
"Iya sama counter ku juga didatangi, mungkin kamu sibuk melayani konsumen Nay. Pemilik mall nya masih muda dan ganteng banget loh, aku juga melihat ada seorang wanita disampingnya. Sepertinya itu pacarnya dech." Tutur Rina bercerita.
"Gini nih cewek kalau udah lihat yang ganteng, pasti lupa diri." Ucap Rakha yang tak suka saat Rina memuji pria lain didepan nya. Perasaan cemburu meliputi nya.
"Ciee.. Rakha kenapa? Kamu cemburu ya!" Jawab Rina sambil mencubit hidung Rakha yang mancung dengan senyuman.
"Hmm.. siapa juga yang cemburu." Ucap Rakha tak senang mendengar nya.
"kayaknya itu bukan pacarnya dech, lebih mirip adiknya soalnya wajahnya sangat mirip." sambung Rakha menjelaskan.
"Iya sangat disayangkan aku tak melihat pemilik mall nya pada kunjungan kali ini. Aku sungguh penasaran." Tutur Nayla dengan meletakkan tangannya ke dagu sambil matanya melihat langit-langit kantin seperti orang yang sedang berpikir keras.
"Ehh. Aku melupakan sesuatu, aku harus menelpon Adi untuk menanyakan Putra." Ucap Nayla yang bergegas menuju loker untuk meminjam ponselnya.
"Mbull? Pinjem handphone ku sebentar dong?" Pinta Nayla pada security penjaga loker terdapat ruangan khusus untuk security loker tersebut.
"Oh iya Nay mau pesan makanan untuk adikmu ya?" Tanya security yang sudah biasa mengambil handphone Nayla untuk dipinjamkan karena nya security penasaran.
"Iya mbull seperti biasa, aku akan mengirim makan siang Putra dengan pesan makanan melalui aplikasi online." Jawab Nayla menjelaskan sambil mengambil handphone nya. Karena saat bekerja semua karyawan dilarang memainkan ponselnya. Untuk menghindari pencurian pada barang karyawan pihak mall membuat ruangan khusus karyawan untuk menitipkan barang nya, selain security khusus yang berjaga ruangannya juga dilengkapi banyak cctv.
"Halo, Iya ada apa Nay?" Ucap Adi.
"bagaimana sekolahnya Putra hari ini Di? Apakah dia merepotkan mu. Aku minta maaf ya jika mengganggu mu." Ucap Nayla.
"Ahh.. Putra anak yang sangat cerdas, dia merasa bahagia disekolah barunya. Ini aku sedang dijalan mau pulang, tetapi aku tak bisa menemani Putra dirumah ya Nay. Soalnya aku harus pergi kuliah dulu."
"Tak mengapa, makasih udah repot-repot menjaga Putra selama jam sekolahnya. Aku sangat bersyukur punya teman seperti mu yang selalu ada untukku dan Putra." Ucap Nayla dengan rasa berterimakasih nya atas kebaikan Adi selama ini.
"Hahaha!! Santai saja Nay, ini tak merepotkan sama sekali. Lagian ada keponakan ku juga yang berada di kelas yang sama dengan adikmu. Udah dulu ya Nay, aku ingin menghantarkan Putra kerumahnya. Kamu semangat kerjanya oke!" Ucap Adi menutup telepon nya.
"Hmm.. telepon nya sudah terputus, tapi ya sudah dech aku akan mencari makan siang Putra dulu." Gumam Nayla dalam hati sambil melihat menu makan di aplikasi online yang bisa delivery kerumahnya.
Saat makanan nya sampai Nayla tak pernah mengizinkan Putra untuk membuka pintu rumah terhadap orang asing, maka dari itu Nayla membeli keranjang khusus untuk meletakkan makanan yang dibelinya secara online. Terhubung dengan pintu rumahnya jadi saat makanan sampai, driver nya hanya meletakkan ke keranjang tersebut melalui pintu rumah yang terdapat sedikit celah.
Dan Putra pun mengambilnya dari dalam rumah tanpa berbicara. Tetapi saat teman-temannya mengetuk pintu rumah atau bukan orang asing. Maka, Putra pun akan membukanya seperti biasa.
Saat Nayla tak ada dirumah. Putra tak di izinkan untuk bermain diluar, Putra dan temannya hanya boleh bermain didalam rumah dengan mengunci pintu.
"Putra? Kak Adi dan adik kecil pulang dulu ya, hati-hati dirumah dan jadilah anak baik." Ucap Adi berpamitan didepan pintu rumahnya sambil mengelus kepala Putra dengan lembut.
"Baiklah kak, kakak tak perlu khawatir. Putra udah besar dan tak pernah nakal." Jawab Putra dengan tersenyum.
Percakapan pun berakhir. Sementara itu...
Cabang mall "Ling Queen Square"
*****
"Kakak jangan tinggalkan Mei sendiri dong. Selalu saja berjalan dengan cepat." Ucap Lingmei sambil berlari kecil mengejar kakaknya.
"Jalanmu seperti siput, terlalu banyak menghabiskan waktu." Jawab kakaknya dengan mencubit pipi Lingmei.
"Hmm.. sakit ihh." Sambil mengelus pipinya yang baru saja di cubit kakaknya.
"Aku ingin ke toilet sebentar, kakak disini saja. Tunggu aku ya, jangan kemana-mana." Ucap Lingmei dengan terburu-buru pergi.
Saat menunggu Lingmei. Pria tampan melihat-lihat suasana mall tetapi tak lama kemudian seorang supervisor datang dengan pakaian yang sangat sexy.
"Permisi pak, jika tidak keberatan mari saya antar bapak ke ruangan rapat. Tetapi saya rasa bapak keruangan yang biasa bapak gunakan untuk beristirahat saja." Ucap supervisor dengan badannya menggeliat.
"Baiklah." Ucap pria tampan menurut.
Mereka pun pergi bersama menggunakan lift. Dan lagi lagi Lingmei ditinggalkan.
Saat Lingmei berada di toilet, terdengar office girl sedang memarahi karyawan yang baru saja masuk kerja. Tampaknya wanita itu adalah kepala bagian kebersihan.
"Kok semuanya jadi aku yang kerjakan madam. Sedangkan di jadwal aku hanya mengerjakan lantai ini saja." Ucap karyawan baru yang tak terima.
"Kamu ini yaa, kalo dikasih perintah suka komplain terus. Atau mau saya laporin biar kamu di pecat dari sini." Ucap madam mengancam jika tak mau diturutin perintah nya akan membuatnya kehilangan pekerjaan.
Lalu kepala bagian kebersihan yang biasa dipanggil madam itu pun melempar lap ke wajah karyawan baru tersebut dengan rasa kesalnya dan memukul kepalanya dengan gagang pel'an. hingga karyawan baru itu menangis tetapi karena dilihat pengunjung karyawan baru tersebut menahan tangisnya. Terlihat matanya berkaca-kaca tetapi hanya menundukkan kepalanya sambil mengambil lap yang baru saja dilempar ke wajahnya.
Lingmei pun keluar toilet dan mencuci tangannya dengan sabun cair sambil melihat wajah nya dikaca yang terletak atas wastafel, Lingmei terus mendengarkan gerutu dari kepala bagian kebersihan.
Banyak juga pengunjung lain yang melihat perlakuan kepala bagian kebersihan pada karyawan baru tersebut, tetapi mereka hanya terdiam dan tak ikut campur. Lalu Lingmei berkata sambil melihat madam.
"Apakah mall ini memperlakukan semua karyawan nya dengan sekejam ini?, Apakah kamu merasa hebat dengan jabatan mu sebagai kepala bagian kebersihan sehingga bisa memperlakukan karyawan lain seperti ini." Tanya Lingmei dengan menatap madam.
"Aku membuatnya agar dislipin. Dan aku yang sudah lama bekerja disini, bisa mengatur semua karyawan bagian kebersihan. Jika enggak mau patuh akan perintah ku mereka akan ku perlakukan dengan seperti ini." Ucap madam.
"Nyonya sebagai pengunjung mall ini tak perlu ikut campur dalam urusan gimana cara mall ini memperlakukan semua karyawan nya. Jika tak suka sebaiknya jangan belanja di mall ini oke." Ucap madam yang tak suka dengan Lingmei. Dan bicara madam sangat kasar, tak ada ramah tamah sama pengunjung.
"Jika begitu perkataanmu, aku akan membuatmu meninggalkan pekerjaan mu." Ucap Lingmei dengan senyuman sinisnya.
"Hahahaha!!! Kamu hanya pengunjung biasa, bahkan jika karyawan baru ini mengadu juga gak akan bisa membuatku dipecat. Apalagi kamu yang bukan siapa-siapa." Ucap madam dengan sombongnya.
Kemudian Lingmei hanya terdiam tak membalas perkataan dari madam yang beranjak pergi meninggalkan toilet. Dengan menyeringai dan gayanya yang sangat sombong. Madam pun berlalu.
Lingmei langsung memeluk karyawan baru tersebut dengan berbisik. "Dengan mudah aku menghilang kan nya dalam mall ini. Bahkan aku bisa mem-blacklist namanya agar tak bisa bekerja dimana pun."
Karyawan baru tersebut menangis meluapkan semua perasaan nya. Rasa malu akan pengunjung dan rasa kesalnya karena tak diperlakukan dengan baik.
"Silahkan bekerja dengan baik sesuai jadwal pembagian pekerjaan. Tak usah dengarkan omongan yang dikatakan kepala bagian kebersihan tadi ya. Semangat selalu." Ucap Lingmei dengan lemah lembut.
"Baiklah kak, terimakasih atas kebaikan kakak yang membela diriku. Semoga tuhan memberkati mu selalu." Jawab karyawan baru tersebut dengan tersenyum.
Lalu karyawan baru tersebut mengerjakan tugas nya dan Lingmei pun melihatnya beberapa saat kemudian meninggalkan nya.
"Kakak kebiasaan dech pasti meninggalkan Meimei dengan sengaja." Gumam Lingmei dalam hati sambil mencari kakaknya.
*****
Sementara itu..
"Kemana managernya?" Tanya pria tampan kepada supervisor yang sedang berjalan bersama nya.
"Manager sedang mengecek semua laporan penjualan untuk persiapan rapat nanti pak." Ucap supervisor sambil memegang tangan pria tampan.
Pria tampan pun masuk ke dalam ruangan khusus untuknya beristirahat tetapi supervisor yang bernama Ratuliu Monalisa itu pun terus mengikuti Pria tampan dari belakang. Kemudian Ratuliu mengangkat sedikit rok nya yang sudah mini itu dengan menggoda Pria tampan.
"Ahh.. sakit sekali. Aduhh.. tolong pak." Ucap Ratuliu yang sengaja menjatuhkan diri nya kelantai dengan dalih terpeleset karena memakai heels tinggi. Berpura-pura kakinya kesakitan tetapi Pria tampan hanya melihatnya dan berpikir "Aku sudah bosan dengan wanita seperti ini, selalu menggoda dengan cara murahan."
Tetapi pria tampan sangat baik dan lembut memperlakukan semua perempuan yang dikenal maupun tak dikenalnya. Karena mendiang ibunya sangat menyayangi dan memperlakukan pria tampan dengan sangat baik itulah sebabnya pria tampan sangat menghargai perempuan lain.
"Baiklah, ingat untuk berhati-hati lain kali saat berjalan." Tutur pria tampan sambil menggendong Ratuliu dan membawanya ke sofa tetapi Ratuliu terus memegang erat tubuh pria tampan dan tak ingin pergi dari pangkuan nya. Tiba-tiba Ratuliu mengecup bibir pria tampan dengan lancangnya.
"Maaf pak, tiba-tiba aku ingin mencium mu. Anggap saja ini ucapan terimakasih ku atas pertolongan bapak. Jika bapak ingin meminta lebih, aku sudah siap pak. Apakah bapak ingin melakukan nya sekarang?" Ucap Ratuliu dengan menggoda pria tampan tanpa sungkan, kemudian Ratuliu memegang dada pria tampan dan mencoba membuka jas yang dikenakan pria tampan.
Pria tampan pun spontan mendorong Ratuliu hingga terjatuh dari pangkuan nya, dan Ratuliu melihat Pria tampan beranjak berdiri tetapi Ratuliu terus menggodanya hingga membuka kancing bajunya dan terlihat belahan dadanya yang sangat besar.
Melihat kelakuan Ratuliu, pria tampan mencoba menahan hasratnya untuk tak tergoda akan rayuan Ratuliu, lalu pria tampan membuang mukanya dan berkata.
"Ini hari terakhir mu bekerja. Untuk besok dan seterusnya tak perlu datang kesini lagi. Jangan coba menjebak ku, karena ruangan ini punya banyak cctv. Aku tak tertarik pada wanita murahan sepertimu." Tegas pria tampan yang terlihat kesal.
"Maafkan aku pak, beri aku kesempatan untuk tidak mengulangi nya lagi. Aku salah, aku minta maaf pak." Ucap Ratuliu dengan sangat menyesal telah berbuat rendahan seperti ini, hingga Ratuliu menangis atas penyesalan nya tetapi keputusan pria tampan sudah tak bisa berubah. Dan akhirnya Ratuliu pun tak bisa mengubah semuanya dari awal lagi.
Saat seorang bos yang mempunyai kekuasaan tertinggi sangat menikmati setiap wanita yang bekerja bersama nya dan mempermainkan setiap karyawati dengan mudahnya tetapi seorang pria tampan sangat menghargai semua perempuan yang bekerja dengannya. Sungguh pria idaman semua wanita, yang hanya bisa mempunyai satu wanita dalam hidupnya. dibalik kekuasaan nya dia bisa dengan mudah mendapatkan segalanya tetapi pria tampan sangat berbeda.
*****