
Semenjak, kejadian dimana Bastian yang membentak Senja dan berlalu membuat Melody menjadi takut padanya. berulang kali Bastian ingin menemui gadis itu tapi sepertinya dewi fortuna memang tidak berpihak padanya. dikarenakan setiap kali dia ingin mendekati Melody, gadis itu langsung ngacir pergi dan terkadang menghindar agar tidak bertemu dengannya.
Seperti saat ini, Bastian yang melihat Melody berjalan bersama Arsa dikoridor pun langsung mencoba mendekati gadis itu. namun, seolah menyadari kehadiran Bastian, Melody menarik tangan Arsa berlari ke arah yang berbeda dengan datangnya Bastian.
Yah, setelah lima hari tidak masuk sekolah akhirnya Arsa kembali ke SMA BINARAGA. namun, dia merasa aneh dengan sikap sepupunya yang terkesan menghindar jika berhadapan dengan pria es balok alias Bastian.
Karena penasaran dia pun akhirnya bertanya pada Melody saat mereka sudah berhenti berlari.
"lo kenapa sih, setiap ngeliat Bastian langsung ngacir. takut lo sama dia?" tanya Arsa berkacak pinggang disertai nafasnya yang terkesan tersenggal-senggal
"mana lo pake narik-narik gue segala lagi" ketusnya
"ck, siapa yang gak takut coba dia bentak-bentak orang depan gue. kan lo tau sendiri gue paling gak suka dengan bentakan" sahut Melody kesal
Arsa hanya manggut-manggut mengerti, dia sangat tau bahwa sepupunya itu sangat membenci suara bentakan. pernah sekali Melody dibentak oleh salah satu temannya, alhasil gadis itu marah padanya dan mogok bicara dengannya. padahal kan itu bukan salah dirinya.
Akhirnya Arsa pun menarik tangan Melody menuju kantin. kebetulan mereka berada di koridor yang mengarah ke tempat semua siswa mengisi perut alias kantin.
"mau pesan apa lo?" tanya Arsa
"cake alpukat sama jus alpukat"
"bisa yang lain gak Dy? gue bosan ngeliat lo makan itu-itu mulu"
"bisa. tapi sayangnya gue gak mau yang lain"
"nyebelin lo"
"jangan bacot. mending lo pesanin sekarang, gue laper"
Dengan kesal Arsa beranjak dari tempat duduknya memesan makanan untuk mereka berdua.
\*\*\*\*
Bastian mendecih saat Melody menarik tangan Arsa untuk berlari karena menyadari kehadiran dirinya di dekat gadis itu. niatnya untuk meminta maaf masih besar, tapi Bastian tidak tau apa yang harus dia lakukan.
Dulu, dirinya tidak seperti ini pada seorang gadis. bahkan, pada Shela pun Bastian sangat jarang meminta maaf padahal dia sangat mencintai gadis itu. tapi lihatlah sekarang, dia bahkan rela mencari gadis berambut coklat itu disetiap kelas hanya untuk meminta maaf. nyatanya, Melody bukan siapa-siapa dihidupnya hanya saja dia merasa Melody mempunyai peran penting di hidupnya. ntahlah, sangat sulit untuk mendeskripsikan perasaan Bastian pada Melody saat ini.
"Bas, lo kenapa dari tadi gue liat lo uring-uringan gak menentu?" tanya Senja dengan gaya alay
"gaya lo, jijik gue" ketus Kevin bergidik ngeri
"sewot aja lo kaya bajai Bajuri"
"dih, alay lo"
"sok ganteng lo"
"gue emang ganteng kali, lo aja yang tutup mata selama ini"
"PD gila lo Vin"
"suka-suka gue lah"
"BERISIK"
Keduanya serentak diam dan tidak berani bersuara karena sudah di cela oleh sahabat kutubnya.
"*untung sahabat, kalau nggak udah gue gorok lo Bas" batin Senja kesal
"dasar kutub utara" betin Kevin*
"jangan ngatain gue" ucap Bastian dengan tatapan tajam menatap kedua sahabatnya
"HAH"
"lo cenayang?" tanya Senja pula
"bisa diam?" ucap Batian lagi membuat mereka bungkam seketika
Bastian berjalan menjauh dari keduanya, niatnya masih sama yaitu harus mendapat maaf dari Melody. dia juga akan melakukan apa saja agar Melody mau memaafkan dirinya.
"Melody tunggu" panggilnya saat melihat gadis itu melintas tak jauh dari dirinya
Melody pun menegang kaku saat tangannya di tahan oleh Bastian. dia enggan untuk berbalik, bukan apa-apa hanya saja dia masih takut dengan lelaki es balok itu.
"jangan tegang gitu, biasa aja. gue mau minta maaf soal kemarin malam"
Melody masih diam, hanya mendengar perkataan Bastian tanpa mau menjawab.
"gue tau lo takut di bentak, tadi Kevin udah cerita. jadi, gue mau minta maaf. lo mau kan maafin gue"
"lihat gue Mel"
Bastian membalik tubuh Melody agar menghadap ke arahnya. namun, tetap saja walaupun kini mereka sudah saling berhadapan Melody masih saja menunduk dan tidak menatap mata Bastian.
Menghela nafas lelah, Bastian menarik dagu Melody dan dapat di lihat olehnya bahwa mata gadis itu berkaca-kaca menahan tangis.
Dengan lembut Bastian membawa Melody ke dalam pelukannya.
"jangan nangis Mel, lo bikin hati gue sakit karena gara-gara gue air mata lo jatuh" lirih Bastian
Melody terisak, dia pun membalas pelukan Bastian dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang lelaki yang sering disebutnya sebagai es balok itu.
"maafin gue ya"
"lo jahat hiks...hiks.. lo jahat" isak Melody membuat Bastian mengeratkan pelukannya
Beruntung koridor tengah sepi kalau tidak aksi mereka akan menjadi bahan tontonan siswa lain.
"iya gue jahat. lo maafin gue ya, gue janji gak akan bentak-bentak orang depan lo lagi"
Melody mengangguk kemudian mendongakkan kepalanya menatap Bastian yang kebetulan tengah menatapnya juga.
"tap..tapi.. lo janji gak akan kaya gitu lagi kan?" tanya Melody terbata-bata memastikan bahwa Bastian tidak mengulangi kesalahannya lagi
"iya. gue janji. mau kan maafin gue?"
"iya. gue mau maafin lo"
Bastian tersenyum lebar, lalu mengusap air mata Melody. lalu, dia mengeratkan pelukan mereka.
nyaman.
Satu kata itu yang selalu hadir kala dirinya berdekatan dengan Melody. gadis bertubuh proporsional dengan rambut berwarna coklat itu mampu membuat hatinya yang dulu beku kini merasakan kembali rasa yang pernah hilang dari hatinya.
Dari kejauhan Kevin melihat hal itu. diam-diam dia merasa senang karena Bastian mampu membuka hati pada gadis lain. namun, ada rasa ragu juga di hatinya kala mengingat gadis yang mampu meluluhkan hati sahabat kutubnya itu adalah adik kesayangannya. dia takut Melody terluka, dia takut sangat takut kalau adiknya itu merasakan hal yang namanya patah hati. terlebih, mungkin saja Bastian masih ragu dengan hatinya.
Yah, Kevin meragukan Bastian. karena dia sangat tahu bagaimana dulu Bastian mencintai Shela dan bagaimana terpuruknya Bastian kala mendapat kabar bahwa Shela meninggal dunia karena kecelakaan. Kevin takut kalau Bastian hanya menjadikan Melody sebagai pelampiasan.
Kevin menggelengkan kepalanya, dia tidak akan membiarkan Bastian menyakiti permatanya. biar pun Bastian adalah sahabatnya, Kevin akan tetap bertindak kalau sampai Bastian membuat adiknya terluka.
"gue akan biarin lo dekat sama adik gue. tapi, gue gak akan biarin lo nyakitin adik gue" gumam Kevin kemudian dia berjalan pergi meninggalkan kedua remaja yang masih berpelukan dikejauhan sana.
**jangan lupa vote dan comment ya gays.
bantu author untuk tetap berkarya.
see you next chapter❤❤❤**.