Melody

Melody
Bab 24



Devin mengitari seluruh penjuru sekolah untuk mencari keberadaan Melody. ada rasa khawatir di hatinya saat melihat ekspresi wajah Melody yang tadi dingin banget saat melihat Bastian memeluk Shela.


Akhirnya setelah lama mencari, Devin menemukan keberadaan gadis itu. Melody tengah duduk di kursi taman yang berada di belakang sekolah. tatapannya yang kosong membuat hati Devin sedikit sakit.


"Dy."


Melody menoleh dan mendapati Devin berada di belakangnya. tapi dia hanya acuh dan berbalik kembali memunggungi Devin.


"Ody."


"bisa tinggalin gue sendiri, gue lagi gak mau ketemu siapa-siapa."


Devin menghela nafas lelah. dia pun memilih duduk di samping Melody kemudian membawa gadis itu kedalam pelukannya.


"gue tau lo khawatir sama gue karena Shela. tapi Dy, gue sayang sama dia dan dia juga sayang sama gue."


Melody diam. ada banyak kata yang ingin dia sampaikan pada Devin namun itu semua hanya tertahan di tenggorokan.


"Dy, lo bisa nerima Shela kan?."


"Dev, seharunya sebelum lo jadian sama dia.lo harus tau bibit, bebet, dan bobotnya dulu. jangan langsung main jadian aja. emang lo gak sakit ngeliat ada cowok lain yang meluk dia? emang lo gak cemburu?."


Pertanyaan beruntun Melody membuat Devin tersenyum simpul. tidak dapat dipungkiri semua yang dikatakan oleh Melody memang dirasakannya. emang siapa sih yang mau tunangan kita dekat sama laki-laki lain apalagi itu adalah mantan pacarnya.


"semua yang lo tanyain itu yang gue rasa sekarang Dy. tapi, gue gak mau egois. alasan gue dan Shela kembali ke Indonesia adalah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di masa lalu. gue pengen hidup bahagia sama Shela tanpa ada ikatan yang belum selesai di masa lalu."


"tapi menyelesaikan masalah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. apalagi kalian berhadapan sama cowok sedingin Bastian. gue gak yakin dia bisa dengan mudah melepaskan Shela, apalagi melihat reaksi Bastian saat pertama kali melihat Shela kembali."


"gue tau itu. tapi, gue gak akan menyerah. apapun yang telah menjadi milik gue gak akan dapat direbut oleh orang lain dengan mudah."


Melody menatap mata Devin dan yang terlihat hanya ketulusan dan kesungguhan hati untuk Shela.


"lo mau kan bantu gue?."


"gue usahain."


Devin tersenyum senang. dia tau dibalik sifat acuh Melody terselip beribu rasa sayang untuk setiap orang yang disayanginya.


"kalau gitu sekarang kita balik ke kantin, kasian Arsa sama Shela ditinggalin."


\*\*\*\*


Bastian pergi ke rooftop, dia membanting pintu rooftop hingga menghasilkan bunyi berdebum yang keras. Bastian menonjok dinding hingga tangannya berdarah.


Arrrrgggghh.....


Teriakan frustasi itu membuat Bastian terlihat lemah. dia jatuh terduduk di lantai, keadaannya benar-benar kacau.


"kenapa kamu ninggalin aku love?. kenapa kamu lebih milih dia daripada aku. KENAPA LOVE KENAPA."


"Bastian."


Senja yang melihat keadaan kacau sang sahabat pun langsung berlari mendekat kearah Bastian. dia memeluk Bastian, mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.


Yah, Senja memang dikabari oleh Arsa untuk mencari keberadaan Bastian. awalnya, Senja mengira itu bukanlah hal yang penting. namun, setelah mendengar penjelasan Arsa yang mengatakan bahwa Shela kembali membuat Senja terkejut bukan main. bagaimana mungkin orang yang telah meninggal bisa hidup kembali begitulah kira-kira pikiran Senja.


"Bas, lo kenapa bisa seperti ini lagi."


"Shela kembali Sen, Shela kembali tapi dia malah ninggalin gue. dia tunangan sama cowok lain. dia ninggalin gue Sen, dia ninggalin gue."


Senja terkejut saat mendengar bahwa Shela bertunangan dengan lelaki lain dan meninggalkan Bastian. setahunya Shela sangat mencintai Bastian tapi mengapa malah bertunangan dengan lelaki lain.


"oke, lo tenangin diri lo dulu dan sekarang kita ke UKS untuk mengobati tangan lo berdarah ini."


"gue gak mau." lirih Bastian pelan


"ini bisa infeksi kalau gak diobatin. lo bisa gak sih dengerin gue kali ini aja Bas. kalau Kevin tau lo kaya gini lagi gue yakin dia pasti gak akan biarin lo deketin Melody lagi." ketus Senja


Bastian terdiam, air matanya menetes. luka lama yang hampir menutup itu kini terbuka lagi bahkan lebih pedih dari sayatan sembilu.


"ayo ke UKS, biar gue obatin tangan lo."


Sedangkan di kantin, Melody dan Devin baru saja tiba dan melihat Arsa dan Shela tengah menikmati makanan mereka.


"Arsa."


Melody menyandarkan kepalanya di bahu Arsa dan dibalas elusan lembut di rambutnya dari Arsa.


"kenapa hmm?."


"gak apa-apa."


"tumben manja banget."


"pengen aja."


Shela melihat interaksi antara Arsa dan Melody pun tidak bisa untuk tidak tersenyum. menurutnya, mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih bukan seperti sepasang sepupu.


"so sweet banget." bisik Shela pada Devin yang berada disampingnya


"mereka emang gitu. kamu iri?."


"nggak dong. ngapain iri kan aku bisa mesra-mesraan bareng kamu."


Devin tersenyum senang kemudian membawa Shela kedala pelukannya.


"bantuin aku untuk jelasin semuanya sama Bastian ya Dev."


"pasti."


"Arsa lo gak pesanin makanan gue."


"lo mau makan apa?."


"biasa aja deh. cupcake alpukat sama jus alpukat."


"lo suka makanan yang berbau alpukat?." tanya Shela pada Melody. dia ingin mencoba akrab dengan gadis itu


"hmm."


"oh iya kita belum sempat kenalan kan. kenalin nama gue Shela Putri."


"Melody."


Pesanan makanan Melody pun datang. mereka memilih untuk melanjutkan makan tanpa memperdulikan tatapan bingung dari semua siswa yang melihat mereka.


terima kasih sudah membaca.


jangan lupa vote,fav, rate dan love nya.