Melody

Melody
18



Malam ini, setelah menyelesaikan makan malamnya keluarga Aditama bersantai diruang keluarga.


Kevin duduk disamping Melody, sebelah tangannya merangkul adiknya dan sebelah lagi mencomot cemilan.


"kalian gak mau jalan-jalan? ini satnight loh, kan biasanya anak muda selalu pergi jalan" celetuk Galuh lalu menatap kedua anaknya bergantian


"Ody males, soalnya yang diliat orang pacaran mulu" sahut Ody


"makanya cari pacar sana" ucap Ardi


"gak ah, takut sakit hati"


"gimana kalau lo ikut kakak, gue mau pergi nih" sahut Kevin


"mau kemana kak?"


"ngumpul aja sih sama temen-teman"


"ayo deh, lagian gue bosan dirumah mulu"


"yaudah, sana siap-siap"


Melody pun berjalan pergi menuju kamarnya.


Galuh dan Ardi hanya tersenyum melihat Kevin yang begitu menyayangi Melody. harapan mereka semoga saja kedua anaknya bisa seperti ini selamanya.


"kamu hati-hati kalau mau bawa Ody, takutnya temen-temen kamu macam-macam sama dia" ucap Ardi mewanti-wanti putranya


"siap Pah" sahut Kevin dengan gaya menghormat


"ayo kak, Ody udah siap" suara Melody mengalihkan atensi mereka


"oke, yok. kita pergi ya Mah, Pah" pamit Kevin


"hati-hati Vin bawa mobilnya, jangan ngebut-ngebut"


"ay ay kapten"


Mereka berdua pun keluar dari rumah dan menuju garasi untuk mengambil kendaraan yang akan mereka naiki.


"kak, pakai mobil aja ya, Ody lagi gak mau naik motor"


"sipp"


 



 


Senja menatap satu persatu orang yang berada di markas. namun, dia tidak menemukan keberadaan Kevin.


"kemana tuh bocah, gak biasanya dia telat datang" gumamnya pelan


"WOY, ADA YANG LIAT KEVIN GAK??" teriak Senja agar semua teman-temannya mendengar


suasana markas tengah heboh dikarenakan ada salah satu teman se-geng motornya yang baru jadian alias pacaran jadi mereka mengadakan PJ/pajak jadian.


"gak liat kita Sen, mungkin aja Kevin telat" sahut seorang lelaki yang mengenakan jaket biru


"oh, oke."


Dari kejauhan, Senja melihat mobil Lamborgini melaju dengan cepat kearahnya dan dia sudah hapal siapa pemilik dari mobil tersebut. setelah mobil itu terparkir dengan rapi, pemiliknya pun keluar disusul keluarnya seorang gadis cantik dari pintu sebelahnya.


"tumben lo bawa mobil?" tanya Bastian dingin


Dia mengeluarkan suara emasnya karena melihat gadis yang berada di samping si pemilik mobil Lamborgini.


"iya, Ody yang mau katanya bosan naik motor"


Yah, pemilik mobil Lamborgini itu adalah Kevin dan gadis yang berdiri disampingnya adalah adiknya Melody.


"hai Mel, tumben lo ikut" ucap Senja menyapa


"bosan gue dirumah gak ada Arsa"


"emang dia kemana sih, gue liat tadi juga gak ada disekolah"


"dia balik ke Belanda kak, ada urusan"


Senja hanya beroh-oh ria, lalu menarik Melody menuju tempat duduk dan meninggalkan Kevin dan Bastian.


"woy, mau lo bawa kemana adek gue"


"slow Vin cuma gue ajak duduk doang"


"mau minum apa Mel?"


"yang ada aja kak"


Senja pun mengambil soft drink lalu menyodorkannya pada Melody.


"thanks kak"


"iya"


Kevin datang dan langsung duduk di samping Melody, dia juga meminum minumannya Melody.


"pacar baru Vin" sapa seorang teman Kevin


"nggak, ini adek gue"


"wes, adek lo cantik. boleh gak sama gue?"


"yaellah, galak amat lo"


"serah gue lah"


Kevin pun merangkul Melody lalu menariknya ke dalam pelukannya. dia tidak suka jika teman-temannya menggoda Melody, karena Melody merupakan permatanya.


"Ody love kakak kan?" tanya Kevin, begitulah pertanyaan yang selalu dilontarkan Kevin pada Melody, bermaksud untuk menanyakan kecintaan adiknya pada dirinya


"iya kak Kevin, Ody selalu love kakak"


"ehem, disini bukan cuma ada lo berdua, berasa ngontrak gue" celetuk Senja


"bisa aja lo bakul cilok" kekeh Melody


"WHAT? lo ngatain gue bakul cilok?"


"iya, kak senja kan mirip bakul cilok"


"wah, berantem yok Mel"


"gak mau gue, takut kak Senja kalah"


"ngeledekin gue lo"


"nggak, elah. diem deh lo, gue lagi malas ngomong"


"kan lo..."


"berisik Senja" ketus Bastian mengeluarkan suaranya yang mampu membuat Senja terdiam dan menatap kesal ke arah Melody sedangkan yang di tatap hanya mengendikkan bahu acuh


Bastian menatap Melody yang tengah memainkan ponselnya. dan, seolah merasakan ada yang menatapnya Melody pun menoleh dan mendapati Bastian menatapnya.


"kenapa?" ucap Melody menatap Bastian


"nggak apa-apa"


"terus kenapa lo liatin gue dari tadi"


"cuma mau mastiin aja kalau lo gak kenapa-napa"


"garing bat lo"


"suka-suka gue dong"


"dasar es balok"


"tunggu deh, sebenarnya lo berdua itu ada hubungan apa sih? soalnya gue liat-liat kalian itu kaya akrab banget gitu. lo juga Bas, kalau lagi bareng Melody sifat lo itu gak dingin. gue bingung dengan hubungan kalian" keluar sudah unek-unek yang selama ini di tahan oleh Senja


"sama aja lo kaya kak Kevin nanyain hubungan gue sama nih es balok terus. perlu lo tau kalau hubungan gue sama nih es balok cuma sekedar teman gak lebih" ketus Melody


"sewot aja lo kan gue cuma nanya"


"pertanyaan lo gak mutu tau nggak"


"bagi lo emang gak mutu tapi bagi gue yang selalu dekat sama Bastian pertanyaan itu sangat-sangat penting. jadi, Bas lo ada hubungan apa sama Melody?"


"gak ada"


"tapi..."


"GUE BILANG GAK ADA YA GAK ADA. NGERTI GAK LO" bentak Bastian membuat Melody terkejut bahkan matanya juga berkaca-kaca


Melody memang tidak pernah di bentak karena sedari dulu dia sangat dimanjakan. itulah sebabnya mengapa dia sangat takut melihat Bastian membentak Senja.


"Bas, suara lo buat Melody takut" ketus Kevin membuat Bastian menolehnya dan melihat Melody yang menangis di pelukan Kevin


Bastian gelagapan, dia pun berjalan menghampiri Melody. lalu, dia mengelus kepala gadis itu mencoba menenangkannya. namun, bukannya tenang Melody malah tambah terisak dan memegang erat lengan Kevin.


Kevin menepis tangan Bastian lalu berdiri dan membawa Melody pergi. Kevin mengusap rambut Melody dan menghapus air matanya.


"jangan nangis, kita pulang sekarang ya"


"hiks..hiks..Ody, takut hiks..hiks..Ody takut"


"iya, kakak tau. makanya kita pulang ya"


Melody hanya mengangguk sebagai jawaban, dia tidak melepaskan pelukannya dengan Kevin karena masih merasa takut.


 



 


Sesampainya dirumah Kevin mengantarkan Melody masuk ke kamarnya. dia membaringkan tubuh adiknya dengan lembut diatas kasur lalu menarik selimutnya sampai sebatas dada.


"tidur yang nyenyak ya dek. jangan takut, ada kak Kevin yang siap jagain adek disini. have a nice dream" bisik Kevin lalu mengecup dahi Melody dan disambut Melody dengan senyuman


"makasih kak Kevin, Ody sayang banget sama kakak"


"kakak tau itu. jadi sekarang kamu tidur ya kakak tinggal dulu"


"iya. kakak have a nice dream too"


Kevin tersenyum dan mengangguk lalu beranjak keluar dari kamar Melody dan tak lupa mematikan lampu kamar lalu menggantikannya dengan standing lamp.


**hay gays....


jangan lupa vote dan comment ya.


see you next chapter**.