
Malam hari di mansion Aditama atau lebih tepatnya di ruang makan hanya ada suara denting sendok yang beradu dengan piring, tidak ada yang mengeluarkan suara baik itu deheman atau pun candaan karena sang kepala keluarga sangat melarang anggota keluarganya untuk berbicara ketika sedang makan dan peraturan itu sudah diterapkan sejak Melody dan Keviano masih kecil.
setelah menghabiskan makan malamnya keluarga Aditama pun meninggalkan meja makan dan membiarkan para maid mengerjakan tugas mereka.
mereka memilih untuk bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi, ditemani celotehan Melody yang bercerita mengenai jalan-jalan sorenya bersama Kevin. Ardi sang papa pun hanya tersenyum melihat tingkah manja putri bungsunya.
"Dy, besok kamu udah mulai masuk sekolah yang sama dengan kakak mu" ucap papa Ardi
"yah pah kok cepat banget sih" ucap Melody
"itu bagus sayang biar kamu gak ketinggalan pelajaran" ucap mama Galuh ikut menasehati Melody
"tapi kan Mah Melody baru aja sampai ke Indonesia masa langsung sekolah aja sih"
"lah si ade protes aja sih lo, terima aja kenapa sih. lagian nih ya de di sekolah kakak tuh banyak cogannya nanti kamu bisa kecengin satu-satu" ucap Kevin
"ajarin aja terus ade kamu pacaran dasar playboy cap tiga roda" ketus mama Galus sambil menepuk bahu Keviano kuat
"aduh mah sakit nih"
"makanya jangan ngajarin adenya yang gak bener" seru papa Ardi
Melody tertawa melihat kakaknya yang mengaduh kesakitan karena di tepuk mamanya, dia juga tau kalau kakaknya memang playboy kelas kakap padahal menurut Melody wajah kakaknya tidak ganteng-ganteng banget.
"oh ya de nanti lo kalau disekolah jangan bikin malu gue sebagai kakak ya"
"maksud lo apa ngomong kaya gitu ke gue"
"ya kan kata Oma lo kalau disekolah jadi begal dan Oma sering banget di panggil kepsek makanya gue wanti-wanti dulu sebelum lo sekolah di sekolahan gue"
"dih walaupun gue bandel tapi gue tetap pintar kok"
yah, sudah bukan rahasia umum di keluarga Aditama kalau putri tunggal Ardi Aditama sangatlah bandal dan keras kepala. Melody memang anak yang tidak pernah takut pada siapa pun karena dia berprinsip 'kalau tidak salah ngapain takut' itulah yang selalu dia pengang teguh di dalam hidupnya. tapi walaupun begitu Melody adalah anak yang penurut dan pekerja keras, selama ini dia tidak pernah meminta uang sepeser pun dari orang tua atau pun Omanya karena dia lebih suka memakai uang hasil tabungannya.
Sementara itu di sebuah sirkuit balapan sudah terlihat dua motor sport yang akan bertanding untuk mendapatkan kedudukan yang pantas di mata setiap geng motor. suara teriakan terdengar memekakkan telinga diselingi suara deru motor yang bising sekali. seorang pengendara motor sport berwarna orange itu membuka helm full facenya lalu mengangkat tangan kanannya dan memperlihatkan jempolnya kemudian membalikkan jempolnya membentuk loser.
"gue pastikan lo akan kalah dalam balapan kali ini dan posisi geng motor terbaik akan jatuh di tangan gue" ucap pengendara lain yang memakai motor warna hitam yang berada di samping lelaki yang mengatakan loser tadi
"coba aja" sahut lelaki itu dingin
seorang gadis berpakaian sexy berjalan ke tengah-tengah kedua motor yang akan bertanding, di tangannya ada sebuah bendera berwarna merah. diangkatnya tinggi-tinggi bendera itu lalu dia menghitung sampai tiga dan melemparkan bendera tersebut.
kedua motor itu pun melaju meninggalakan garis start, saling kebut-kebutan dan tak jarang melakukan trek-trekan membuat degub jantung memompa dengan cepat.
"BASTIAN..."
"DERBY.."
"BASTIAN.."
"BASTIAN.."
"DERBY.."
begitulah sorak-sorakan yang terdengar dari penonton yang menyebutkan nama jagoannya masing-masing. dan ternyata yang sedang bertanding itu adalah Bastian Franklin Erlangga pemimpin geng motor yang sangat disegani di jalanan. walaupun sifatnya dingin namun dia mampu memimpin geng motornya untuk tetap dipandang hormat oleh geng motor lainnya.
sudah dua putaran mereka bertanding dan sekarang adalah putaran terakhir dimana disinilah penentu dari pemenang balapan ini. Bastian pun menarik gas motornya lalu menyalip motor Derby yang berada di depannya, kemudian masuk ke garis finish. sudah dipastikan bukan siapa pemenangnya, yah Bastianlah yang menang. dia pun membuka helm full face yang menutupi wajahnya dan menatap sinis ke arah Derby.
"so, lo kalah" ucapnya dingin disertai senyum miring khas Bastian
"lo boleh menang kali ini tapi nggak lain kali" ucap Derby sinis kemudian menaiki motornya dan melaju meninggalkan sirkuit
"wes bro, lo emang hebat. selamat ya" ucap Senja bertos ala lelaki dengan Bastian
"thanks"
"Woy, Bas bisa kali nih kita makan-makan" seru anak yang segeng dengan Bastian
"boleh, ntar lo ajak Senja" ucap Bastian dingin
"Kevin ngucapin selamat nih sama lo katanya dia gak bisa datang soalnya ada acara keluarga" seru Senja memperlihatkan hasil chatnya dengan Kevin pada Bastian
"no problem"
sedangkan dirumahnya Kevin sedang berbalas chat dengan anak motor lainnya di grub, tengah membahas kemenangan Bastian serta acara makan-makan yang akan meraka rayakan di kantin sekolah besok.
yah, Kevin juga merupakan salah satu sahabat Bastian selain Senja. mereka bertiga sudah berteman sejak lama dan Kevin juga sangat tahu apa penyebab berubahnya Bastian menjadi lelaki yang sangat dingin seperti ini.
"ngapain kak? seru banget kaya-nya?" ucap Melody kemudian duduk di samping Kevin dan meletakkan dua coklat panas diatas meja untuk dirinya dan Kevin
"gak ngapa-ngapain kok de, ini cuma lagi chattingan aja sama temen-temen"
"oh, gitu. diminum kak coklat panasnya"
"iya" ucap Kevin lalu mengambil coklat panas itu dan menyeruputnya dengan pelan
"lo kok belum tidur?" tanya Kevin menatap Melody yang masih duduk disampingnya
"belum ngantuk, lagian gue bosan nih"
"gimana kalau kita cerita-cerita aja mengenai kegiatan lo waktu di Turki biar mengurangi rasa bosan lo"
"yaelah, gak ada yang spesial di semua kegiatan gue di Turki kak. palingan gue cuma ke sekolah, bolos, main basket, ngerjain guru, balapan. yah cuma itu doang"
"wah parah lo"
"ya mau gimana lagi gue boring jadi gue melakukan hal-hal yang bisa bikin mood gue balik lagi. nah, kalau lo gimana kak?"
"gue sih,,, gak jauh beda sama kegiatan lo paling tambahannya gue sering ngecengin cewek-cewek cantik yang ada di sekolah gue" ucap Kevin cengengesan membuat Melody mendengus
"yee, tadi ngatain gue lah lo sendiri juga begitu"
"hehe"
"cengengesan aja lo biar kering tuh gigi"
"tapi nih ya de omong-omong alasan lo mau pisah dari Oma apaan sih secara kan lo gak mau ninggalin Oma sendirian di Turki walaupun disana banyak maid"
"apa lagi kalau bukan papa yang maksa. katanya lo sering kesepian kalau mama dan papa pergi keluar kota. jadi karena gue lagi baik, yaudah gue pulang deh ke Indonesia"
"iya sih bener apa lagi kadang kalau mama dan papa sering mesra-mesraan di depan gue. beuh, envy gue."
"makanya cari pacar tuh yang bener jangan semuanya lo kecengin dasar playboy cap badak"
"eh gue itu bukan playboy de tapi gue selektif, mencari yang cocok diantara banyaknya kaum hawa"
"dih, bahasa lo jijik gue. udah ah gue mau ke kamar aja ngantuk"
"yaudah sana good night ade mimpi yang indah ya" ucap Kevin lalu mencium dahi Melody
"good night too kak. jangan begadang lo"
"iya"
Melody pun berjalan menuju tangga untuk pergi ke kamarnya, meninggalkan Kevin yang masih saja setia dengan ponselnya di ruang keluarga.
**hay gays.
jangan lupa tekan like dan love-nya ya😊 terus beri author semangat dan suport agar bisa terus berkarya menghibur kalian dengan tulisan dan kata-kata yang bikin kalian baper parah😁**.