
SEMBILAN BULAN BERLALU..
"Hmm.. waktu berlalu sangat cepat. Udah mau setahun pernikahan ku bersama Theo terjalin menghabiskan waktu bersama dalam balutan kebahagiaan. Tapi terasa ada yang kurang jika belum memiliki buah hati, aku berpikir jika aku akan memiliki anak lebih cepat tapi ternyata salah. Mengapa aku belum hamil juga padahal aku dan Theo gak pernah menunda kehamilan dari awal pernikahan terjadi." Gumam Nayla berbicara sendirian dalam kamarnya tidak disangka perkataan Nayla di dengar oleh Theo.
"Sayang.." Tutur Theo memanggil Nayla.
"Ehh sejak kapan kamu disana. Mengapa terdiam saja?." Jawab Nayla kaget.
"Aku mendengar kamu berbicara sendirian."
"Hehe, maaf. Aku hanya jenuh saja dengan rumah mewah ini, sangat besar tapi terasa sunyi."
"Memiliki anak hanya bonus dalam sebuah pernikahan. Keturunan atau anak bukanlah tolak ukur kebahagiaan suatu keluarga tapi jika kamu sangat menginginkannya kita bisa pergi ke dokter kandungan untuk promil. Bagiamana?."
"Kata-kata itu yang aku tunggu dari dirimu. Karena kamu telah memiliki anak seperti nya aku yang mempunyai masalah." Sahut Nayla lesu.
"Tidak apa-apa, aku tidak masalah jika dalam pernikahan kita tanpa adanya anak. Tapi untuk menyakinkan dirimu lebih kita coba saja." Saran Theo untuk pergi ke dokter kandungan.
"Baiklah aku akan bersiap lebih dulu." Ucap Nayla sangat semangat dan Theo melihat Nayla dengan senyuman karena istrinya itu selalu ingin yang terbaik dalam pernikahan mereka.
Cukup memakan waktu yang lama mereka pun telah tiba di rumah sakit yang di dalamnya terdapat ruang khusus dokter kandungan. Belum melihat sang dokter Nayla sudah dikejutkan dengan sepasang kekasih yang sangat familiar wajahnya.
"Loh kalian disini juga? Sejak kapan menikah." Ujar Nayla karena melihat Ani telah menjadi ibu hamil dan usia kandungannya bisa dibilang sudah sangat besar itu terlihat dari perutnya.
"Hehe, itu sejak Ani dinyatakan hamil barulah kami mengambil akte pernikahan di kantor sipil. Istriku gak mau ada acara pernikahan katanya." Jawab Adi malu karena jarang bertemu mereka sekalinya bertemu Ani sudah hamil tanpa mereka tahu pernikahan keduanya.
"Jika kau tak membuatku hamil seperti ini. Wanita mana yang tidak ingin ada pernikahan megah dalam hidupnya hah? Mereka akan menertawakan ku karna tubuhku seperti badut. Bagiamana mungkin aku menyetujui acara pernikahan kita." Ucap Ani.
"Sabar, jangan marah sayang. Kamu juga kan mau saat aku meminta hubungan intim berarti bukan sepenuhnya salahku kan?." Timpal Adi.
"Haishhh.. kau membuatku malu dihadapan mantan pacarmu. Sangat tidak menghargai ku sebagai perempuan hal seperti ini tidak seharusnya kita lakukan. Melakukan nya sebelum menikah sangat berdosa pada Tuhan." Ujar Ani lagi.
"Sudahlah tiada guna kalian berdebat lagi, sesuatu yang sudah terjadi bagaimana mungkin bisa diulang kembali dalam perbaikan. waktu mundur juga gak bisa balik lagi seperti semula maka waktu yang sekarang harus lebih di perbaiki lagi jika tak ingin penyesalan terjadi." Ucap Nayla menengahi pertikaian keduanya.
"Iya maafkan aku, jangan marah lagi ya sayang kasian bayi dalam kandungan mu nanti akan ikut tempramen kamu seperti ini. Aku telah melakukan kesalahan terbesar tetapi anak kita tidaklah bersalah maka jangan pernah melunarkan sifat burukmu ini." Jawab Adi sangat panjang.
"Hmm.. ya sudah, aku tak bisa kembali ke masalalu. Maaf jadi membuat kalian tak nyaman. Kalau begitu aku dan Adi pamit pergi dulu soalnya udah selesai periksa kandungan nya tadi ya." Sahut Ani.
"Hati-hati jaga diri dan juga kesehatan. Doakan aku segera menyusul garis dua juga ya. Jangan banyak marah seperti yang Adi bilang." Tutur Nayla tersenyum dan Ani membalas senyuman Nayla.
"Iya, semoga kamu segera hamil ya." Sambung Adi. Tetapi Ani tak suka mendengar Adi banyak bicara langsung pergi meninggalkan Adi begitu saja.
"Sayang tunggu dulu haishh.." Adi pun ikut berlari mengejar istrinya itu. Ia sangat kerepotan selama kehamilan Ani jadi lebih banyak mengalah. Ani selalu mengatakan menyesal telah melanggar yang seharusnya tak boleh dilakukan saat belum menikah.
Ketika nama Nayla di panggil ia bersemangat untuk program kehamilan itu menemui dokter yang akan membantu nya dan mengeluarkan semua keluhannya.
"Jadi kesini ingin promil ya Bu?." Tanya dokter.
"Usia pernikahan nya sudah berapa ya?."
"Hampir setahun dok. Kira-kira mengapa ya kami belum mendapatkan momongan juga padahal gak pernah menunda atau pakai KB dok."
"Ahh baru setahun masih muda itu, ada banyak faktor penyebab terlambatnya sel telur dibuahi. Nanti diperiksa dulu ya." Jawab dokternya.
"Emm.. langsung promil inseminasi saja ya dok."
"Yakin nih? Gak mau cara yang alami dulu aja. Kan belum setahun menikah nya."
"Enggak dok, ingin inseminasi saja. Mungkin aku yang bermasalah padahal setiap hari kami sudah melakukan hubungan intim tanpa jeda. Karena aku sangat ingin memiliki buah hati yang berasal dari rahimku dok." Sambung Nayla bercerita.
"Hahahaha.. sepertinya suami anda sangat rajin ya. Tidak mengenal lelah dan sangat bersemangat."
"Hehe, ssssttt. Jangan bicara lagi aku sangat malu." Bisik Theo pada Nayla.
"Mengapa? Aku hanya bercerita yang berhubungan dengan promil ini kan?." Sahut Nayla.
"Jadi begini ya, melakukan hubungan intim minimalnya 3hari sekali atau seminggu 2-3kali saja. Setiap hari tentu sangat tidak baik. Baik itu dalam segi reproduksi atau kesehatan lainnya." Dokter menjelaskan secara detail untuk keduanya.
"Oh jadi begitu ya dok pantesan aku belum hamil juga. Kalau begitu periksa aku saja dok." Ujar Nayla dan dokter berkata lagi.
"Jika ingin promil harus keduanya ya."
"Emm.. Suamiku sehat dok, dia udah pernah punya anak dari pernikahan sebelumnya."
"Baiklah saya coba periksa Bu Nayla saja ya."
Selama menunggu proses yang sangatlah panjang Theo pun melihat Nayla yang sudah selesai dan hasilnya sangat baik. Menunggu waktu ovulasi tiba dokter akan melakukan promil inseminasi pada Nayla dan Nayla yang mendengarnya sangat bahagia karena tidak ada masalah pada nya dan suaminya itu.
Inseminasi buatan adalah teknik reproduksi bantuan yang bertujuan untuk membantu ****** mencapai rahim/saluran indung telur dengan cara memasukkan ****** langsung ke dalam rahim/saluran indung telur pada masa ovulasi wanita, melalui kateter kecil, sehingga membantu terjadinya pembuahan yang berujung dengan kehamilan.
"Syukurlah tidak ada penyakit dalam rahimku. Semoga kita segera memiliki anak ya. Aku udah gak sabar sayang." Ujar Nayla saat dalam perjalanan pulangnya.
"Iya tetap sabar ya yang penting kita udah berusaha untuk hasil nya kita serahkan pada sang pencipta saja. Jangan terlalu dipikirkan karna dokter bilang harus bisa mengelola stres."
"Iya baiklah, aku gak nyangka Bu guru Ani udah mau melahirkan padahal baru saja kemarin rasanya mereka datang ke pernikahan kita."
"Takdir gak bisa di ubah nasibnya aja sangat jelek jadi harus mendapatkan anak sebelum menikah."
"Hmm.. mau bagaimana lagi, Ani sangat memiliki hati yang tulus bahkan Adi berbuat apa saja dia tetap akan menurutinya. Semoga Adi bisa menjaganya dengan baik saja." Ucap Nayla berpikir pada nasib Ani yang ia buat dengan sendiri.
Mereka pun berdiam dan fokus pada jalanan dengan lamunan memikirkan buah hati.