Melody

Melody
17



Setelah pulang sekolah, Melody langsung menuju kamarnya. namun, dirinya juga tidak lupa menyapa sang Mama dan Papanya yang berada di ruang keluarga.


Kevin merasa heran dengan tingkah adiknya yang terkesan panik dan cemas setelah mendapat telpon dari Robert tadi. Dan, melihat bagaimana Melody yang pergi ke kamarnya dengan tergesa-gesa itu menambah kecurigaan Kevin pada Melody.


"Mah, Ody kenapa sih?" tanya Kevin pada Galuh membuat sang Mama bingung


"kenapa gimana?"


"iya, adek aneh banget tingkahnya hari ini. Kevin bingung deh"


"mungkin dia lagi ada masalah kali" celetuk Ardi


"mungkin sih Pah, soalnya tadi adek sensitif banget karena Kevin menyinggung hubungannya sama Keny. menurut Kevin nih ya, masalah adek pasti gak jauh-jauh dari Keny"


"udah deh kamu gak usah kepo, Mama yakin Ody pasti bisa mengatasi masalahnya dengan baik. lagi pula dia sudah besar, sudah saatnya dia belajar mengatasi masalahnya sendiri"


"Mama kamu benar Kevin, kamu jangan terlalu mencemaskan Ody. biarkan dia belajar, jangan membatasi keinginannya dan jangan terlalu mencampuri urusannya. kalau nanti masalahnya sudah tidak bisa dia atasi sendiri Papa yakin Ody pasti meminta bantuan mu"


"Papa sama Mama seyakin itu"


Ardi menepuk bahu Kevin, dia sangat tau bahwa putranya itu terlalu possesif pada adiknya. tapi, Kevin juga harus bisa mengurangi sifat possesifnya itu dikarenakan adiknya sudah besar. sudah saatnya Melody mengatasi masalahnya sendiri tanpa campur tangan orang lain.


"Papa tau kamu masih belum bisa melepas Melody karena kamu menyayanginya. tapi Vin, kamu harus tau Melody sudah besar, dia harus tau cara mengatasi masalah sendiri jika suatu saat nanti kamu atau papa dan mama tidak bisa membantunya"


"Kevin tau Pah, hanya saja terkadang Kevin iri pada Arsa yang selalu ada di samping Melody. membantunya bahkan tak jarang Arsa selalu mengetahui masalah apa saja yang menimpa Melody"


"kamu gak akan kehilangan Melody, Kevin" ucap Galuh


Galuh pun memeluk Kevin, perasaan seorang ibu tidak dapat diragukan bukan. iya, Galuh merasa bahwa Kevin takut kehilangan Melody, Kevin takut kalau-kalau suatu hari nanti Melody lebih menyayangi Arsa dibanding dirinya.


"Mah, Kevin cuma mau Ody berbagi sama Kevin Mah" lirih Kevin membalas pelukan Galuh


"Mama tau nak, tapi untuk saat ini biarkan dia menyelesaikan masalahnya ya. jika nanti dia tidak bisa mengatasinya, maka kamu boleh ikut membantu"


"iya Mah"


"yasudah, lebih baik kamu sekarang ke kamar, ganti baju lalu makan siang" ucap Ardi yang dibalas anggukan dari Kevin


"anak itu over possesif sekali" gerutu Ardi ketika Kevin sudah menghilang dari hadapannya dan Galuh


"biarkan saja, lagi pula sifatnya itu menurun darimu"


"aku tidak sepossesif itu sayang"


"mirror sana" ketus Galuh kemudian dia berjalan pergi meninggalkan Ardi diruang keluarga sendirian


"main tinggal aja nih istri, untung sayang" ucap Ardi lalu pergi menyusul sang istri


\*\*\*\*


Melody keluar dari walk in closet dengan pakaian casualnya**. dia teringat kata-kata Robert yang mengatakan bahwa Omanya akan terbang menuju Indonesia tepat di jam 5 sore waktu Indonesia bagian barat.


Dengan segera Melody melompat ke atas tempat tidur lalu meraih ponsel yang tadi sudah di charger. dia pun mendial nomor Omanya sekaligus berdoa dalam hati berharap kali ini Omanya masih mau mengabulkan permintaannya.


"hallo Oma" sapa Melody saat telpon sudah tersambung


"hallo sayang, akhirnya kamu menelpon Oma juga. Oma sudah frustasi mengingat tak ada satu pun dari kalian yang menghubungi Oma"


"maafkan Ody karena tidak menguhungi Oma. tapi kali ini Ody ingin menghabiskan waktu dengan Oma, bisa kan Oma"


"sepertinya kamu memang merindukan Oma, tapi untuk kali ini tidak bisa sayang. Oma harus ke bandara, hari ini Oma mau terbang ke Indonesia menemui mu"


"untuk apa Oma ke Indonesia, tumben banget"


"iya Oma datang ingin berkunjung, sekalian ingin membicarakan perjodohan mu dengan Keny. oh my got, Oma lupa mengatakan hal ini padamu, apakah Keny sudah memberitahu mu mengenai ini?"


"bagus kalau begitu. berarti Oma dan kedua orang tua mu hanya akan membahas tanggal pertunangan kalian" potong Oma Dery


"Oma" lirih Melody


"kenapa sayang, apa kamu ingin mengatakan konsep acaranya pada Oma?"


"bukan Oma"


"lalu? apa sayang?"


"Oma, boleh Ody minta waktu? Ody belum siap dengan perjodohan ini. mungkin menurut Oma karena Ody selalu bersama dengan Keny, Ody akan menerima perjodohan ini dengan mudah. tapi nyatanya, Ody masih perlu waktu untuk semua ini Oma"


"ck, memangnya apa lagi yang perlu kamu pikirkan Ody. kamu lihatkan Keny itu lelaki yang baik, dia juga berasal dari keluarga baik-baik. lagi pula kamu sudah berteman lama dengannya, dia lelaki yang pantas mendampingi mu"


"yang baik menurut Oma belum tentu baik menurut Ody. Oma, yang menjalankan pernikahan itu nantinya adalah Melody bukan Oma. jadi, sudah seharusnya Ody meminta waktu pada Oma dan sudah kewajiban Oma pula untuk memberikan Ody sedikit waktu untuk berpikir. Ody tau kalau Oma menginginkan yang terbaik untuk Ody, tapi ini masalah hati Oma. siapa pun tidak berhak memaksakan keinginan hati bukan?"


"Oma tau Ody, tapikan kamu dan Keny sudah saling mengenal. bahkan kamu dan Keny juga sudah saling mengerti satu sama lain. Oma hanya ingin melihat kamu bahagia sebelum Oma meninggalkan dunia ini"


"Oma bicara apa sih. Oma akan melihat Ody bahagia nanti tapi bukan dengan cara perjodohan seperti ini Oma. Ody hanya ingin menikah dengan orang yang Ody cintai bukan dengan paksaan dari orang lain"


"bukankah selama ini kamu mencintai Keny dan Keny juga begitu kan? kalian saling mencintai, lalu apa lagi?"


"sudah Ody duga Oma pasti akan mengatakan hal itu. Oma dengarkan Ody, dekat bukan berarti Ody menyukai Keny begitu pula sebaliknya. kami hanya berteman tidak lebih dari itu"


"Oma tidak menerima alasan apa pun Ody. pokonya kamu harus tetap bertunangan dengan Keny karena hanya dia yang berhak mendampingi kamu di masa depan. mengerti kamu?"


"Oma egois"


"terserah apa kata mu Ody, bagi Oma kamu tetap akan bertunangan dengan Keny"


"oke kalau itu mau Oma. berarti Oma harus memberikan Ody waktu untuk berpikir. Oma tau kan kalau Ody adalah orang yang nekat. Ody bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan acara itu kalau Oma tidak mau memberikan Ody waktu sedikit saja"


"baik, Oma akan kasih kamu waktu dua bulan dan setelah waktu itu berakhir kamu harus mau bertunangan dengan Keny"


"APA, DUA BULAN???"


"iya, kenapa? apa ada yang salah?"


"itu terlalu singkat Oma dan Ody belum bisa memutuskan dalam waktu yang begitu singkat. bagaimana kalau 6 bulan? nanti Ody sendiri yang akan datang ke Turki, lagi pula itu bertepatan dengan liburan sekolah"


"itu terlalu lama Ody"


"tolonglah Oma, berikan waktu selama 6 bulan untuk Ody. Ody janji gak akan mengecewakan Oma"


"huh, baiklah. Oma akan memberikan waktu selama 6 bulan untukmu memutuskan hal ini dan kamu tidak boleh menolak, mengerti?"


"iya Oma, Ody mengerti. makasih Oma, Ody menyayangi Oma"


"iya-iya, Oma juga sangat menyayangi mu. Oma ingin yang terbaik untuk mu"


"oke Oma, kalau gitu telponnya Ody tutup ya, Ody mau makan. bye Oma"


"bye sayang"


"masalah satu clear" ucap Melody setelah sambungan telpon terputus.


Dia pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan karena perutnya sudah keroncongan. ditambah waktu makannya harus tersita karena masalah ini.


**hay gays........


jangan lupa vote dan comment ya.


see you next chapter**.