Melody

Melody
Bab 20



Bastian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. hari ini dia ingin mengunjungi Melody dirumahnya. namun, di pertengahan jalan ada seseorang yang melintas dengan terburu-buru tepat saat mobil yang dikendarai Bastian lewat. terpaksa dia harus me-rem mendadak mobilnya jika tidak ingin celaka, seseorang yang ternyata seorang gadis itu pun berteriak.


Bastian langsung saja keluar dari mobil dan melihat siapa orang yang berani melintas di hadapan mobilnya.


"woy, punya mata gak sih? mau mati lo" Bastian membentak gadis yang sudah jatuh terduduk di depan mobilnya


Gadis itu tidak menjawab mungkin dia masih shock dengan kejadian yang menimpa dirinya kali ini.


"minggir mobil gue mau lewat" ketus Bastian kemudian dia kembali masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan gadis itu


Setelah mobil Bastian melewatinya, gadis itu pun mendongakkan kepalanya.


"dasar orang kaya gak tau sopan santun" sinisnya


"siang tan" sapa Bastian pada Galuh saat dia sudah berada di rumah Melody


Galuh yang memang sedang menanam bunga di taman depan rumahnya pun menoleh saat seseorang menyapanya.


"eh, Bastian. mau nyari Kevin ya?" ucap Galuh


"bukan tan, Batian mau nyari Melody. dia ada kan?"


"ada kok, ayo masuk dulu. biar tante panggil Ody"


Bastian pun mengangguk. kemudian, mengikuti langkah Galuh memasuki mansion mewah keluarga Aditama.


Diruang keluarga Bastian melihat Ardi yang sedang memainkan ponselnya serta disampingnya ada Kevin yang terlalu serius dengan game play stationnya.


"kamu duduk dulu ya, tante mau liat Ody ke kamarnya dulu"


"oke tan"


"siang om, Vin" sapa Bastian


"siang Bas" sahut Ardi


"siang, loh kok lo ada disini Bas? mau ngapain lo"


"mau ketemu Melody"


Kevin mengerutkan dahinya pertanda tidak menyukai perkataan Bastian yang ingin bertemu adiknya. tolong ingatkan lagi bahwa Kevin memang sangat tidak suka kalau Bastian mendekati Melody. terlebih Kevin takut suatu hari nanti Bastian menyakiti adik tersayangnya itu.


"mau ngapain lo ketemu adek gue" ketus Kevin


"Kevin gak boleh gitu, biarin aja Bastian ketemu Ody" seru Ardi membuat Kevin mendengus tidak suka


"tapi Pah..."


"jangan terlalu over protectif "


"biarin aja Ody kan cuma punya Kevin"


Setelah mengatakan itu Kevin beranjak dari tempatnya, lalu menaiki tangga dan hilang dibalik pintu kamarnya.


"maafin Kevin ya Bas, dia emang gitu kalau menyangkut Melody. terlalu over protectif, kadang om juga bingung sama dia"


"gak apa-apa om. Bastian ngerti"


Tak lama terdengarlah langkah kaki dari arah tangga. Ardi dan Bastian spontan menoleh dan mendapati Melody berdiri diatas tangga bersama dengan Arsa. rambutnya berantakan dengan muka bantal, ternyata Melody dan Arsa baru saja bangun tidur. maklum, hari weekend kali ini memang dipergunakan oleh Melody dan Arsa untuk bermalas-malasan diatas tempat tidur. terlebih, mereka berdua tidur larut malam.


"tumben kalian berdua baru bangun" Ardi mengerutkan dahinya menatap putri dan keponakannya


Melody menghempaskan bokongnya di sofa samping Ardi lalu disusul Arsa yang berada disampingnya.


"tadi malam kita begadang om, Skype-an juga sama Keny"


"pantesan udah jam segini baru bangun"


"mau ngapain lo kesini es balok?" tanya Melody pada Bastian dengan suara parau


"mau ngajak lo jalan-jalan aja sih"


"duh, gue lagi malas buat jalan-jalan"


"non Ody, ada telpon katanya dari den Robert" ucap seorang art memanggil Melody


"kok, si Robert nelpon lewat telpon rumah sih"


"gak tau gue"


"halo, tumben banget lo nelpon gue lewat telpon rumah?"


"...."


"oh, heheh. sorry Bert, gue lupa charger"


"...."


"ada apa lo nelpon gue?"


"....."


"tenang aja. nanti pas liburan lo tunggu gue di Turki, gue bakal datang bareng Arsa dan kita akan selesaikan masalah ini"


"...."


"...."


Melody kembali ke ruang keluarga dan disana kini ada sang mama. namun, ada yang kurang menurutnya kali ini.


"kak Kevin mana?"


"dikamar kali" sahut Galuh


"tumben, biasanya udah pantengin play station disini"


"tadi udah disini terus ngambek dan sekarang masuk kamar" kata Ardi


"dih, cowok kok ngambek" sahut Arsa mengendikkan bahu acuh lalu kembali memainkan play station


"Ody liat dulu ke kamarnya"


"sekalian kamu mandi, Bastian udah jauh-jauh ke sini jadi jangan ditolak" teriak Galuh yang hanya acungan jempol dari Melody


Melody mengetuk pintu kamar berwarna hitam itu. namun, tidak ada sahutan dari dalam. akhirnya dia membukanya dengan hati-hati, ternyata pintu itu sama sekali tidak dikunci.


"yaellah, cape gue ngetuk ternyata gak dikunci" gerutu Melody


"kak. kak Kevin" panggilnya pelan dan tetap saja tidak ada sahutan


Diedarkannya pandangan ke seluruh kamar, hingga dia melihat pintu balkon yang terbuka. Melody pun berjalan menuju balkon dan benar saja disana ada Kevin yang sedang duduk dengan pandangan kosong menatap ke depan.


"kak" panggil Melody sambil menepuk bahu Kevin membuat lelaki itu terlonjak kaget


"Ody, ngagetin aja deh" ucap Kevin sambil mengelus dadanya


"abis Ody panggilin dari tadi kakak malah melamun"


"maaf ya"


Melody mengangguk, lalu dia memeluk Kevin dan tak lupa mengecup pipi sang kakak.


"kakak kenapa? kok melamun?"


"gak apa-apa kok"


"ck, kaya cewek aja setiap ditanya gak apa-apa kok" cibir Melody membuat Kevin tertawa


"cerita aja kak kalau ada masalah"


"kakak gak punya masalah gimana mau cerita"


"yaudah deh terserah kakak aja"


"oh iya, kakak boleh minta sesuatu sama lo?"


"minta apa kak?"


"jangan terlalu dekat sama Bastian"


"emangnya kenapa?"


"kakak cuma gak mau Ody disakitin"


"tenang aja kak, gak bakal ada yang bisa nyakitin Ody kan ada kak Kevin sama Arsa"


Kevin tersenyum simpul, lalu membawa Melody ke dalam pelukannya.


"semoga aja gak ada yang nyakitin Ody, gue sayang banget sama lo dek" batin Kevin


****


Kini tinggallah Arsa dan Bastian di ruang keluarga, karena Ardi dan Galuh sudah berangkat ke supermarket untuk belanja.


Tidak ada yang membuka percakapan diantara keduanya. Bastian yang dingin dan Arsa yang tidak terlalu suka berbasa-basi membuat suasana hening diantara mereka.


"gue tau, alasan ngambeknya kak Kevin gak jauh-jauh dari kedatangan lo kesini kan" ucap Arsa tiba-tiba membuat Bastian menoleh kearahnya


"maksud lo apa?" sinis Bastian


"dengar kak Bastian, walaupun lo sahabatan sama kak Kevin udah lama tapi satu hal yang perlu lo tau, kak Kevin gak suka Ody terlalu dekat sama lo"


"kenapa?"


"karena dia takut lo nyakitin Ody. sebenarnya gue juga takut, tapi gue masih bisa menahan sikap gue ke elo"


"gue gak akan nyakitin Melody"


"kita liat aja nanti" sahut Arsa tersenyum miring


Bastian hanya diam, dia harus bisa menahan emosinya karena jika tidak Melody pasti akan menjauh dari dirinya karena melihat dia memukuli sepupu kesayangannya.


**hay..


gue comback nih.


jangan lupa vote ya❤**.