ME AND MY LAST LOVE

ME AND MY LAST LOVE
Chapter 9. Ibu Kecil



Terlihat seorang perempuan yang turun dari mobil mewahnya, memakai dress pendek yang terlihat tubuhnya ramping dan putih mulus lalu memakai heels yang tidak terlalu tinggi. Sambil berkaca mata hitam dan memegang handpone.


"Haloo kakak, dimana? Aku udah didepan, Jemput aku. Buruan kak."


"Kamu masuk saja. Kakak menunggu di dalam yaa." Ucap pria tampan.


Aku Lingmei adik termanja dan paling disayang kakaknya. Aku selalu mengikuti kemana pun dia pergi. Kakakku sangat baik dan perhatian sehingga aku merasa adik yang paling beruntung didunia ini.


"Hmm.. yaudah dech aku masuk sendiri saja. kakak jangan jauh dari pintu utama yaa kak." Jawab Lingmei.


"Oke, kakak ada disini. Gak jauh kok."


Ucap pria tampan kepada adiknya.


"Mohon maaf pak, bapak ingin berkeliling dahulu atau langsung membahas keuangan diruang rapat." Tanya manager mall tersebut.


"Sepertinya kita rapat terlebih dahulu. Lalu aku akan melihat penjualan dan suasana mall nya." Ucap pria tampan.


Kemudian mereka pun meninggalkan pintu utama mall dan pria tampan melupakan adiknya yang minta ditunggu.


"Kakak kemana sihh." Gumam Lingmei melihat-lihat keadaan dalam mall


Lingmei terus berjalan tanpa arah, sesekali dia melihat pakaian dan seperti nya melupakan kakaknya setelah melihat pakaian dalam mall. Mencoba beberapa potong pakaian dan sangat asik walaupun sendiri tanpa seorang teman.


"Wahh ini pakain terlihat bagus, yang ini juga bagus, ini lucu, yang ini warna nya aku suka, mana lagi yaa." Ucap Lingmei berbicara sendiri dengan senangnya.


"Silahkan kak.. kakak terlihat cantik memakai baju ini. Kita punya semua ukuran dan warna yang masih lengkap. Saya lihat kakak sangat bersemangat dengan baju ini. Ini limited edition kak, silahkan dicoba untuk semua warna nya." Tutur Nayla dengan lembut dan penuh senyuman ramah kepada Lingmei.


Kemudian Lingmei yang melihat bajunya berbalik menatap wajah Nayla yang terdengar suaranya indah dan lembut.


"Iii.. buu.. Ibu." Ucap Lingmei dengan terbatah-batah dan sangat kaget karena melihat wajah Nayla yang begitu mirip ibunya. Tanpa sadar Lingmei dengan cepat memeluk erat Nayla.


Nayla hanya terdiam tak menolak pelukan dari Lingmei, dengan wajah bingung Nayla berkata.


"Kakak? Mohon maaf, nama saya Nayla. Dan ibunya kakak ada dimana ya?" Tanya Nayla dengan penasaran tetapi tak melepaskan pelukan Lingmei.


"Huhuhu.. aku sangat merindukan ibuku. Tetapi saat aku berusia 10tahun ibuku meninggal karena serangan jantung. Foto nya saat muda sangat mirip sama kakak Nayla, maafkan Lingmei karna udah lancang memeluk kakak." Ucap Lingmei melepaskan pelukannya dan mengelap air matanya.


"Gapapa kok, aku mengerti akan kerinduanmu bersama ibu. Sini peluk lagi jika bisa membuat mu melepaskan rindu pada ibumu." Ucap Nayla.


"Kakak baik sekali, makasih ya kak. Hmm.. seperti nya kita seumuran jadi aku panggil nya Nayla aja ya." Jawab Lingmei sambil memeluk Nayla untuk kedua kalinya dan merasa sangat senang.


"Hahaha.. iya tak mengapa Ling." Tutur Nayla dengan lembut.


"Panggil aku Mei aja kak." Ucap Lingmei.


"Baiklah jika begitu." Sahut Nayla.


"Ehh.. aku panggil ibu kecil aja deh biar lebih akrab. Kakak mau kan punya teman seperti Lingmei."


"Hahaha.. Lingmei sangat lucu, siapa pun pasti ingin berteman sama Lingmei." Tutur Nayla yang merasa senang.


"Makasih ibu kecil, gak hanya wajah kakak yang begitu mirip ibuku tapi sifat baiknya kakak juga sama seperti ibuku. Aku senang kenal ibu kecil." Ucap Lingmei mengungkapkan perasaan nya.


"Ibu kecil ikutan lah dengan ku berkeliling melihat mall ini ya, aku kan sebagai konsumen jadi ibu kecil enggak akan dimarahin supervisor mall ini." Ajak Lingmei sedikit memaksa.


"Baiklah ibu kecil akan mengajak Meimei untuk berkeliling mall." Jawab Nayla.


"Hahaha.. ibu kecil sangat lucu memanggil ku dengan nama Meimei. Sangat sama seperti kakak kandung ku." Ucap Lingmei dengan manja.


Mereka pun berkeliling mall, Nayla menemani Lingmei memakai baju kesukaannya, sepatu pilihannya, kaca mata yang sangat keren dan mahal, makan bersama, hingga foto box bersama. Lingmei terlihat sangat bahagia. Dan memberikan Nayla foto berdua sebagai kenangan pertama kali bertemu. Lingmei juga meminta nomor handphone Nayla karena masih ingin bertemu dengannya jika ada waktu.


"Ibu kecil makasih ya udah mau menemani Lingmei dan maaf Lingmei jadi mengganggu waktu bekerja ibu kecil. " Ucap Lingmei memeluk Nayla dengan manjanya.


"Hahaha ibu kecil juga bahagia bisa menemani Lingmei." Jawab Nayla sambil menatap mata Lingmei dengan lembut penuh akan kebahagiaan.


*****


Suasana dalam rapat...


"Pak ini adalah grafik penjualan kita pada 5tahun terakhir, peningkatan penjualan sangat melesat tinggi. Ini dikarenakan barang yang kita jual dalam mall sangat berkualitas, pelayanan baik, dan pilihan model pakaian yang beragam. Ini sangat bagus untuk keuangan perusahaan." Ucap manager menjelaskan dengan detail.


"Baiklah, apa ada kendala dalam penanganan nya. Sebutkan hal apa saja yang terjadi dalam perusahaan." Ucap pria tampan dengan serius.


"Jika dalam pelayanan semuanya baik tetapi ada masalah pada beberapa karyawan yang sering terlambat masuk kerja, dan ada diantara mereka yang sering tak masuk kerja. Ini nama karyawan dan karyawati yang masuk dalam permasalahan." Sahut supervisor dalam rapatnya sambil memberi daftar karyawan bermasalah.


Saat pria tampan ini melihat tiba-tiba suara pesan di handphone nya berbunyi dan mengalihkan pandangannya pada handpone, saat membuka pesan nya pria tampan hanya tersenyum.


Terlihat di handphone pria tampan adiknya mengirimkan fotonya bersama orang yang baru saja dikenalnya.


"Kakak, aku menunggumu di restaurant. Jangan terlalu lama atau aku akan diculik ibu kecil." Isi pesan dari Lingmei.


"Aku menyukai nya kak. Wajahnya mirip sekali dengan ibu, aku percaya padanya seperti percaya pada ibu."


"Berhati-hatilah." Percakapan pun berakhir dan pria tampan melanjutkan rapat dengan melihat daftar karyawan yang bermasalah.


"Heh.. gadis kecil ini lagi!! Jadi namanya Nayla Xiu. Marga Xiu terlihat tak asing. Daftar kehadiran nya nyaris terlambat setiap hari dan ini hari yang waktu itu aku menolong nya. Terlihat tanpa keterangan, apa yang sebenarnya gadis kecil ini lakukan sampai terlambat." Gumam pria tampan dalam hati sambil terus membolak-balik halaman buku.


"Oke aku sudah melihatnya. Untuk semua karyawan yang memiliki masalah ini silahkan kalian berhentikan dari pekerjaan nya satu per satu. Tak perlu sekaligus karena akan merusak citra perusahaan. Dan untuk yang bernama Nayla Xiu kalian pertahankan, mengingat kesetiaan nya pada perusahaan yang sudah termasuk lama bekerja walaupun akhir-akhir ini sering terlambat. Maka dari itu sebagai hukumannya jangan naikkan gajinya."


"Lihatlah foto ini yang baru saja dikirim adikku, entah bagaimana Nayla ini berhasil mencuri perhatian adikku. Karena adikku menyukainya jadi Nayla tetap berada disini untuk bekerja."


"Cukup sekian rapat kali ini, oh ya ada tambahan untuk semua staf kantor. saya berterimakasih atas kinerja kalian selama ini dan atas kerja keras kalian saya akan memberikan bonus gaji bulan ini dua kali lipat." Ucap pria tampan.


Semua staf terlihat senang dan makin bersemangat saat bekerja.


"Terimakasih pak, semoga selalu jaya dan diberkati Tuhan selalu." Ucap manager yang sangat terlihat senang.


Lalu mereka pun berkeliling melihat keadaan mall yang sangat ramai dan semua karyawan terlihat sibuk melayani konsumen dengan sepenuh hati.


"Kakak? Apakah pekerjaan kakak sudah selesai." Tanya Lingmei pada pria tampan yang baru saja turun dan melihat suasana mall.


"Udah. Apakah kamu ingin pulang?"


"Aku ingin mengenalkan kakak pada ibu kecil yang sangat mirip ibu kita kak!"


"Lain waktu saja ya, kakak akan segera pergi ke cabang berikutnya. Kakak ingin segera menyelesaikan semuanya."


"Hmm.. kakak?" Ucap Lingmei sambil merengek ingin kakaknya menurut perkataannya tetapi kakaknya tak bisa.


"Meimei! Kamu udah janji gak akan ganggu kakak saat bekerja bukan?"


"Huhh.. iya iya Meimei gak nakal." Ucap Lingmei dengan menundukkan kepalanya ke bawah sambil kaki sebelah kanannya di geser-geser nya dengan pelan.


"Ayoo kita ketempat selanjutnya." Ujar pria tampan sambil melihat adiknya yang sedang cemberut.


Mereka pun berjalan bersama padahal saat itu Lingmei sangat ingin memperkenalkan kakaknya pada Nayla.


Tetapi belum ada kesempatan jadi akan Lingmei lakukan lain waktu saja.


"Ohh yah kak, aku membeli banyak pakaian yang aku sukai. Aku gak nyangka loh kak ternyata pakaian yang diproduksi dari perusahaan kakak sangat bagus. Kakak emang bisa mencari perancang busana terbaik. Aku suka semua model pakaian nya." Tutur Lingmei merasa bangga pada kakaknya.


"Jika kita ingin mendapatkan yang terbaik dalam hidup kita, maka kita harus memberikan yang terbaik untuk hidup orang lain. Saat itu kita akan menuai hasil yang terbaik."


*****


Suasana mall saat jam istirahat tiba..


"Nay? Mau makan apa?" Tanya Rina


"Aku makan nasi aja, lagi gak suka ngemil Rin." Jawab Nayla sambil membeli nasi yang berada dalam kantin mall khusus karyawan.


"Oh begitu. Aku ingin membeli jus juga deh soalnya makan roti saja gak akan kenyang. Lagi gak suka makan nasi."


"Rakha mana Rin? Kok belum terlihat."


"Bentar lagi juga muncul tuh anak."


"Hai.. hai.. haii.. siapa yang mencari ku? Ada apakah gerangan?" Ucap Rakha sambil mengambil roti Rina.


"Heii.. Jangan mengambil roti ku." Ucap Rina dengan kesal.


"Yaelah dikit doang pelit amat." Jawab Rakha dengan menyeringai.


"Hmm.. beli dong." Ledek Rina.


"Heh. Mmm.. Nayla gimana keputusan dari pemilik mall nya?" Tanya Rakha yang sangat penasaran dengan jawaban Nayla.


"Aku tetap kerja disini kok. Hanya saja gajiku tahun depan gak akan naik hingga setahun. Bisa dibilang gajiku dengan kalian akan sama." Ucap Nayla.


"Oh gitu, syukur dech enggak di pecat. Lagian kamu masih menjabat kepala counter, mereka masih percaya. Hanya mendapatkan hukuman selama setahun."


Ujar Rakha dengan tersenyum.


"Betul tuh, kamu harus semangat Nay. Gajimu sekarang juga udah besar, menurutku pemilik mall nya udah cukup baik untuk semua karyawan nya. Yang penting kan kamu masih bisa ketemu kita-kita ya nggak?." Ucap Rina memberi semangat sambil menghadap ke Nayla melihat wajahnya dan memegang tangan nya.


"Iya makasih atas support kalian untukku, aku pikir juga pemilik mall nya baik dan cukup bijaksana memberikan hukuman. Sayang aku sampai sekarang belum tahu siapa orangnya." Ucap Nayla yang terlihat sangat ingin bertemu pemilik mall nya.


"Kamu gak ketemu? Aku sihh lihat. Soalnya mereka datang ke counter ku dan menyapa karyawan, dan beberapa counter lain juga turut didatangi." Ucap Rakha memberi tahu.