Melody

Melody
Bab 22



Bastian menjemput Melody dirumahnya untuk berangkat bersama ke sekolah. dia sengaja menunggu di depan rumah gadis itu tanpa memberitahukan niatnya pada Melody terlebih dahulu.


"ngapain lo disini?"


Bastian menoleh saat suara merdu itu tertangkap indra pendengarannya.


"jemput lo. ayo ke sekolah bareng"


"gue bareng Arsa"


"sayangnya gue gak terima penolakan"


Melody mendengus tidak suka, tapi dia tetap mengikuti langkah Bastian untuk memasuki mobilnya terlebih lelaki itu telah menarik tangannya.


Mobil Bastian pun melaju meninggalkan pekarangan mansion keluarga Aditama dengan membawa putri tunggal Aditama bersamanya.


Sesampainya di sekolah, Bastian memarkirkan mobilnya di parkiran. kemudian dia membukakan pintu untuk Melody membuat beberapa siswa perempuan yang melihat hal itu pun tidak mampu untuk tidak histeris.


Baru kali ini mereka melihat Bastian datang ke sekolah bersama dengan seorang gadis, terlebih gadis itu adalah Melody yang notabennya adalah adik dari sahabatnya.


*Wah, Bastian datang bareng Melody


Keren bat sumpah


Mereka cocok banget. yang satu cantik dan yang satunya ganteng pisan


Palingan juga si Melody yang gatel pengen deketin Bastian*


Bisikan-bisikan itu memenuhi telinga Melody dan Bastian tapi mereka berdua hanya acuh. Tapi, perkataan seorang gadis yang mengatakan Melody gatal membuat pergerakan sang putri tunggal keluarga Aditama itu berhenti. Melody menatap tajam gadis itu lalu menghampirinya.


"ngomong apa lo barusan?"


"lo gatel deketin Bastian. puas"


"gue gak deketin es balok itu (menunjuk Bastian) tapi dia yang deketin gue. jadi punya dijaga jangan sampai gue yang tutup mulut lo karena itu bakal jadi hari terakhir lo bisa bicara"


"halah, gak usah ngeles deh lo. selama ini Bastian gak pernah deket sama cewek lain dan sekarang dia malah dekat sama lo, itu artinya lo emang penggoda. pake pelet apa lo biar bisa dekat sama Bastian"


Senyum miring tercetak jelas di bibir Melody, semua orang melihatnya termasuk Bastian juga.


Plak.....


Tanpa basa-basi Melody menampar pipi gadis yang menghinanya hingga sudut bibir gadis itu mengeluarkan darah. tak sampai disitu, Melody juga menarik rambutnya hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.


"dengar, gue udah kasih lo kesempatan untuk tutup mulut busuk lo itu tapi lo masih aja berani sama gue. asal lo tau gue putri Aditama tidak akan membiarkan orang yang menghina gue hidup dengan tenang. paham lo"


Mata gadis itu menatap Bastian yang berada di belakang Melody seolah dia meminta tolong pada lelaki es tersebut. namun, Bastian hanya diam dan memperhatikan Melody melakukan semaunya.


"Ody"


Tanpa menoleh sekali pun Melody sudah tau siapa yang memanggilnya.


"apaan?"


"lo kenapa kasar sama tuh cewek?"


"salah dia karena menghina gue"


"oh oke. lakukan aja semau lo tapi setelah itu lo harus ikut gue karena gue mau mempertemukan lo sama seseorang dan mungkin lo kangen sama orang itu"


"siapa yang lo maksud?"


"selesaikan aja dulu urusan lo sama tuh cowek"


"gue selesai"


Saking penasarannya Melody pada seseorang yang akan dipertemukan Arsa padanya membuatnya rela melepaskan gadis malang tersebut.


Arsa pun menarik tangan Melody untuk mengikutinya dan tak lupa Bastian juga mengikuti langkah kedua orang yang berada di depannya itu.


"jangan narik tangan Melody seperti itu" ucap Bastian


"tenang aja gue gak narik dia kasar kok" sahut Arsa


Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka memasuki kantin, dan Arsa langsung saja menarik Melody menuju sebuah meja dimana disana terdapat seorang gadis dan seorang lelaki yang duduk membelakangi pintu masuk.


"woy bro sorry gue telat. dan lihat siapa yang gue bawa" Arsa menyapa kedua orang tersebut membuat keduanya menoleh dan betapa terkejutnya mereka saat mengetahui siapa yang datang bersamaan dengan Arsa.


"DEVIN"


"SHELA"


**Terima kasih sudah mau membaca.


Sorry karena kelamaan update.


jangan lupa vote, rate dan tip oke.


jangan lupa juga follow akun instagram ku Shantyabie96**.