Melody

Melody
Bab 13



Bastian meminta semua teman-temannya untuk menginap dirumahnya, termasuk Melody dan Arsa. awalnya, Melody dan Arsa menolak dengan alasan ada hal yang harus diurus tapi apalah daya jika Kevin sudah memaksa maka mereka pun tidak bisa menolak.


Dan disinilah mereka, di ruang makan keluarga Erlangga. mereka tengah makan malam bersama dengan mama dan papa Bastian.


"jadi Melody siswa baru di sekolah kamu Bas?" tanya Angga pada Bastian


"iya"


"etdah, dingin amat tu bocah sama emak bapaknya" batin Arsa


"mama juga baru tau loh Pa kalau Kevin punya adek secantik Melody" ucap Leona


"tante bisa aja" sahut Melody tersipu


Percakapan mereka pun terhenti kala ponsel Arsa berbunyi dan menampilkan nama Oma di layar ponselnya.


"permisi tante, om. Arsa mau angkat telpon dulu"


"iya Arsa gak apa-apa" sahut Angga


Arsa pun beranjak dari kursi dan berjalan sedikit menjauh. tak lama ponsel Melody pun berbunyi dan nama Keny tertera di layar ponsel.


Melody meriject panggilan Keny lalu tersenyum tipis pada semua orang yang ada di meja makan.


"kok gak diangkat de?" tanya Kevin


"ah, ngg..nggak apa-apa kok kak" sahut Melody gugup


Setelah menghabiskan makan malamnya, mereka pun bersantai di ruang keluarga. sedangkan Melody dan Arsa langsung melipir jauh dari keluarga Bastian serta Kevin dan Senja.


"tadi Oma telpon gue" ucap Arsa pelan


"bilang apa?"


"Oma nyuruh kita balik ke Turki"


"terus lo jawab apa?"


"gue bilang, kita bakal pulang saat liburan sekolah dan Oma mengijinkan setelah berbagai cara gue bujuk Oma. lo cuma punya waktu 6 bulan buat nyari cara untuk membatalkan perjodohan ini"


Melody memijit dahinya pelan, dia begitu kesal pada Omanya yang menjodohkan dirinya tanpa bertanya terlebih dahulu. ntah apa yang sedang terpikirkan di otak cantik Omanya itu hingga harus menjodohkan dirinya dengan temannya Keny, padahal ini bukan jaman Siti Nurbaya dimana perjodohan masih berlaku.


"gue harus gimana" gumam Melody mengusap wajahnya kasar


"sepertinya lo harus bicarakan ini berdua dengan Keny, karena bagaimana pun dia juga harus ikut mencari cara buat membatalkan perjodohan ini"


Kevin celingak-celinguk mencari keberadaan adiknya dan sepupu nakalnya tapi tidak menemukan mereka.


"lo kenapa siapa sih dari tadi gue perhatiin lo celingak-celinguk mulu?" tanya Senja


"gue nyari Ody sama Arsa"


"lo liat gak Bas?" tanya Senja


"tadi ke depan" sahut Bastian


Kevin pun segera menyusul Melody ke depan, dan benar saja dia melihat kedua adiknya itu gelisah dan wajah mereka berdua terlihat gusar.


"kalian kenapa sih, dari tadi siang gue perhatiin lo berdua aneh banget tingkahnya"


"eh, kak Kevin ngagetin aja lo" ucap Arsa dan Melody bersamaan sambil mengelus dada saat melihat Kevin berdiri di dekat pintu


"kenapa lo berdua?"


"gak apa-apa kak" sahut Melody cepat disertai senyum simpulnya


"mending lo balik aja ke dalam kak, kan gak enak sama keluarganya Bastian" ucap Arsa pula


"lo berdua jangan sembunyiin apa pun dari gue"


"gak akan kak"


Kevin pun kembali masuk menemui keluarga Bastian lalu Melody dan Arsa menghembuskan nafas lega karena berhasil membujuk Kevin untuk pergi.


"loh katanya lo mau manggil Melody sama Arsa terus orangnya mana?" tanya Senja


"boro-boro mau manggil, nyampek sana aja gue langsung di usir"


"haha... lo diusir" Senja tertawa


"mereka kenapa gak masuk?" tanya Bastian


"gue gak tau Bas, tapi keliatannya Ody ada masalah deh soalnya gue liat dari tadi dia yang wajahnya kusut banget"


"mereka gak cerita sama lo punya masalah apa?" tanya Senja


"gak"


 



 


Turki 22 maret 2015.


Keny Abraham, seorang siswa sekolah menengah atas di sebuah sekolah ternama di Turki. Keny merupakan lelaki dengan wajah tampan, sifat humble dan dia memiliki seorang kekasih bernama Siska Gladis.


"kamu kenapa? (neyin var?)" tanya Siska yang baru datang menghampiri kekasihnya


"aku lagi mikirin cara buat batalin perjodohan ini dan aku yakin Ody juga begitu. (bu duzenlenmis evliligi iptal etmenin yollarini dusunuyorum ve eminim Ody de ayni sekilde)"


"kamu yang sabar ya, aku yakin selagi kamu usaha pasti ada jalan keluar untuk kita. (sabirlisin, evet, eminim isteyken bizim icin bir cikis yolu olacak)"


"makasih ya sayang kamu selalu ada buat aku. aku mohon kamu tetap ada di samping aku apa pun yang terjadi. (tesekkurler tatlim, hep benim icin oradasin. ne olursa olsun yanimda kalman icin yalvariyorum"


"sesuai janji aku ke kamu dulu dan janji aku sama Ody, aku pasti akan selalu ada di samping kamu apa pun yang terjadi. (Once sana sozum ve Ody'ye sozum uyarinca, ne olursa olsun kesinlikle senin yaninda olacagim)"


"aku sayang banget sama kamu dan aku akan selalu perjuangin kamu. (seni gercekten seviyorum ve senin icin her zaman savasacagim)"


"aku juga sayang sama kamu, dan yah, aku juga akan ikut berjuang bersama kamu. (ben de seni saviyorum. ve ben de seninle kavga edecegim) "


"makasih Siska, aku sayang banget sama kamu. (tesekkur ederim Siska, seni gercekten seviyorum)"


Siska pun memeluk Keny dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang lelaki yang selama 3 tahun ini mengisi hatinya.


"*aku selalu berdoa supaya kita bisa seperti ini selamanya Ken, aku sayang kamu. (hep boyle olabilmemiz icin dua ediyorum Ken, seni saviyorum)" batin Siska


"aku bakal lakukan apa saja untuk mempertahankan hubungan kita ini Sis, karena aku yakin ini adalah salah satu dari sekian banyak cobaan yang di berikan tuhan untuk menguji kekuatan cinta kita. (illiskimizi surdurmek icin her seyi yapacagim Sis, cunku bunun tanri'nin sevgimizin gucunu test etmek icin verdigi bircok cazibeden biri olduguna inaniyorum)" batin Keny*


Sementara itu di Indonesia, Melody tengah menikmati angin malam di teras rumah sendirian. dia ingin sendiri malam ini dan memerintahkan Arsa untuk pergi agar tidak mengganggu dirinya.


Langit biru itu kini berganti warna menjadi hitam dengan bintang yang bertaburan dan bulan sabit seperti tersenyum ditengah-tengah kegundahan hatinya.


Semakin hari masalah ini semakin rumit, ditambah dia harus memikirkan cara untuk membatalkan perjodohan ini dalam waktu 6 bulan.


"hidup gue gini amat" guman Melody menghembuskan nafas gusar


Sebuah jaket tersampir di pundaknya membuat Melody langsung menoleh ke arah samping dan mendapati Bastian yang duduk disana.


"angin malam gak baik buat kesehatan, seharusnya lo tau itu" ucapnya


"hmm"


"lo kenapa ada masalah? cerita aja sama gue"


"gue gak apa-apa"


"biasanya kalau cewek bilang gak apa-apa pasti ada apa-apanya kan?"


"sok tau lo es balok"


Ponsel Melody berbunyi, dia segera melihat dan nama Keny tertera di layar ponselnya.


"hallo. (Merhaba)" ucapnya sebagai sapaan


"....."


"aku tau tadi Arsa udah bilang. (Ara'nin zaten dedigini biliyorum)"


"......"


"iya Keny, aku juga pusing mikirin itu. (evet Keny ben de basim donuyor)"


"......"


"kita punya waktu selama 6 bulan buat mikirin caranya dan disaat waktu itu tiba aku bakal balik ke Turki bareng Arsa dan aku harap tepat di hari itu kita sudah punya rencana masing-masing. (bu zamanin nasil ve ne zaman geldigini anlamak icin sadece 6 ayimiz var Araa ile Turkiye'ye donecegim ve umarim o gun zaten planlarimiz var)"


"......"


"tetap stay sama Siska karena aku bakal cari cara buat menggagalkan semuanya. (Siska ile kal cunku her seyi hayal kirikligina ugratacak bir yol bulacagim)"


"......"


"sama-sama Keny. (rica ederim Keny) "


Sambungan telpon terputus dan lagi-lagi Melody kembali menghembuskan nafas kasar membuat Bastian yang berada di sampingnya menatapnya.


"telpon dari siapa?"


"temen"


"kalau ada apa-apa cerita aja Mel"


"hmm... lo kenapa disini? kan lo lagi sakit mending masuk aja yuk ke dalam, ntar tambah sakit lagi"


Bastian terdiam, dia tau kalau Melody kini sedang mengalihkan pembicaraan. namun, dia tidak bisa memaksa gadis itu untuk bercerita dengannya mengenai masalahnya.


"oke" lirih Bastian


Mereka pun masuk kembali ke dalam rumah dan Melody mengantarkan Bastian ke kamarnya dengan alasan takut terjadi apa-apa pada lelaki tersebut.


"makasih ya Mel"


"sama-sama, kalau gitu gue duluan"


"oke"


Hai gays.


jangan lupa vote dan coment.