Melody

Melody
Bab 14



Pagi hari setelah sarapan bersama dengan keluarga Bastian, Melody dan teman-teman yang lain pun pamit pulang ke rumah masing-masing.


Diperjalanan menuju rumah, Melody dan Arsa hanya diam membuat Kevin merasa aneh dengan keduanya. namun, dia tidak ingin bertanya karena mungkin saja mereka berdua sedang lelah, begitulah pikirnya.


Seampainya dirumah, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing setelah menyapa sang mama yang sedang membaca majalah di ruang keluarga.


Arsa mengetuk pintu kamar Melody dan dibalas sahutan 'masuk' dari dalam. dia pun menghampiri Melody yang duduk bersandar di ranjang kemudian memeluk gadis yang berstatus sebagai sepupunya itu.


"jangan terlalu dipikirin, gue bakal bantuin lo buat nyari jalan keluar dari masalah ini" ucap Arsa setelah melepas pelukannya


"gue masih bingung aja Sa. sebenarnya tujuan Oma jodohin gue sama Keny itu apa sih?"


"Dy, lo tau kan sejak lo tinggal di Turki bareng Oma teman lo itu cuma Keny. dan lo juga tau kan di dalam persahabatan yang dijalani oleh seorang perempuan dan seorang pria itu gak ada yang pure cuma temanan, pasti salah satunya ada yang saling mencintai. mungkin Oma mengira kalau salah satu diantara kalian ada yang saling suka. tapi, karena kalian takut merusak persahabatan makanya kalian gak mau ngomong. gue yakin Oma pasti mengira seperti itu" jelas Arsa


"tapi masalahnya gue sama Keny pure temenan Sa. gak ada perasaan lebih dari seorang teman di hati kita masing-masing"


"itu menurut lo Dy, beda sama pandangan Oma yang selalu ngeliat lo berdua dengan Keny"


"lagi pula Sa gue masih mau menjalankan hidup tanpa adanya hambatan seperti perjodohan ini. menurut gue pernikahan gak main-main Sa dan gue cuma mau menikah sekali seumur hidup itu pun dengan orang yang gue cintai, bukan dengan perjodohan konyol macam ini"


"gue tau Dy, tapi sepertinya keinginan lo akan sulit terpenuhi. lo tau sendirikan Oma gimana orangnya?"


"tau ah Sa, gue pusing mikirinnya"


Melody pun membaringkan tubuhnya di kasur kemudian menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Bukannya meninggalkan kamar Melody, Arsa malah ikutan berbaring di samping sepupu kesayangannya tersebut dan tak lupa juga memeluk gadis itu.


Sementara itu di rumah Bastian, lelaki itu tengah duduk di atas kasur sambil memainkan game di ponsel pintarnya.


Tok.. Tok... Tok...


"Bas, boleh mama masuk?"


"masuk aja"


Leona pun masuk dan menatap anak tunggalnya dengan lembut.


"kamu kok belum tidur? baru aja sembuh loh"


"belum ngantuk"


"Bas, tadi mama liat kamu perhatian banget sama Melody. kamu suka dia?"


Bastian yang tadinya menatap ponsel kini beralih menatap sang mama dengan pandangan tajam.


"nggak"


"kalau iya juga gak apa-apa nak. lagi pula sudah saatnya kamu move on dari Shela"


"Bastian ngantuk, mau tidur" ucap Bastian kemudian membaringkan tubuhnya di kasur serta menarik selimutnya sampai dada


Leona menatap sendu Bastian. dia memilih keluar dari kamar anaknya tersebut karena takut membuat anaknya terganggu atau bahkan lebih buruk nantinya.


"mama harap luka hati kamu segera sembuh. mama kangen Bastian yang dulu" ucap Leona sebelum meninggalkan kamar Bastian


Setelah kepergian Leona, Bastian kembali duduk. dia menghela nafas gusar dan mengacak rambutnya frustasi.


Sedangkan di luar kamar, Leona menangis terisak karena tidak tau cara apa lagi yang akan dia lakukan untuk mengembalikan sifat Bastian yang dulu.


Sungguh, Leona sangat merindukan sosok ceria Bastian bukan sosok Bastian yang sekarang.


"maafin Bastian yang selalu buat mama sedih, tapi Bastian udah nyaman mah sama sifat Bastian yang sekarang" gumam Bastian pelan sambil menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup


\*\*\*


Keluarga Aditama sedang berkumpul di ruang keluarga. tapi disana hanya Kevin dan kedua orang tuanya yang terlihat sibuk mengobrol.sedangkan Melody dan Arsa, mereka berdua hanya duduk dan sesekali ikut nimbrung obrolan mama, papa atau kakaknya.


"gak apa-apa kok Om. iya kan Ody?" sahut Arsa cepat disertai meminta persetujuan dari Melody


"hmm.... iya"


"tapi perkataan papa emang bener, sifat lo berdua emang beda semenjak kita liburan kemarin"


"gue gak apa-apa kak, tenang aja kali" sahut Melody disertai senyum simpulnya


"perasaan lo aja kali kak" ucap Arsa membuat Kevin mendengus kesal


"tapi.."


"duh, masa lo gak percaya sama gue sih" ketus Melody sambil bersedekap dada


Dengan, kesal Kevin pun diam dan tidak lagi membahas mengenai keanehan sifat kedua adik nakalnya tersebut.


"mah, Ody ke atas ya udah ngantuk nih" pamit Melody membuat kedua orang tuanya mengangguk mengerti


"good night sayang" ucap mama dan papanya bersamaan


"good night too"


"tente, Om. Arsa juga tidur duluan ya"


"iya sayang, good night ya" sahut Galuh dan Ardi lembut


"good night too tante cantik dan om ganteng"


"Arsa, cringe" ketus Kevin bergidik ngeri melihat raut wajah Arsa yang diimut-imutkan


"suka-suka gue, ribet lo"


"heh, gedek gue liat lo"


"udah, gak usah berantem. Kevin ke kamar sana tidur dan Arsa katanya tadi mau tidur kok malah debat sama Kevin?" sela Ardi menengahi perdebatan Arsa dan Kevin


"hehe... yaudah deh, Arsa ke kamar ya tan, om"


"iya sana gih"


Arsa dan Kevin pun pergi meninggalkan ruang keluarga dan masuk ke kamar masing-masing.


Sebenarnya ke kamar adalah alasan klise yang dilontarkan Melody untuk kedua orang tuanya. dia belum tidur dan belum mengantuk.


Berdiri di balkon kamar pada malam hari merupakan rutinitas Melody ketika malam sudah tiba. dia akan berdiri sambil menengadahkan kepalanya untuk melihat ribuan bintang yang bergemerlap di atas langit yang disertai dengan bulan yang bersinar dengan terangnya.


Senyum simpul terukir di wajahnya. seolah semua masalahnya menguap dan hilang begitu saja ketika dia menatap ribuan bontang tersebut.


Biasanya dia akan menikmati pemandangan indah itu bersama dengan Arsa. namun, karena adanya masalah perjodohan ini membuat Melody ingin menikmati malam sendirian.


"gue tau keinginan gue buat hidup bahagia bersama orang yang gue cinta mungkin akan sulit terpenuhi. tapi, gue gak akan nyerah. gue bakal lakukan apa saja untuk membatalkan perjodohan konyol ini" gumam Melody pelan


Ditatapnya sekali lagi langit malam yang menampilkan ribuan bintang, kemudian dengan senyum tipis dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar. sebelum itu dia menutup pintu balkon terlebih dahulu.


Melody pun membaringkan tubuhnya ke atas kasur. rasa lelah langsung menyergapi tubuhnya membuat Melody terlena dan menutup mata menuju alam mimpi.


**Aloha gays..


maaf kalau ceritanya rada gak nyambung,


tetap vote dan comment ya,


jangan lupa juga tekan like dan lovenya.


see you next chapter**.