
Hari ini adalah hari pertama Melody masuk disekolahnya yang baru. sekolah yang sama tempat kakaknya Kevin menimba ilmu selama ini.
Sekarang Kevin sudah kelas dua belas, sedangkan Melody masih di kelas sebelas. mereka memang selisih satu tahun.
Setelah menghabiskan sarapannya, Kevin dan Melody pun berpamitan pada mama dan papa lalu berangkat kesekolah menggunakan mobil masing-masing.
Sesampainya disekolah, Kevin pun turun dari mobilnya dengan gaya cool, dia berjalan menghampiri mobil yang terparkir disamping mobilnya yang tak lain adalah mobil Melody.
Kevin mengetuk kaca mobil yang kemudian dibuka oleh Melody.
"ayo turun, mau sampai kapan de di dalam mobil?"
"kak aku udah rapi kan?"
"iya"
Melody turun dari mobil, rambut panjangnya berterbangan di hembus angin, bagai adegan slow motion murid-murid yang masih berlalu-lalang disekitar koridor dan parkiran pun menatap kearahnya dengan cengo. mereka bertanya-tanya siapakah gerangan gadis yang bersama dengan Kevin itu.
Mereka berdua berjalan menuju ruang kepala sekolah untuk menanyakan dimana letak kelas Melody. setelah urusan mereka selesai, Kevin langsung mengantar Melody ke kelasnya yang berada di sebelas ipa 1.
Tak lama kemudian bel berbunyi nyaring pertanda jam pelajaran akan segera dimulai. semua murid masuk ke dalam kelas dan menunggu guru yang akan mengajar dengan tenang. begitu pula dengan Melody, dia langsung duduk di kursi kosong sambil memainkan ponselnya. bosan memang namun dia tidak ingin menghancurkan hari pertamanya di sekolah baru.
Guru yang mengajar di kelas mereka pun masuk.
"selamat pagi, sepertinya ada murid baru di kelas kita" sapanya dengan ramah
"pagi Miss" sahut murid-murid bersamaan sambil melirik ke arah Melody sebagai tanda bahwa anak baru yang di bicarakan adalah gadis itu
"silahkan maju dan perkenalkan dirimu"
"Hello, perkenalkan nama saya Melody Angelica. saya pindahan dari Turki" ucap Melody memperkenalkan dirinya setelah maju ke depan dan berdiri disamping guru tersebut
"baiklah Melody perkenalkan saya Miss Stella. saya wali kelas di sebelas ipa 1 dan saya juga membawa pelajaran Sejarah"
"oke Miss saya ingat"
Melody pun kembali ke tempat duduknya, tak jarang banyak lelaki yang mengajaknya berkenalan namun hanya dianggap angin lalu olehnya.
Selama tiga jam berada dikelas dengan pelajaran sejarah yang sangat membosankan, akhirnya bel istirahat berbunyi. Miss Stella pun pamit keluar dari kelas disusul oleh murid-murid lain yang berhamburan keluar dari kelas. terkadang mereka juga menawari Melody untuk ke kantin bersama namun dia menolaknya dengan halus.
Saat kelas sudah hampir kosong Melody pun beranjak dari kursinya. dia ingin ke kantin karena cacing-cacing yang berada di dalam perutnya sudah berdemo ingin meminta jatah mereka.
Seorang gadis datang menghampiri Melody dan mengajaknya ke kantin bersama, kali ini dia tidak menolak karena dia tidak mau tersesat dijalan sebab tidak tau arah kantin dimana.
"oh ya Mel tadi pagi gue liat lo bareng Kevin, emang lo siapanya Kevin? pacar barunya?" tanya gadis yang diketahui dengan nama Amelia Danisha pada Melody
"dih, yakali gue mau sama dia" sinis Melody
"halah gaya lo Mel. jangan ngomong gitu ntar lo cinta lagi"
"yakali dah"
Saat mereka tiba di kantin ternyata semua meja sudah penuh. tapi mata Melody yang memang jeli dapat melihat ada dua kursi kosong dimeja pojok kantin. dia langsung menarik tangan Amel untuk menuju meja itu, Amel terbelalak saat mengetahui kemana arah tujuan mereka. dengan segera Amel menghentikan langkahnya membuat Melody otomatis ikut berhenti juga.
"kenapa lagi sih Amel" ucap Melody menatap kesal kearah Amel
"lo yakin kita mau duduk di meja pojok? kalau iya mending lo sendiri aja karena gue gak mau duduk disana"
"emang kenapa sih sama tuh meja?"
"lo gak liat disana udah ada gengnya Bastian. gue gak mau duduk disana bisa-bisa disembur kita sama kata-kata pedasnya"
"bodo amat dah"
Melody kembali menarik tangan Amel menuju meja yang sudah diduduki oleh tiga lelaki tampan dan salah satu dari mereka adalah kakaknya Kevin. saat sudah sampai Melody langsung duduk di kursi yang berada disamping Bastian membuat ketiga lelaki yang berada di sana terkejut dengan kehadirannya.
"lo siap..."
"lo mau sampai kapan berdiri di situ, ayo duduk gak bakalan ada yang makan lo" ucap Melody memotong perkataan lelaki yang berada di samping kakaknya dengan memerintahkan Amel untuk segera duduk
"Mel" lirih Amel menarik lengan baju Melody, sungguh dia sangat takut sekarang apalagi saat ini tatapan mata Bastian terlihat sangat menyeramkan
"apaan sih? ntar dulu Amelia gue mau pesan makan dulu laper nih gue. BUK...PESAN MAKAN"
Amelia menelan ludahnya susah payah, dia memegang erat lengan baju Melody.
"iya neng, mau pesan apa?"
"lo mau apa Amel?"
"bakso sama jus jeruk" lirih Amel pelan
"maaf neng disini tidak menyediakan cake alpukat seperti pesanan neng"
"ya harus ada dong buk gimana sih, masa kantin elit begini gak menyediakan cake alpukat. pokoknya saya mau itu dan harus ada"
"tapi neng..."
"saya gak mau tau pesanan saya harus sudah ada disini sebelum bel masuk berbunyi"
Dengan pasrah buk penjaga kantin pun mengangguk kemudian pergi.
Bastian yang sudah muak dengan keberadaan kedua gadis itu pun langsung menggebrak meja membuat keduanya terkejut begitu pula Kevin dan Senja, bahkan kini mereka jadi bahan tontonan semua orang yang berada di kantin.
"lo apa-apan sih" ketus Melody marah
"ngapain lo duduk dimeja gue" ucap Bastian dingin dan jangan lupakan tatapan matanya yang tajam itu
Melody merotasikan bola matanya malas kemudian memutari meja dan juga kursi tempat mereka duduk membuat Senja menatap aneh kearahnya.
"lo ngapain?" tanya Senja
"mau memastikan kalau nih meja emang bener punya dia (sambil menunjuk Bastian). tapi sayangnya gue gak nemu pahatan nama disini. so, artinya ini meja umum dan gak ada larangan untuk duduk disini"
Sementara itu Kevin menepuk dahinya pelan melihat tingkah adiknya yang menurutnya sangat ****.
"maafin Melody ya kak Bastian, dia anak baru dan gak kenal siapa lo. ayo Mel kita pergi aja, jangan duduk disini" ucap Amel sambil menarik tangan Melody untuk pergi sedangkan Bastian hanya menampilkan senyum miringnya saja
"gue gak mau pergi. ini tempat umum Amel, siapa pun bebas duduk disini. emangnya lo siapa berani banget ngusir gue" sinis Melody menatap Bastian
"Bastian itu temen gue" seru Kevin membuat tatapan Melody mengarah padanya
"oh temen lo. bilangin dong gue mau duduk disini, meja lain penuh. Ody laper" rengekan manja ala Ody keluar juga akhirnya karena memang dia sudah sangat lapar ditambah perdebatan non faedah dari teman kakaknya membuatnya bertambah lapar
"yaudah lo duduk aja dan jangan bikin masalah lagi" ucap Kevin lembut membuat Melody bersorak senang dan duduk kembali di kursinya
"sorry Bas kalau lo gak nyaman dengan kehadiran mereka, tapi cewek yang lo bentak tadi adalah orang paling berharga di hidup gue setelah mama gue. jadi gak apa-apakan kalau mereka makan satu meja sama kita" ucapan Kevin membuat Bastian, Senja dan Amel menatap ke arahnya. biasanya Kevin tidak akan segitunya membela seorang gadis walaupun gadis itu berstatus sebagai pacarnya
"dia siapa lo sih?" bisik Senja tapi hanya mendapat senyuman dari Kevin
Pesanan Melody dan Amelia pun datang. ternyata penjaga kantin tadi benar-benar membuatkan cake alpukat padanya dan itu berhasil mengembalikan mood Melody yang sempat hilang. Bastian kembali duduk di kursinya pertanda dia mengijinkan kedua gadis itu duduk semeja dengannya.
Senyum Melody mengambang kala merasakan cake alpukat itu masuk kedalam mulutnya. sedari dulu dia memang sangat menyukai makanan berbau alpukat.
"Ody lo jangan bolos ya nanti" ucap Kevin mewanti-wanti Melody
"gak janji"
"Ody, ini Jakarta bukan Turki dan lo belum terlalu hafal sama jalanan, nanti lo nyasar gimana?"
"yaelah teknologi udah canggih dan gak mungkin gue nyasar. lagi pula kalau nyasar kan bisa liat GPS "
"ternyata cewek cantik kaya lo bisa bolos juga" ucap Senja membuat Melody mengangguk
"kalau lagi bosen aja sih"
"oh ya, nama gue Senja Dimitri. nama lo siapa?"
"gue Melody Angelica"
"anak baru ya Mel?"
"iya. pindahan dari Turki"
"buset jauh bener"
"ya mau gimana lagi coba, udah takdir"
Bel istirahat pun berbunyi yang artinya istirahat sudah berakhir. dengan segera Melody menarik tangan Amelia untuk keluar dari kantin, tak lupa meninggalkan selembar uang seratus ribuan dan mengecup pipi Kevin singkat.
"Ody ke kelas dulu ya kak, kakak kurang-kurangin playboy-nya, ingat kalau punya ade cewek. bye"
"wes, Kevin dicium Melody" ucap Senja terkekeh
"udah biasa kali Sen. yok ah balik kelas, guru killer nih yang ngajar" ucap Kevin
Mereka pun pergi meninggalkan kantin menuju kelas karena tidak ingin dihukum oleh guru yang mereka sebut sebagai guru killer.
jangan lupa tekan like dan love ya😊.