Melody

Melody
Bab 21



Arsa turun dari kamarnya menuju ruang keluarga. disana sudah ada Kevin dan Melody, sedangkan Galuh dan Ardi tidak ada mungkin sedang berada di kantor pikir Arsa.


Dia melewati kakak beradik itu begitu saja tanpa menyapa mereka.


"mau kemana lo?" Melody sedikit kesal dengan tingkah sepupunya yang sok sekali siang ini karena ingin pergi tapi tidak menyapanya terlebih dahulu


"kepo deh lo, anak kecil gak boleh tau"


"emang lo mau kemana sih Sa, mana lo rapi banget lagi" kini Kevin yang bertanya setelah dia menganalisa penampilan Arsa yang terlihat lebih rapi dari biasanya


"atau jangan-jangan lo mau ngapel ya" tuduh Melody lalu beranjak dari tempatnya kemudian membolak-balik tubuh Arsa


"apaan sih lo Dy, pusing nih gue lo bolak-balik gini emang lo kira gue makanan dibolak-balik" cerocos Arsa melepaskan tubuhnya dari Melody


"lagian lo ditanyain bukannya jawab yang bener" seru Melody


"ck, gue mau kebandara Ody, mau jemput temen gue"


"temen lo yang mana Sa?" tanya Kevin


"ada temen gue yang orang Singapura tapi dia asli Indonesia kok"


"cewek atau cowok?"


"cowok tapi dia bawa ceweknya juga"


Setelah melewati berbagai pertanyaan dari Kevin dan Melody akhirnya, Arsa bisa bebas pergi kebandara.


Sesampainya Arsa dibandara, dia pun mengedarkan pandangan keseluruh sudut dan dia mendapati seorang lelaki dan seorang gadis yang berdiri di dekat cafe yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


"whats up bro" sapa Arsa sambil menepuk bahu si lelaki


"woy Sa, lama gak ketemu lo makin ganteng aja lo" sahut si lelaki


"haha.. bisa aja lo. hai Shel"


"hai Sa, gimana kondisi Indonesia selama gue tinggal?"


"baik-baik aja deh perasaan"


"haha.."


"kondisi lo gimana Shela?"


"gue udah jauh lebih baik berkat Devin"


"syukur deh kalau gitu"


Mereka adalah Devin dan Shela. sahabat Arsa yang telah lama tinggal di singapura. mereka merupakan sepasang tunangan yang akan melanjutkan kembali pendidikan di negera kelahiran yaitu Indonesia.


Sebenarnya Shela baru saja sembuh dari kecelakaan yang pernah terjadi padanya beberapa tahun silam di Indonesia. karena ingin mendapatkan perawatan yang lebih baik orang tuanya membawanya untuk berobat ke negeri singapura.


Lalu, setelah sembuh Shela dan Davin yang memang saling mencintai pun memilih untuk mengikat hubungan mereka dengan cincin pertunangan.


Arsa pun memboyong kedua sahabatnya itu untuk masuk kedalam mobil.


"oh iya, lo berdua udah dapat tempat tinggal? atau mau tinggal bareng gue di rumah tente Galuh?"


"gak usah Sa, lagian rumah gue yang lama masih bisa ditinggalin. tapi kami sih pengennya tinggal diapartemen" sahut Shela


"oh, yaudah deh kalau gitu"


"oh ya. kita berdua juga bakalan satu sekolah bareng lo" seru Devin


"bagus dong kalau gitu"


****


Sementara itu Senja dan Bastian kini tengah berada di rumah Kevin. mereka ingin bermain bersama Kevin, terlebih Senja telah mengetahui bahwa diantara Bastian dan Kevin kini tengah terjadi perang dingin.


"lo berdua kenapa sih, dari tadi diam-diaman mulu" seru Senja menghela nafas kesal melihat kedua sahabatnya yang hanya diam sedari tadi


Baik Bastian maupun Kevin tidak ada yang menyahut perkataan Senja. mereka memilih diam dan saling pandang dengan tatapan mata tajam.


"eh, ada kakak kelas pada mau ngapain kemari?" ternyata itu Arsa yang baru saja pulang dari bandara


"udah pulang lo" ketus Kevin


"yoi kak. Ody mana?"


"dikamar paling"


"oh oke. gue liat dia dulu ya"


Setelah kepergian Arsa kondisi diruang keluarga itu kembali hening hanya suara helaan nafas yang terdengar. hal itu berhasil membuat dongkol Senja, dia pun memutuskan untuk pergi menyusul Arsa ke kamar Melody.


Bastian menatap tajam Kevin sedangkan orang yang ditatap hanya menampilkan raut wajah santainya.


"kenapa lo gak suka Melody dekat sama gue?" suara dingin yang dikeluarkan Bastian mengintrupsi diamnya Kevin


"kenapa emang? masalah buat lo?" sinis Kevin


"dengar Vin, lo itu gak ada hak buat ngelarang Melody untuk dekat dengan siapa pun yang dia mau. lo jangan terlalu over protectif lah, Melody juga punya privacy yang gak seharusnya lo ikut campur didalamnya"


"wah, ada kemajuan yah lo bicara panjang begitu, salut gue"


"jangan mengalihkan pembicaraan Keviano Pratama Aditama"


"woow, baru kali ini lo manggil gue dengan nama panjang begitu"


"shit, gue bilang jangan mengalihkan pembicaraan"


Bastian menarik kerah baju Kevin hingga lelaki bermarga Aditama itu tertarik dari tempat duduknya.


"gue cuma gak mau adek gue terluka kalau dia dekat sama lo. adek gue perempuan Bas, hatinya sensitif dengan berbagai perhatian yang lo beri ke dia. dia bisa aja jatuh ke elo tapi gimana nanti perasaannya saat tau kalau hati lo masih stuck di Shela" bentakan Kevin membuat Bastian terdiam kaku, dia juga melepaskan cengkraman tangannya di kerah baju Kevin


"Melody adek perempuan satu-satunya yang gue punya, dia merupakan satu-satunya cucu perempuan di keluarga Aditama. gue cuma gak mau permata Aditama hancur cuma karena lo Bas. alasan gue sesimpel itu untuk ngelarang lo dekat sama Ody" lirih Kevin lalu jatuh terduduk di sofa kembali


Bastian mengacak rambutnya frustasi, bagaimana mungkin Kevin menjauhkannya dengan gadis yang telah membuatnya nyaman.


"gue.. gue nyaman sama Melody" lirih Bastian pelan tapi masih bisa didengar oleh Kevin


"sorry Bas, tapi gue tetap gak ngijinin lo dekat sama Melody"


"gue mohon jangan jauhin Melody dari gue Vin. gue akan melakukan apa aja asal lo gak ngejauhin Melody dari gue. gue mohon Vin... gue mohon"


"gue ragu sama lo Bas, mending sekarang lo pulang deh. lo tenangin diri lo dan jangan kaya gini, gue gak mau persahabatan kita hancur hanya karena adek gue"


"gue gak akan pulang sebelum lo kasih gue ijin buat dekat sama Melody"


Kevin terdiam. jujur, dirinya juga ingin sang adik menjadi bagian dari hidup Bastian. namun, Kevin takut jika suatu hari nanti Bastian menyakiti Melody hanya karena belum tau dimana hatinya berlabuh.


"gue akan kasih lo ijin buat dekat sama Ody"


Itu bukan suara Kevin, sontak saja mereka berdua menoleh ke arah asal datanganya suara tersebut dan mendapati Arsa berdiri di samping tangga.


"lo apa-apaan sih Sa, lo mau Ody disakitin hah" marah Kevin pada Arsa


Arsa tersenyum miring "gue bakal kasih lo ijin buat dekat sama Ody, asalkan lo gak menyakiti dan tidak akan membuat Ody terluka. lo perlu tau, Ody adalah permata keluarga Aditama dan gue gak akan tinggal diam kalau sampai lo melukai sepupu kesayangan gue"


"gue janji gak akan menyakiti ataupun melukai Melody. gue janji sama lo Sa"


"Arsa, gue gak setuju"


"lo tenang aja kak, gue udah siapin sesuatu yang menyakitkan kalau sampai kak Bastian menyakiti Melody"


Kevin hanya pasrah jika begini, dia tau Arsa adalah orang paling nekat dikeluarga mereka selain Melody. karena selama ini Arsa selalu mampu menjaga Melody walaupun mereka berada di tempat yang berbeda.


"thank you so much Arsa" lirih Bastian yang hanya dibalas anggukan kecil dari Arsa.


hay gays.


sorry kalau aku udah gak update selama lima hari.