ME AND MY LAST LOVE

ME AND MY LAST LOVE
C64. Ada yang berbeda



Meimei sangat bahagia karena bertemu lagi dengan Rakha, berkat pernikahan kakaknya itu Meimei jadi mengetahui jika Rakha adalah teman akrab kakak iparnya. Mereka bercerita banyak saat di rooftup hotel termewah di kota China. Hingga Rakha berinisiatif meminta nomor handphone Meimei pada malam itu membuat keduanya semakin saling mengenal satu sama lain.


Beberapa malam telah berlalu apa kabarnya dengan pengantin yang baru saja sah menjadi suami istri itu. Saat malam pertama mereka dihabiskan dengan pesta pernikahan sampai pagi harinya. Malam kedua menjadi istri, Nayla sangat kelelahan bukan karena melayani suaminya itu tapi karena tubuhnya semakin lemah akibat pesta pernikahan sehingga ia tertidur lebih dulu dari pada Theo.


Malam ketiga Theo memulai aksinya karena sudah menginginkan nya tetapi Nayla teringat tragedi saat Adi memaksa nya untuk berhubungan intim membuat Nayla kembali trauma. Tapi Nayla menyesal mengapa trauma itu datang tiba-tiba saat suaminya coba menyentuhnya.


Sejak malam ketiga itu Theo berjanji akan menunggu sampai Nayla benar-benar siap. Seminggu berlalu mereka belum juga melakukan hubungan intim sebagai suami istri. Theo sangat sabar dan tetap menghormati Nayla walaupun sebenarnya itu adalah hak Theo karena sudah menjadi suaminya.


Keesokan harinya...


"Hoamm.. aku sangat benci bangun pagi hari." Ucap Meimei dipagi hari ketika yang lain sedang menikmati sarapan paginya.


"Pagi kak, pagi kakak ipar." Sapa Meimei.


"Pagi." Nayla menjawabnya dengan santai.


"Kenapa kakak sangat pendiam? Apakah sedang kurang sehat. Kalau begitu gak perlu bekerja dulu saat tubuh kurang fit. Kakak selalu gila bekerja." Ucap Meimei pada kakaknya karena hanya diam saja tidak seperti biasanya.


"Kakak duluan ya. Nay.. aku berangkat kerja dulu ya." Balas Theo yang tak menyelesaikan sarapan pagi nya Ia pergi dengan terburu-buru.


"Hati-hati ya sayang." Tutur Nayla.


"Selesai sarapan kakak ada waktu untuk mendengarkan curahan hatiku gak? Aku ingin berbicara mengenai Rakha karna kan kakak teman dekatnya." Tanya Meimei.


"Bisa dong, tanyakan semua tentang Rakha maka kakak pasti bisa menjawab semuanya." Jawab Nayla dengan lembut.


"Makasih banyak kak." Sahut Meimei.


"Mereka tidak seperti biasanya, apa kakak dan kakak ipar sedang ada masalah? Bukannya jika pengantin baru itu selau lengket ya. Lebih kelihatan mesra tapi mengapa mereka jadi lebih kakuh dari sebelumnya. Dulu saat Nayla udah tinggal dirumah ini tingkah keduanya seperti sudah menjadi suami istri. Kakak selalu cium kening kakak ipar sebelum berangkat kerja. Sekarang malah seperti menjaga jarak begini aku yakin ini bukan dari sifat mereka yang asli karna aku tau kakak sangat mencintai kakak ipar. Aku harus segera selidiki masalah yang terjadi diantara mereka." Gumam Meimei sembari menikmati sarapan paginya tetapi pikiran nya terus pada sepasang kekasih ini.


"Oya kak? Kakak hari ini mengantarkan Putra sekolah apa Putra berangkat bersama paman Bai." Ucap Meimei dan Nayla menjawab nya


"Putra hari ini diantar sama paman Bai gak apa-apa kan? Kakak sepertinya gak bisa menemani kamu dek."


"Iya gak apa-apa kak. Aku bisa pergi bersama paman Bai saja." Jawab Putra singkat.


"Anak baik, jangan nakal saat disekolah ya." Sahut Meimei dengan tersenyum pada Putra.


Setelah selesai sarapan dan Putra sudah berangkat ke sekolah ditemani paman Bai barulah Meimei punya kesempatan mengulik permasalahan yang dihadapi pengantin baru ini. Meimei sangat penasaran mengapa sikap keduanya berbeda 180° dari biasanya dan inilah yang harus Meimei selidiki.


"Kak mari ke kamarku sebentar, aku ingin bercerita padamu." Ajak Meimei.


"Nah gitu dong! Kalau begini kan Meimei lebih leluasa bicaranya soal pekerjaan tinggalkan saja dulu. Lagian mau ngerjain apa sih! kan udah ada pembantu yang mengerjakan semua tugas rumah."


"Hehe, yaudah ayok kita ke kamar kamu." Balas Nayla tak enak hati. Sebenarnya ia ingin menolak tapi tak ada alasan lain untuknya menolak ajakan adik iparnya itu.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai dikamar yang penuh dengan hiasan berwarna pink. Kamar yang sangat hangat untuk merenung sendiri.


"Jadi mau tanya apa soal Rakha? Kamu menyukainya ya. Rakha pria yang baik jadi kakak setuju jika kamu dengannya." Tutur Nayla.


"Ahh kakak tahu saja aku sedang suka pada Rakha tapi kami baru mengenal sihh.. Oyaa kak darimana kakak kenal dia?. Terus dia tuh hari-harinya ngapain, apakah dia mempunyai saudara?." Tanya Meimei tak sabaran dengan pertanyaan banyak seperti itu. Tetapi Nayla menjelaskan nya dengan baik dan santai.


"Hahahaha.. Adek iparku ini kepo banget ya sampai-sampai membuat banyak pertanyaan gini. Kakak kenal dia awalnya dari kerjaan, Rina yang mengenalkan kakak dan Rakha karna satu counter jadi otomatis kenalan tapi setelahnya jadi lebih dekat karna ternyata dia juga teman nya Adi dikampus jadilah teman akrab ber empat kami."


"Oh begitu ya kak, ternyata Rakha juga kuliah disaat harinya sudah dihabiskan dengan bekerja. Pria yang sangat tanggung jawab tapi gak melupakan pendidikan nya juga. Meimei jadi semakin kagum dengan nya."


"Iya dia selalu menghabiskan harinya dengan hal yang positif. Kakak pernah mendengar Rakha bercerita jika keluarga nya memiliki perusahaan kecil dibidang fashion juga makanya dia memilih jurusan fashion design. Selain itu pilihan dari kedua orangtuanya dia juga minat mengambil jurusan itu. Emm.. Rakha sama seperti Adi mereka anak tunggal jadi keluarga hanya bisa mengandalkan anak semata wayangnya itu."


"Wah makasih banyak ya kak jadi panjang lebar bercerita tentang Rakha. Aku ingin melanjutkan kuliah ku di sini aja dech biar lebih dekat dengan doi hahaha.." Ucap Meimei bahagia.


"Bagus dong jadi lebih dekat juga dengan kakak. Oyaa Rakha pernah bilang kuliahnya terhenti sebentar karna sangat terpukul kehilangan Rina. Mungkin dia akan masuk kembali saat tahun ajaran baru dimulai." Tutur Nayla memberi tahu.


"Kalau begitu kebetulan sekali ya kak, aku dan Rakha bisa kuliah bersama di jurusan yang sama. Ahh aku jadi gak sabar menantikan tahun ajaran baru. Tapi Rakha kuliah di universitas mana ya?."


Tanya Meimei penasaran dan Nayla menjawab.


"Mingdao university kalau gak salah ya."


"Kalau begitu aku akan segera ikut mendaftar jadi mahasiswi disana hehe."


"Iya kakak setuju, sebentar lagi kan udah mau masuk ajaran baru." Jawab Nayla tersenyum.


"Ciee.. udah jatuh cinta pada Rakha. Kalau kalian menikah Rakha jadi adek iparku juga dong." Goda Nayla pada Meimei dan Meimei saat itu hanya tersenyum malu tapi ia jadi ingat seharusnya menyelidiki permasalahan kakaknya itu malah curhat soal Rakha kepanjangan sampai lupa tujuan awalnya.


"Oya kak boleh aku bertanya satu hal?." Ucap Meimei dengan serius ia harus tahu mengapa Theo dan Nayla tidak seperti biasanya.


"Tentu boleh dong, kan dari tadi kakak selalu jawab setiap pertanyaan mu." Balas Nayla santai.


"Apakah kakak dan kak Theo sedang ada masalah?." Ucap Meimei menatap Nayla.


Nayla tak bisa menjawab pertanyaan Meimei tapi terlihat oleh Meimei bahwa kakak iparnya itu sedang menahan diri dari gejolak batin dan rasa ingin menangisnya berusaha dia tahan.