajaknya untuk merayakan kemenangan di sebuah club malam yang terkenal di Belanda. tapi belum sampai Arsa masuk ke tempat itu suara dingin dari salah satu bodyguard Omanya mengintrupsi langkahnya, membuat dirinya tidak jadi merayakan kemenangan bersama teman-temannya. bahkan kini dirinya malah masuk ke dalam daftar orang dalam pengawasan Omanya dan harus pindah ke Indonesia dan yang paling parah Omanya juga mengikutsertakan sepupu kesayangannya Melody.


Ditempat yang berbeda, Bastian berdiri di balkon kamarnya. matanya yang tajam menatap ke arah langit yang mulai menghitam dihiasi percikan-percikan listrik ciptaan tuhan pertanda sebentar lagi hujan akan turun.


Kenangan buruk dibawah guyuran air hujan melintas di benak Bastian. detik-detik dimana dia kehilangan orang yang dia cintai berputar di otaknya bagai kaset rusak. tangisan dan rasa sakit Shela sang kekasih masih terekam jelas di memorinya. perlahan gerimis mulai turun dengan segera Bastian masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu balkon dengan sedikit hempasan hingga membuat pintu itu berdentam.


"gue benci lo hujan" ucapnya dingin


"gue suka hujan tapi sayang gue gak bisa bermain dibawah guyurannya" lirih Melody menatap hujan dari jendela kamarnya sambil mengulurkan tangannya hingga dia bisa merasakan tetesan demi tetesan air yang dingin itu


Melody tersenyum samar, sebentar lagi Arsa akan tiba dirumahnya karena sekarang Kevin sedang menjemputnya dibandara. banyak sumpah serapah yang akan dia keluarkan untuk menyambut sepupu tergilanya itu dan itu akan terwujud sebentar lagi.


"gue gak sabar nungguin lo. siap-siap aja ya sama kejahilan gue. lo sih bikin ulah jadi gue masuk daftar pengawasan Oma kan" ucap Melody terkikik geli sambil membayangkan wajah masam Arsa saat dijahili olehnya.