Melody

Melody
Bab 1



Matahari bersinar dengan cerahnya. cahayanya menelusup masuk ke celah-celah jendela kamar seorang gadis yang masih terlelap dibawah selimutnya. seolah terganggu gadis itu menarik selimut sampai menutupi wajahnya. ketukan pintu pun terdengar namun tidak membuat gadis itu baranjak dari ranjang, matanya masih tertutup dengan sempurna.


"Ody, ayo bangun ini sudah pagi dan kamu harus segera ke bandara" terdengar seseorang yang memanggil di depan pintu kamar namun tidak ada sahutan dari si pemilik kamar


"Ody,,, ayo bangun nanti kamu ketinggalan pesawat"


"Ody,, bangun dong sayang"


gadis yang dipanggil dengan sebutan Ody itu pun perlahan mengerjabkan matanya. lalu dengan malas beranjak dari ranjang menuju pintu yang sedari tadi diketuk tiada henti, dibukanya pintu itu dan terlihatlah seorang wanita yang wajahnya sudah mulai keriput namun tidak melunturkan kecantikannya.


wanita itu bersedekap dada menatap tajam kearahnya yang hanya dibalas dengan cengiran kuda ala Ody. dia begitu kesal dengan cucu kesayangannya ini karena sudah membuatnya berdiri terlalu lama di depan pintu seperti ini.


"liat udah jam berapa ini Ody (sambil memperlihatkan jam yang ada di pergelangannya) kamu bisa ketinggalan pesawat"


"biarin aja Oma kan Ody bisa tetap disini bareng Oma" sahut Ody acuh


"tapi untuk saat ini kamu harus kembali ke Indonesia"


"iya-iya Oma Ody ngerti. udah ya Ody mau mandi dan siap-siap dulu"


"Oma tunggu di meja makan. kamu jangan lama-lama"


Ody hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban pada sang Oma dan setelah memastikan Omanya pergi, segera dia menutup pintu dengan sedikit membantingnya untuk melampiaskan kekesalan.


namanya Melody Angelica Aditama kerap disapa Ody oleh orang terdekatnya, anak bungsu keluarga Aditama. dia memiliki seorang kakak lelaki yang sangat tampan bernama Keviano Pratama Aditama. sedangkan nama orang tuanya adalah Ardi Aditama dan Galuh Angelina Aditama.


Melody diharuskan pulang ke negara kelahirannya yaitu Indonesia karena kedua orang tuanya menginginkan dia untuk bersekolah di indonesia bersama dengan kakak laki-lakinya alasan lainnya adalah karena kedua orang tuanya merindukan dirinya. memang selama ini Ody tinggal bersama Omanya di Turki dan itu terjadi sejak Ody berumur 4 tahun.


back to the story.


Ody keluar dari kamar mandi dan sudah rapi dengan dres berwarna hitam yang melekat di tubuhnya. dia duduk di meja rias kemudian merias wajahnya dengan sedikit polesan make up. setelah selesai Ody pun mengambil heels-nya di lemari dan memakainya. lalu dia menatap pantulan dirinya sekali lagi di cermin, saat dirasa sudah perfect dia tersenyum tipis kemudian menyambar kopernya dan keluar dari kamar untuk menemui Omanya di meja makan.


"pagi Oma yang cantik"


"pagi cucu Oma yang paling Oma sayang"


Ody menarik kursi lalu duduk kemudian meraih roti yang sudah diolesi selai blueberry kesukaannya. mereka berdua makan dengan tenang tanpa ada yang mengeluarkan suara sepatah pun. jika boleh jujur Ody sangat berat meninggalkan sang Oma di mansion yang sebesar ini sendirian, tapi apa boleh buat jika papanya sudah berkata tegas Ody tidak bisa membantah.


"Ody gak mau pulang ke Indonesia Oma" lirih Ody dengan tatapan sendu menatap Omanya


"Oma tau tapi Ody gak punya pilihan lain"


"kalau Ody pulang ke Indonesia Oma bakalan sendirian disini. nanti siapa yang bakal rawat Oma kalau Oma sakit? terus nanti siapa yang bakalan temenin Oma makan di meja makan? siapa yang akan Oma omelin kalau Ody pulang?"


"jangan mencari banyak alasan Ody"


Ody menghela nafas pelan "udah selesai" ucapnya sambil mendorong piring ke depan


tak ingin berlama-lama lagi Ody dan Omanya pun beranjak dari meja makan dan berjalan menuju pintu keluar. seorang lelaki tua yang menjadi supir di mansion itu pun langsung mengambil koper dari tangan Ody dan memasukkannya ke bagasi. setelah semuanya beres mereka berdua pun masuk ke dalam mobil disusul mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan mansion mewah tersebut.


tak banyak yang mereka bicarakan di dalam mobil, hanya sekedar candaan yang mampu membuat suasana kembali hidup dan Ody sedikit melupakan kesedihannya. sampailah mereka di bandara, Ody pun memeluk Omanya dengan erat dan dibalas pelukan pula dari Omanya.


"Oma jaga kesehatan ya, jangan tidur larut malam. kalau ada apa-apa langsung hubungi Ody. Ody juga bakalan sering mengunjungi Oma disini" pesan Melody pada Omanya


"iya bawel. kamu juga jaga kesehatan, jangan sering-sering begadang, makannya dikontrol jangan jajan sembarangan, rajin-rajin belajar ya. terus sampaikan juga salam Oma pada mama dan papa mu"


"iya Oma, kalau gitu Ody pergi ya Oma"


"yaudah sana gih, nanti kabari Oma kalau sudah sampai di Indonesia"


"oke Oma"


sebelum benar-benar pergi Ody kembali memeluk Omanya kemudian melemparkan senyum dan berbalik meninggalkan sang Oma memasuki ruang tunggu. tak berapa lama pesawat yang dia naiki pun take off meninggalkan negara tempat dia dibesarkan Turki.


sementara itu di Indonesia atau lebih tepatnya di sebuah mansion yang sangat megah terlihat sepasang paruh baya dan seorang anak lelaki tampan tengah menonton televisi. sepasang paruh baya itu terlihat serius dengan flim yang mereka tonton mengabaikan lelaki tampan yang sedari tadi berada di samping sang wanita.


lelaki itu mendengus tidak suka kemudian pergi dari sana menuju dapur untuk mengambil cemilan.


"loh den mau ngapain?" tanya seorang maid yang kebetulan berada di dapur sedang mencuci piring


"mau ngambil cemilan bik"


"kenapa gak manggil bibi aja den?"


"gak apa-apa bik, aku bisa ambil sendiri"


setelah mendapatkan apa yang dia mau, lelaki itu kembali ke ruang keluarga dan mendapati kedua orang tuanya masih saja bermesraan. dia mendengus kesal dan duduk kembali di tempat sebelumnya dia duduk.


"ehem, berasa dunia milik berdua sampai-sampai nggak nyadar disini ada anaknya" sindir lelaki itu


"iri aja kamu, makanya sana cari pacar biar bisa mesra-mesraan" seru sang papa ketus


"papa gimana sih, Kevin itu kan jones gimana mau nyari pacar" sindir sang mama yang tambah membuat Kevin sang anak kesal bukan main


"mah Kevin itu jomblo terhormat bukan jomblo ngenes" ucap Kevin sambil memayunkan bibirnya


"sama aja kali" ucap sang papa


"yah beda dong pah."


"serah kamu deh, mama mau mesra-mesraan dulu bareng papa"


Kevin merotasikan bola matanya kesal "coba aja disini ada Ody pasti Kevin bisa mesra-mesraan bareng Ody"


"yaudah sih Vin besokkan Ody sampai..."


"WHAT??? ODY PULANG? BENERAN MAH?" Kevin memotong perkataan mamanya membuat sang mama kesal


"jangan kebiasaan memotong perkataan mama Keviano Pratama Aditama"


"hehe maaf mah. tapi ini beneran mah Ody bakalan pulang? emang Ody mau ninggalin Oma di Turki sendirian?" tanya Kevin beruntun


"iya, kemarin papa yang minta Ody pulang biar kamu gak kesepian disini kalau mama dan papa ke luar kota" seru sang mama


Kevin tersenyum senang kemudian memeluk mamanya erat "makasih mah Kevin sayang mama"


"sama papa gak sayang?"


"sayang dong. Kevin sayang papa"


udah tau dong ya mereka bertiga itu siapa? apalagi sudah tertebak saat mereka berbicara menyebut-nyebut nama Ody. yah, mereka adalah keluarga Aditama. papa Ardi, mama Galuh dan kakak laki-laki Melody yang bernama Keviano atau kerap disapa Kevin.


"yaudah sana kamu tidur besok biar gak telat jemput Ody" ucap papanya yang mendapat anggukan antusias dari Kevin


"good night mah, pah. love you"


"night sayang. love you too" sahut papa dan mamanya serentak


Kevin pun meninggalkan kedua orang tuanya di ruang keluarga.


ini cerita pertama ku di sini semoga kalian suka.


jangan lupa tekan like, dan love ya.