Melody

Melody
Bab 7



Melody dan Arsa berlari di koridor sambil tertawa senang. Mereka berdua baru saja menjahili seorang kakak kelas yang menurut mereka belagu sekali.


Arsa telah resmi menjadi siswa di SMA BINARAGA. sekolah yang terelit di Jakarta tempat semua anak pengusaha dan orang kaya lainnya bersekolah, SMA itu juga tempat Melody dan Kevin bersekolah.


Mereka berdua sedari tadi selalu bersama terlebih mereka ditempatkan di kelas yang sama dan di meja yang sama. karena memiliki sifat yang sama pula membuat mereka berdua lebih dekat dan tak jarang disebut sebagai anak kembar.


bruk....


Disaat tengah berlari Melody tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang hingga membuatnya terjatuh.


"haha.. lo ngapain ngejongrok disitu? haha.. mau ngemis lo" tawa Arsa pecah melihat kondisi sepupunya itu


"diam lo Sa, mending lo bantuin gue berdiri"


Setelah Melody berdiri dengan posisi yang benar, dia langsung menoleh kearah orang yang tak sengaja bertabrakan dengannya.


"aish, es balok lagi- es balok lagi" gerutu Melody kesal


"minta maaf sekarang balok es, lo udah nabrak gue"


"udah? lo buang-buang waktu" ucap Bastian dengan dingin lalu pergi meninggalkan Melody dan Arsa


"pantesan lo bilang es balok ternyata emang bener" ucap Arsa menggelengkan kepalanya


"lo berdua gak apa-apa?" tanya Senja


"santai aja kak. gak apa-apa kok" sahut Melody


"oh iya gue baru liat lo. lo anak baru?"


"iya, kenalin gue Arsa Brawijaya sepupu Melody" sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Senja


"gue Senja Dimitri, kakak kelas dan sahabat Keviano kakak Melody"


"oke, semoga kita bisa berteman juga"


"tentu. kalau gitu gue duluan, mau nyari Bastian"


Senja pun pergi meninggalkan Melody dan Arsa di sana.


"dosa apa gue selalu ketemu sama tuh es balok"


"haha.. kali aja lo jodoh sama dia"


"yakali"


Arsa menarik tangan Melody menuju kantin karena perutnya sudah keroncongan dan minta diisi. sesampainya di kantin Melody langsung mencari tempat duduk sementara Arsa pergi memesan makanan. mereka sengaja duduk di tempat yang dekat dengan stand penjualan katanya biar mudah kalau mau pesan lagi.


\*\*\*\*


Bastian melangkah ke dalam kelas, dia langsung duduk di kursinya dan menatap malas ke arah papan tulis yang menampilkan tulisan yang menyebutkan bahwa kelas mereka harus mengerjakan pelajaran Matematika di halaman 123 bab 5.


"gurunya gak datang, jadi disuruh mengerjakan soal" ucap Kevin menghampiri Bastian dan duduk di kursi yang berada di depan meja Bastian


"oh"


"Bas lo gak ngerjain?"


"nggak"


"ntar lo dihukum gimana?"


"bodo amat"


Tak lama Senja pun datang menghampiri kedua sahabatnya.


"lo berdua kenapa?"


"gak apa-apa. noh, kerjain tuh tugas yang di papan tulis"


"lah gurunya emang kemana?"


"gak datang lagi sakit katanya"


"yaudah deh, karena gue anak baik jadi gue ngerjain dulu ya"


Disaat semua siswa di kelas itu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, Bastian malah menelusupkan kepalanya diantara lipatan tangan berniat untuk tidur.


Sedangkan di kelas sepuluh ipa 1 terlihat Melody yang sesekali menguap, matanya berair. sungguh dia sangat mengantuk mendengar celotehan guru di depannya yang mengajar sejarah. baginya sejarah adalah pelajaran yang begitu membosankan karena gurunya selalu saja mendongeng ketika pelajaran itu dimulai membuat mata mengantuk saat mendengarnya.


Lalu dia mengangkat tangannya "miss, saya mau ke toilet"


"silahkan, tapi jangan lama-lama"


"iya miss"


Disaat merasa waktu yang digunakan Melody untuk keluar dari kelas sudah cukup, Arsa pun mengangkat tangannya.


"miss, saya mau ke uks tiba-tiba kepala saya pusing" Arsa bergaya seperti orang yang benar-benar sakit


"yaudah biar ketua kelas mengantar ya"


"nggak perlu miss saya masih bisa berjalan"


"ya sudah, nanti jika kamu sudah baikan kembalilah ke kelas"


"baik miss"


Arsa keluar dari kelas lalu disambut Melody yang berdiri di balik tembok agar tidak ketahuan oleh guru lain jika dia membolos.


mereka berdua berjalan dengan cepat dan tujuan mereka kali ini adalah rooftop.


"akhirnya bisa juga keluar dari kelas" seru Arsa yang menyandarkan tubuhnya di tembok rooftop saat mereka sudah tiba disana


"lo bener. ngantuk gue disana"


"eh, gimana kalau nanti malam kita nonton balapan?" ucap Melody lagi


"gak bisa Dy ntar dimarahin"


"yaelah takut amat lo"


"bukan gitu. kan lo tau sendiri kita lagi dalam masa pengawasan Oma, ya kali kita bikin masalah lagi, yang ada nanti kita bisa di kirim ke mansion tante Siska dan gue gak mau itu terjadi"


Sedangkan tanpa mereka sadari ada orang lain selain mereka di rooftop itu dan dia mendengar pembicaraan mereka.


Bastian yang memang memilih pergi dari kelas karena tidak tahan dengan keributan di kelasnya pun pergi ke rooftop, tapi ketika dia ingin duduk dia malah mendengar seseorang berbicara di balik tembok pembatas. karena penasaran Bastian memilih untuk mengintip dan melihat siapa yang berada disana dan ternyata mereka adalah gadis yang bersama Kevin waktu itu.


"mereka bolos" lirih Bastian pelan


"ya nggak lah, tapi gue takut nih kalau kak Kevin tau bisa-bisa diomelin kita" seru Arsa lagi tanpa tau bahwa ada Bastian di samping mereka


"nih ya gue kasih tau, Melody itu punya banyak celah untuk bisa keluar dari mansion tanpa ketahuan kak Kevin atau pun bodyguard Oma"


"iya gue tau tapi masalahnya kalau sampai kita ketahuan bakal tambah berat hukuman kita Ody sayang"


"iya juga sih. tapikan gue bosan di mansion mulu sesekali keluar kek, balapan kek, ke club kek"


"ke club lo kata? yang ada belum kita masuk udah di bunuh duluan kita"


"duh, gue kangen deh kehidupan gue waktu di Turki yang bisa pergi sesuka gue"


"lah disini kan juga lo boleh pergi kemana aja gimana sih lo"


"beda ****, disini gue belum terlalu hafal sama jalanan"


"iya juga sih"


Hembusan nafas lelah keluar dari mulut mereka. Arsa dan Melody tidak pernah merasa sebosan ini sebelumnya.


"jadi gimana nih, mau main basket takut dihukum"


"boring banget gue ya tuhan..."


Melody membaringkan tubuhnya di lantai rooftop, dia tidak takut seragamnya kotor karena petugas kebersihan selalu menjaga rooftop dan setiap sudut di sekolah ini tetap bersih. dia menutup matanya dan membiarkan angin mengelus pipinya dengan lembut.


Arsa yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepala, dia menyingkirkan anak rambut Melody yang mengganggu wajah cantik sepupunya itu. Yah, Arsa sangat menyayangi Melody begitu pula sebaliknya. apalagi fakta bahwa Melody adalah sepupu perempuan satu-satunya yang dia miliki membuat Arsa selalu ekstra untuk menjaganya.


"gue baru liat cowok itu. siapa ya?" tanya Bastian yang masih memperhatikan Melody dan Arsa


Kemudian dia mengendikkan bahu acuh dan memutuskan untuk kembali ke kelas karena tak lama lagi bel pulang akan segera berbunyi.


hallo semuanya๐Ÿ˜Š.


jangan lupa vote dan comment ya karena itu membantu mensupport author. jangan lupa juga share sama temen-temen kalian buat baca cerita ini๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.