
Bastian berjalan dikoridor sendirian. banyak siswa perempuan yang terpesona pada ketampanannya, tapi mereka tidak berani mendekat dikarenakan sifat Bastian yang dingin.
Tanpa menghiraukan para gadis yang memandangnya lapar, Bastian tetap berjalan tujuannya kali ini adalah lapangan basket.
Sesampainya di lapangan basket Bastian langsung mengambil bola dan menggiringnya menuju ring. melihat Bastian bermain basket di lapangan, banyak siswa perempuan yang berbondong-bondong untuk melihat lelaki pujaan mereka bermain basket.
Bola itu melambung dan masuk ke dalam ring, lalu memantul dan ditangkap oleh seseorang yang berada di pinggir lapangan. Bastian menoleh dan menatap bola yang kini berada di tangan Melody.
Melody berjalan ke tengah lapangan. bola yang berada ditangannya pun dipantul-pantulkan.
"permainan lo bagus" ucap Melody tersenyum manis membuat Bastian terpesona dengan senyum itu
"tapi lo masih punya utang sama gue. gue harap lo gak lupa" ucap Melody lagi sambil berkacak pinggang
"gue gak lupa" sahut Bastian memutar bola matanya malas
"bagus deh kalau gitu, mending sekarang ke kantin gih Arsa udah nunggu"
Dengan malas Baatian pergi meninggalkan lapangan dan berjalan menunju kantin untuk mentraktir teman-temannya makan. Sementara Melody dia menatap Bastian hingga punggung lelaki itu menghilang di balik tembok.
Melody menghembuskan nafas pelan kemudian memilih menyusul Bastian ke kantin.
\*\*\*
Bel pulang sudah berbunyi sedari tadi, tapi di dalam kelas sepuluh ipa 1 masih ada siswa yang belum keluar kelas. yah, Mereka adalah Melody dan Arsa. mereka berdua masih terlalu fokus mencatat tulisan di papan tulis.
Setelah selesai, mereka berdua pun keluar dari kelas dan suasana koridor sudah sangat sepi.
"buset nih sekolah udah mirip kuburan, horor banget" celetuk Arsa merinding karena sekolah yang sudah sunyi dan sepi ditambah hari ini tidak ada pelajaran tambahan bagi siswa yang mengikuti ekstra kurikuler.
"siapa suruh lo dari tadi molor" ketus Melody
"ck, ngaca dong lo juga molor tadi"
"gue itu ketularan elo. coba aja tadi lo gak molor pasti gue juga kagak ikutan molor"
"nyari alasan aja lo"
Arsa langsung masuk ke dalam mobil disusul Melody yang juga masuk dan duduk di kursi penumpang disamping Arsa. beruntunglah kali ini mereka berangkat satu mobil.
Sesampainya mereka di rumah, Melody dan Arsa langsung menyelonong masuk tanpa mengucap salam dan menyapa sang mama yang berada di ruang keluarga.
"lah tuh bocah dua ngapa ya" ucap Galuh sambil menggelengkan kepalanya
"Dy, nanti jadikan tanding sama raja jalanan itu?" tanya Arsa memastikan
"jadi. oh ya, gue tunggu di kamar gue, nanti kita kabur lewat jendela"
"ntar ketahuan gimana?"
"gak bakal"
"serah deh, gue ngikut lo aja"
"sip"
Malam hari di mansion Aditama, setelah makan malam selesai Melody dan Arsa pun memulai aksinya.
"Mah, Pah, Melody ke kamar dulu ya, udah ngantuk nih"
"Arsa juga tan, om, tadi disekolah cape banget"
Mereka pun akting menguap supaya mama dan papanya tidak curiga.
"yaudah sana, jangan lupa minum vitamin biar gak sakit" ucap Ardi
"iya pah"
"Pah, Mah Kevin pamit keluar ada janji sama Bastian dan Senja" ucap Kevin berpamitan
"jangan pulang larut ya" ucap Galuh
"iya mah"
"kamu jangan ikut balap-balapan ngerti" ucap Ardi
"iya pah tenang aja"
Setelah berpamitan Kevin pun segera keluar dari rumah menuju garasi. dia memilih motor sport warna hitam sebagai kendaraan, lalu memacu motor tersebut keluar dari pekarangan mansion.
Sementara itu di dalam kamar Melody, dia tengah menatap kepergian sang kakak lewat jendela. setelah memastikan Kevin sudah jauh, dia langsung menurunkan kain yang sudah dia lilitkan menjadi panjang guna sebagai tangga untuk turun dari kamarnya ke garasi.
"lo yakin kita gak bakal ketahuan. bisa berabe Dy kalau sampai ketahuan" bisik Arsa
"lo tenang aja, mending sekarang lo turun"
Arsa pun memegang kain tersebut lalu turun dengan perlahan hingga sampai di bawah dengan selamat kemudian, Melody juga menyusul. saat sudah sampai dibawah, mereka berdua berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan.
Melompati pagar belakang mansion yang lumayan tinggi mampu memicu adrenalin keduanya, tapi itu tidak mengurungkan niat mereka untuk kabur. disaat berhasil melompati pagar tersebut, Melody langsung menuju ke arah semak-semak yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"mau ngapain lo Dy?" bisik Arsa
"ikut aja ayo"
Ternyata Melody menyembunyikan sebuah motor sport di balik semak-semak tersebut. dengan senyum miring dia melirik Arsa yang terkejut.
"gila niat banget lo nyimpan nih motor disini"
"ya dong. ayo buruan pergi ntar kita telat"
Arsa mengangguk kemudian dia menaiki motor dengan Melody sebagai pengendara. Melody mengendarai motor tersebut dengan kecepatan diatas rata-rata membelah jalanan ibukota di malam hari.
\*\*\*
Suasana sirkuit terlihat ramai akan orang-orang yang berdatangan ingin melihat pertandingan antara raja jalanan dengan seseorang yang masih dirahasiakan.
Disudut lain Bastian, Kevin dan Senja sudah berkumpul di markas mereka dengan berbagai cemilan di atas meja. mereka sengaja menunda waktu untuk melihat siapa lawan dari Bastian.
"tumben banget kali ini lawan lo dirahasiakan?" ucap Kevin
"gak tau"
"Bas, lo kalau ngomong panjang napa. jangan cuma dua kata, stok huruf di mulut lo cuma segitu" gerutu Kevin sedangkan orang yang dibicarakan malah diam serta Senja yang terkekeh geli melihat ekspresi Kevin
"Bas, lawan lo udah datang" ucap Seorang lelaki yang merupakan satu geng motor dengan Bastian
"oke"
"cabut bro, gue penasaran sama lawan lo" ucap Senja
Mereka pun berjalan menaiki motor masing-masing lalu memacu motor tersebut menuju sirkuit balap.
"SIAPA LAWAN GUE?" teriak Arsa yang duduk diatas motornya dengan helm full face yang menutupi wajahnya serta Melody yang berdiri di samping Arsa menggunakan masker
"gue"
Arsa sontak menoleh dan betapa terkejutnya dia saat melihat Bastian, Kevin dan Senja berjalan menuju kearahnya. dia mengalihkan tatapan ke Melody.
"udah lo jangan buka helmnya" bisik Melody pelan
"ngapain lo berdua bisik-bisik" ketus Senja
"tunggu deh, gue kaya kenal nih motor sama pengendaranya" ucap Kevin menatap motor dan Arsa bergantian
"mati gue" batin Arsa cemas
"lo mirip..."
"kapan sih ini tandingnya lama banget" ucap Melody ketus sambil bersedekap dada
"huh, untung aja" batin Arsa lega
"lo salah nyari lawan" ucap Bastian dingin
"oh ya" sahut Arsa sinis
"kita liat aja nanti" lanjutnya
Bastian pun kembali ke motornya, dia memakai helm full face. sedangkan Kevin matanya masih mengawasi gerak-gerik orang yang menjadi lawan tanding Bastian.
"lo kenapa Vin?" tanya Bastian
"lo masih nebak lawannya si Bastian siapa gitu?" ucap Senja
"iya dan kayanya mereka berdua familiar banget dan mereka mirip Melody dan Arsa"
Bastian langsung menoleh kearah Kevin saat mendengar nama Melody lolos dari bibir Kevin.
"kita bakal tau nanti" ucap Bastian
Mereka pun berada di garis start lalu seorang gadis berpakaian sexy datang dan berdiri diantara motor mereka. diangkatnya bendera itu lalu menghintung mundur dari tiga ke satu.
*Satu...
Brummm...
Dua...
Brumm...
Tiga...
Brummmmm*.....
Kedua motor itu melaju dengan kecepatan diatas rata-rata, terlihat Bastian yang memimpin di depan. senyum sinis terukir di bibirnya.
Dua putaran sudah terlewati dan masih Bastian yang memimpin. teriakan dan sorak-sorak penonton terdengar meneriaki nama idolanya masing-masing.
Di putaran terakhir keadaan berbalik dimana Arsa menaikkan kilometer dan melaju meninggalkan Bastian di belakangnya. tentu saja Bastian terkejut karena sadari tadi dialah yang memimpin. dengan cepat pula dia melaju ingin menyalip Arsa namun Bastian kalah cepat karena Arsa sudah menambah laju motornya dan wusss... sampai di garis finish.
"sial" teriak Bastian marah karena kalah
"APA!!! BASTIAN KALAH!" teriak Senja syok
"udah gue duga itu pasti mereka, lo tunggu disini" Kevin pun melangkah mendekati Arsa dan Melody yang tengah dikerumuni orang-orang
"mau kemana dia?" tanya Bastian pada Senja dia baru saja datang menghampiri
"mau memastikan sesuatu. ayo liat gue penasaran apa yang akan dilakukan Kevin"
Sementara itu Kevin tengah merengsek maju dan kini berdiri di hadapan Arsa dan Melody.
"mau apa lagi lo" ketus Melody
"lo kira bisa membohongi gue" ucap Kevin santai
"gue tau siapa kalian" ucapnya lagi
"duh *****" batin Melody
"tamat riwayatmu Arsa Brawijaya" batin Arsa*
Kini Bastian dan Senja juga sudah berdiri di hadapan Melody dan Arsa. mereka sudah seperti hakim yang mengintrogasi maling.
"jadi kalian gak mau ngaku? Melody? Arsa?" ucap Kevin sambil bersedekap dada
"atau gue telfon Oma biar lo berdua ngaku dan kembali dihukum sama Oma? mau lo berdua"
Mendengar perkataan Kevin yang bernada mengancam membuat Melody dan Arsa saling lirik dan senggol-senggolan.
"melihat gelagat lo berdua yang kaya gitu semakin memperkuat dugaan gue kalau kalian adalah Melody dan Arsa"
"kalian ngaku atau..."
"oke" potong Melody cepat lalu membuka maskernya disusul Arsa yang membuka helm full facenya
"nah kan udah tau gue"
"hehe"
"nyengir aja lo"
Bastian yang melihat kalau Arsalah yang mengalahkannya serta Melody yang berada disana, ntah mengapa ada rasa senang di hatinya.
"jadi gini kak, Ody penasaran sama yang namanya raja jalanan makanya dia nyuruh gue ikutan tanding" ucap Arsa
"nah rasa penasaran lo udah terbayar kan de, sekarang mending lo berdua balik"
"iya-iya ini juga mau balik" ucap Melody kesal lalu naik ke atas motor
"besok gue traktir deh biar gak cemberut" ucap Bastian sambil mengacak rambut Melody membuat Kevin dan Senja melongo
"beneran?"
"iya, mending sekarang lo balik terus langsung tidur dan jangan lupa baca doa"
"oke, tapi lo janji ya traktir gue sama Arsa"
"iya, sana gih pulang"
"oke, bye es balok"
"ini beneran elo Bas" ucap Senja yang masih tercengang menatap Bastian serta Melody yang semakin menjauh dari pandangan mereka
"iyalah" sahut Bastian dingin kemudian berlalu dari hadapan Kevin dan Senja lalu memacu motornya meninggalkan sirkuit
"wah, gue mesti tanya Melody nih ada hubungan apa ade gue sama Bastian"
"gue setuju Vin, tanya aja".
jangan lupa vote dan like juga share ke teman-teman kalian ya.