Melody

Melody
Bab 23



Betapa terkejutnya Melody dan Bastian kerena melihat dua orang yang berada di hadapan mereka saat ini.


"DEVIN" kata Melody lagi membuat senyum tipis di bibir Devin mengambang


"hai Dy, lama gak ketemu lo makin cantik aja"


"lo beneran Devin kan? ini gue gak mimpi kan?" kata Melody sambil menepuk-nepuk pipinya


"haha.. lo gak mimpi kali, ini emang gue Devin"


"seriusan? astaga, lo kemana aja selama ini pake lost contact lagi sama gue. anjay"


"gue di Singapura nemenin Shela yang lagi sakit"


Sementara itu, Bastian hanya terpaku pada sosok gadis yang berada di samping Devin. sesekali dia mengucek matanya untuk memastikan bahwa penglihatannya salah tapi ternyata matanya tidak salah. gadis yang berdiri didepannya itu adalah Shela. Shela pacarnya yang telah meninggal dua tahun silam.


"SHELA"


Tanpa aba-aba Bastian memeluk gadis yang bernama Shela tersebut. perlakuannya membuat Arsa dan Melody kaget tapi tidak dengan Devin karena dia tau siapa yang tengah memeluk tunangannya tersebut. dan hal ini merupakan konsekuensi yang harus mereka terima karena kembali ke Indonesia yaitu bertemu kembali dengan orang di masa lalu.


"kamu..kamu..masih hidup love" lirih Bastian terbata-bata bahkan matanya kini sudah berkaca-kaca


Beruntung suasana kantin kini sedang sepi karena sebagian siswa sudah berada di dalam kelas. jika tidak mungkin saja perlakuan Bastian akan menjadi tontonan gratis bagi mereka.


"apa yang lo lakukan kak Bastian. lo kenal Shela?" tanya Arsa bingung pasalnya Devin tak marah dengan perlakuan Bastian barusan


Bastian tidak menjawab, dia malah kembali memeluk Shela dengan erat.


ntah kenapa liat es balok meluk tuh cewek hati gue rasanya sakit banget. apa yang terjadi sama gue? gue gak mungkin kan suka sama cowok sedingin Bastian


Shela melepas pelukan Bastain karena merasa tidak enak dengan tunangannya Devin.


"kamu..gimana mungkin masih hidup love, aku liat sendiri kecelakaan itu..aku..aku.."


"panjang ceritanya Bas dan aku gak bisa cerita sekarang"


"tunggu deh, lo menggil Shela apa tadi love? lo selingkuh Shel?" tanya Arsa membuat Shela menoleh kearahnya dan menggeleng pelan


"kalau sampai lo selingkuhin Devin gue sendiri yang akan balas perbuatan lo dengan balasan yang menyakitkan" sinis Melody kemudian dia memutuskan untuk pergi


Melody tidak mau berlama-lama berada diantara mereka karena itu sangat tidak baik untuk kesehatan hati dan pernapasannya. dimana hatinya akan merasa sesak karena melihat perlakuan Bastian yang manis pada Shela dan hal itu juga berimbas pada pernapasannya.


"bisa lo jelasin tentang ini sama gue Shel?" ucap Arsa dingin


Shela menatap Davin sedangkan yang ditatap hanya terlihat santai tanpa mau ikut campur membuat Shela tanpa sadar berdecak kesal.


"Bastian mantan gue" sahut Shela singkat, pada dan jelas


"kita bukan mantan love, lagi pula sejak kapan kita putus"


"ini gimana sih ceritanya. kalian bukan mantan lalu kenapa lo mau tunangan sama Devin?"


"APA?? TUNANGAN?" kaget Bastian


"iya, Shela tunangan gue" sahut Devin santai


Marah bercampur kaget membuat Bastian tidak mampu berkata-kata lagi. dia menatap nanar Shela yang kini berada di depannya, matanya berkaca-kaca.


"kamu..tunangan? kamu...ninggalin aku gitu aja Shel. kamu gak tau gimana hancurnya aku saat liat kamu kecelakaan. kamu gak tau gimana terpuruknya aku saat kamu udah gak ada disamping aku lagi. dan sekarang kamu kembali tapi dengan bersama lelaki lain serta dengan status tunangan"


"Bas, aku bisa jelasin semuanya sama kamu. aku akan ceritain semuanya yang pengen kamu dengar, tapi tolong jangan seperti ini"


"kamu mau jelasin apa lagi hah? semuanya udah jelas sejak tadi dia bilang kamu tunangannya (menunjuk Devin). lalu apa lagi yang pengen kamu jelasin sama aku"


"BAS...BASTIAN" panggil Shela tapi Bastian tetap berjalan pergi tanpa menoleh lagi kebelakang


"Dev, mending lo cari Ody dan jelasin semuanya sama dia. gue gak mau masalah ini menjadi panjang. lo tau Ody gak suka kalau orang-orang tersayangnya mengalami masalah seperti ini kan?"


"oke. gue cari Ody dulu dan lo tolong jagain Shela"


"sana gih pergi"


Setelah kepergian Devin, Arsa pun menarik tangan Shela untuk duduk dan menatap tajam gadis itu.


"jelasin sekarang juga atau gue bakal jauhin Devin dari lo" ketusnya membuat Shela terkejut


Shela tau Arsa adalah orang yang nekat dan kata-katanya tidak bisa dianggap remah. Arsa akan melakukan apa saja untuk melindungi orang-orang terdekatnya dan begitu pula dengan gadis yang bernama Melody itu. dia sebelas dua belas dengan Arsa begitulah yang sering diceritakan Devin padanya sewaktu mereka berada di Singapura.


"jangan jauhin Devin dari gue. gue sayang Devin lebih dari apa pun"


"kalau gitu lo harus jelasin semuanya sama gue"


"oke. dulu itu, gue pacaran sama Bastian. dan saat gue lulus SMP gue pengen melanjutkan sekolah di luar negeri. awalnya Bastian gak setuju tapi gue terus bujuk dia supaya setuju dan akhirnya sesuai dengan keinginan gue dia setuju. gue berangkat ke bandara tapi di tengah jalan mobil yang gue kendarai itu remnya blong. pada saat itu ada yang nyebrang cewek, terus gue nabrak dia dan mobil gue mentok di sebuah pohon. gue bisa keluar dari mobil tapi saat gue pengen menyelamatkan cewek itu yang sekarat di bawah mobil gue, tiba-tiba mobil gue meledak dan gue terpental jauh. gue gak tau nasib cewek itu gimana Sa, gue takut"


Arsa menatap sayu mata Shela, dia mengerti sekarang duduk masalahnya.


"oke gue ngerti. sekarang gue tanya gimana perasaan lo sama Bastian dan gue harap lo jawab jujur"


"perasaan gue udah biasa-biasa aja sama Bastian. sekarang cinta gue cuma milik Devin"


"lo serius?"


"gue serius"


"bagus. apa lo mau bantu gue?"


"bantu apa?"


Arsa pun membisikkan sesuatu di telinga Shela membuat gadis itu melototkan matanya kaget.


"lo serius dengan perkataan lo itu?" tanya Shela


"gue serius dan dia udah terima kesepakatan dari gue"


"berarti tadi..."


"nggak, itu murni karena Melody gak suka orang yang dia sayang dilukai. jadi lo bisakan bantu gue"


"tentu saja bisa. gue bakal usahain, lagi pula gue udah bahagia bersama Devin dan gue pengen Bastian juga bisa bahagia dengan gadis pilihannya suatu hari nanti"


"terima kasih udah mau bantu gue. bagi gue Melody segalanya"


"emang dia siapa lo sampai lo rela berkorban banyak untuk dia?"


"sepupu kesayangan gue. sepupu perempuan satu-satunya yang gue miliki. bagi gue Ody adalah prioritas"


"gue bakal bantu sebisa gue Sa"


terima kasih sudah membaca.


jangan lupa **vote, rate dan love.


jangan lupa follow juga akun instagram aku shantyabie96**.