
Malam harinya...
Rina dan Rakha bersiap-siap untuk pergi ke party temannya yang sedang berulang tahun, Rina memakai gaun pesta yang sangat indah berwarna putih tetapi terlihat terbuka karena gaun nya hanya menutupi bagian dada nya saja dan tinggi gaun nya hanya sebatas lutut.
Rina memakai heels yang berwarna merah dan sangat anggun saat berjalan. Tak memakai tas karena Rina suka jenis yang simpel dan hanya membawa dompet yang senada dengan sepatu heels nya. Rakha sudah menunggu Rina yang menghabiskan waktu 2jam untuk berdandan sehingga Rina terlihat sangat mempesona, dan membuat Rakha tak bisa berpaling dari pandangan nya.
Rakha hanya memakai jas hitam, celana hitam tetapi sepatu putih karena baju nya berwarna putih, terselip juga sarung tangan merah dalam sakunya terlihat selaras dengan pakaian yang Rina gunakan. Mereka selalu mempersiapkan datang ke party dengan sempurna.
Sering kali Rakha dan Rina pergi ke party dengan sangat romantis. Tetapi Rakha tak pernah menyatakan cintanya untuk Rina, dan Rina tipekal cewek yang selalu menunggu, menunggu, dan menunggu.
"Kamu sangat cantik." Tutur Rakha menatap wajah Rina sambil mengulurkan tangannya kepada Rina.
"Makasih." Ucap Rina dengan tersenyum membuat Rakha semakin senang.
Mereka pun pergi menggunakan mobil Rakha yang terlihat biasa saja, tidak terlalu mewah hanya saja mobilnya Rakha di modifikasi jadi terlihat keren.
Mereka melaju dengan kecepatan sedang, sepanjang jalan mobil Rakha menyetel musik yang romantis membuat perjalanan Rakha dan Rina penuh dengan kebahagiaan.
Ini sudah sering kali terjadi. Rakha dan Rina berteman sejak kecil, menghabiskan waktu bersama dan saling mengisi kekosongan satu sama lain.
Rina anak yatim piatu dari kecil sudah ditinggalkan kedua orang tua nya.
Ibunya meninggal saat melahirkan Rina dan ayahnya bunuh diri karena depresi atas meninggalnya ibu rina.
Setelah itu Rina di bawa oleh keluarganya ke panti asuhan dan sejak umurnya 4tahun Rina di adopsi oleh keluarga yang berada tetapi saat dewasa Rina memutuskan untuk bekerja dan tak ingin merepotkan keluarga nya.
Walaupun begitu Rina tak pernah mencari tahu tentang keluarganya, karena Rina cukup tahu mengapa dia sampai dikirim ke panti asuhan mungkin karena memang tak ada yang menginginkan nya, pernyataan ini cukup membuat Rina sedih tetapi dia tak ingin berlarut pada cerita masa kecilnya,
Rina mencoba mengikuti alur cerita hidupnya dengan tenang dan selalu merasa bahagia.
Rakha adalah teman satu-satunya yang selalu ada untuk Rina, karena rumahnya berdekatan hanya terhalang jalan saja alias berseberangan.
Mereka bekerja hanya untuk mengisi hari-hari mereka yang dirasa sangat membosankan, mereka saat ini masih duduk di bangku kuliah semester satu. Karena keinginan kedua orang tua mereka.
*****
Sesampainya di club' malam..
Semua yang ada di depan club' sambil minum wine dengan santai dan berbincang-bincang dengan teman masing-masing, terlihat seru dan tenang.
Kemudian semua orang memperhatikan kedatangan Rina dan Rakha, ada juga yang terlihat berbisik-bisik membicarakan mereka dengan penuh pertanyaan dan rasa ingin tahu.
Rina mencoba keluar dari mobil dan berjalan perlahan, Rakha mengikuti Rina dari belakang tetapi tak terlalu dekat sekitar satu meter jarak mereka. Kemudian ada dua perempuan yang sengaja mendorong Rina sehingga Rina terjatuh dan Rakha dengan cepat memegang Rina yang sudah terjatuh.
"Kamu enggak kenapa-napa kan?" Tutur Rakha dengan rasa khawatirnya.
"Aku enggak kenapa-napa kok, cuman pakaian ku agak sedikit kotor karna terjatuh." Ucap Rina sambil merapikan pakaiannya yang terdapat noda akibat kotoran jalanan.
"Aku tak mengerti kenapa kalian mendorong Rina, aku sudah bilang jangan pernah ganggu Rina lagi. Aku bilang aku tak kan pernah mau mencintaimu. Jadi berhenti mengganggu hidupku maupun Rina." Ucap Rakha dengan sangat kesal.
"Harus berapa kali juga aku bilang padamu, aku tak akan pernah berhenti mengganggu perempuan yang selalu dekat denganmu, aku cemburu. Aku tak kan terima siapa pun yang menjadi pasangan hidupmu. Aku mencintaimu Rakha, harus berapa kali aku mengulang kataku agar kamu mengerti." Sahut Marisa menatap Rakha dengan kesedihan nya.
Marisa adalah teman satu kuliah bersama Rina dan Rakha. Mereka awalnya berteman sangat akrab tetapi Rakha menjauh setelah mengetahui bahwa Marisa ada hati bersama nya.
Kemudian Marisa tak pernah terima atas penolakan dari Rakha, walaupun Marisa sebenarnya tahu orang dicintai Rakha adalah Rina. Maka dari itu Marisa sangat membenci Rina.
"Sudahlah. Tolong lupakan aku, belajar lah mencintai pria lain. Aku tak akan bisa membalas cinta mu, ku mohon berhenti mengganggu Rina." Ucap Rakha dengan membawa Rina pergi dan meninggalkan Marisa bersama temannya.
"Duhh.. ada apa ini." Ucap Riska yang sedang berulang tahun, karena pengunjung club' sibuk memperhatikan mereka akhirnya Riska keluar karena rasa penasarannya lalu bertanya.
"Kamu gak kenapa-napa kan Rin?" Tanya Riska sambil melihat keadaan Rina.
"Ahh.. bukan apa-apa, maaf jadi mengganggu party mu." Ucap Rina
"Party ku belum dimulai jadi santai saja ya, eh iya gaun mu kotor. Sebaiknya ganti dengan gaunku saja gimana?" Sahut Riska dengan senyuman.
"Apakah enggak bikin kamu repot, tapi keliatannya aku membutuhkan bantuan mu. Soalnya aku gak mungkin pakai gaun ini lagi." Ucap Rina yang sudah merasa tak sungkan dengan Riska.
Rakha yang saat itu mendengar percakapan mereka hanya terdiam dan membiarkan Rina dan Riska berlalu meninggalkan Rakha dengan cepat.
Tak berapa lama kemudian Rina keluar dengan gaun merah dikelilingi bunga lalu Riska keluar dengan gaun putih yang panjang dan sangat terlihat mewah bagaikan gaun pengantin. Walaupun ini hanya sekedar party ulang tahun tetapi Riska tak ingin terlihat biasa saja.
Semua orang merasa bahagia atas party nya Riska dan memang Riska dikenal karena orang tua nya yang didunia entertainment. sehingga semua kampus mengenalnya walaupun sejatinya, Riska adalah anak yang baik jadi memiliki banyak teman bukan karena ketenaran orang tuanya melainkan karena sifatnya.
Dan betapa bahagianya Riska saat..
"Selamat ulang tahun sayang, aku ada sesuatu untukmu dan aku hanya bisa lakukan satu kali dalam hidupku. Ananda Riska.. Maukah kau menjadi pendamping hidupku selamanya?" Ucap sang pujaan hati Riska yang sudah menjalin hubungan dengannya selama tiga tahun terakhir dan sekarang sedang menyatakan cinta untuk selamanya.
Riska sangat terharu dengan pernyataan Radit, dan menjawab..
"Aku.. aku mau."
Semua orang merasa terharu dan bertepuk tangan dengan sangat gembira, ini menjadi acara ulang tahun Riska yang ke 21 tahun dan menjadi kado terindah nya karena dilamar sang pujaan hatinya yakni Radit. Karena Riska sudah menerimanya akhirnya ini menjadi party ulang tahun sekaligus pertunangan mereka.
"Huhh.. terharu banget yaa, Riska layak mendapatkan kebahagiaan ini karena Riska anak yang baik." Ucap mama nya dengan meneteskan air mata karena merasa bahagia.
" Iya ma, papa jadi inget waktu melamar mama secara diam-diam akhirnya dikejar berita gosip dan menjadi trending. Jika di pikir-pikir lebih baik terbuka seperti ini." Ucap papa nya Riska dengan memeluk mamanya dari samping.
Kemudian semua orang yang ada di dalam club' itu tertawa bahagia dan menjadi saksi cinta nya Riska dan Radit.
"Aku ingin minum wine dahulu, apakah kamu ingin minum juga?" Tanya Rina kepada Rakha sambil menuangkan wine ke dalam gelasnya dan sedikit meminum nya sambil menggoyangkan gelasnya perlahan.
"Jangan banyak minum atau kamu akan mabuk, aku pasti repot jika itu terjadi." Ucap Rakha mengingatkan Rina.
"Iya iya aku ga akan mabuk kok, tetapi aku ingin pergi ke toilet sebentar. Kamu tunggu sini ya dan jangan pergi." Jawab Rina dengan tergesa-gesa.
"Hati-hati yaa Rin, jangan lama-lama." Ucap Rakha berteriak dari kejauhan karena Rina sudah hampir tak terlihat.
*****
Sementara itu..
"Makasih yaa Dit udah selalu ada untukku dan makasih untuk kejutannya. Aku menyukai mu." Ucap Riska dengan rasa bahagianya.
"Karena aku mencintaimu, aku akan membahagiakan mu dan selalu ada bersama mu. Jika bukan karena pendidikan kita mungkin aku sudah menikahimu." Jawab Radit dengan menatap Riska yang terlihat cantik dengan gaun nya.
"Karena ini party mu, aku ingin party ini menjadi saksi kebahagiaan kita malam ini, cintaku.. mau kah kamu berdansa bersama ku?" Pinta Radit pada Riska.
"Dengan senang hati." Ucap Riska tersenyum dan memeluk Radit.
Dan pesta dansa pun dimulai, MC berbicara dan memulai musik dansa klasik membuat suasana club' berubah menjadi hangat. lampu yang semula berwarna warni dengan kemerlapnya kini ruangannya menjadi gelap namun tetap terlihat mereka yang berdansa secara berpasangan.
Rakha yang sedang duduk di sofa sendirian menunggu datangnya Rina, tak lama kemudian datanglah Marisa yang menggoda nya untuk tidak terdiam saja di sofa dan berkata.
"Rakha, ini pesta dansa sedang berlangsung kenapa hanya terdiam aja, ayoo berdansa lah bersama ku." Ucap Marisa dengan cepat menarik tangan Rakha dan mengajak ke tengah pesta dansa tetapi kemudian Rakha menolaknya dan datanglah Rina.
"Ada apa kha? Jika mau berdansa bersama Marisa tak perlu menunggu ku datang, aku tak ingin berdansa. Kalian bisa berdansa bersama." Ucap Rina sambil tersenyum kecil.
"Tuh kan.. Rina lagi gak mau berdansa, ayo kita berdansa untuk sekali ini saja." Pinta Marisa dengan tatapan penuh keinginannya untuk berdansa.
"Bisa gak sih.. berhenti mengganggu ku. Aku gak akan berdansa. Sebaiknya kamu pergi dari sini atau aku dan Rina yang akan pergi." Tegas Rakha yang merasa tak suka dengan Marisa.
Karena Marisa tetap disitu dan tak ingin pergi akhirnya Rakha dan Rina pun pergi. Lalu Rakha terpaksa membuat Rina berdansa tanpa meminta izin kepada Rina, karena Rakha tak ingin Marisa terus menganggu nya.
Mereka pun berdansa dengan penuh suka cita, Marisa terlihat kesal dan memutuskan untuk pulang lebih awal.
Semua orang pada malam itu sangat menikmati party Riska dengan senang dan membuat mereka melupakan waktu yang saat itu sudah sangat larut tetapi tetap nyaman dan mereka menyelesaikan party nya sampai pagi.
Tetapi Rakha dan Rina pulang setelah pesta dansa telah usai, karena mereka harus bekerja keesokkan harinya.
*****