ME AND MY LAST LOVE

ME AND MY LAST LOVE
Chapter 7. Kegiatan Sehari-hari



Keesokkan harinya...


Nayla dan Putra bersiap-siap untuk berangkat kerja dan sekolah..


Putra telah memakai seragam baru disekolah barunya, terlihat berbeda dan penuh keceriaan. Sepertinya Putra merasa senang walaupun belum punya teman dan tak tahu duduk bersama siapa dikelas nanti. Tetapi semangat nya untuk sekolah sangat terlihat.


Tak lama kemudian..


"Putra.. ayoo berangkat ke depan bersama, kak Adi sudah menunggu." Ajak Nayla karena tak ingin Adi menunggu lama, Nayla tahu. Saat handphone nya menerima pesan dari Adi yang berisi.


"Aku sudah menunggu didepan bersama keponakan ku, ajak Putra untuk pergi bersama setiap pagi. Di jam sekarang."


Lalu Putra pun memegang tangan Nayla dan berangkat ke depan bersama.


"Itu mobil kak Adi kak." Ujar Putra kepada nayla sambil berlari dengan cepat menuju mobilnya Adi. Terlihat Adi menunggu di depan pintu mobilnya.


"Ahh anak pindai, jangan berlari. Jika terjatuh kakak mu pasti akan menangis." Tutur Adi setelah Nayla mendekati nya.


"Aku udah besar, Aku akan melindungi kakak. Tak akan aku biarkan kakak menangis." Jawab Putra dengan meletakkan tangannya ke pinggang.


"Wahh.. Adiknya kakak udah besar sekarang, tapi masih digendong. Hahaha!!" Ucap Nayla sambil tertawa.


Putra yang saat itu mendengar perkataan kakaknya langsung menjawab, tetapi saat ingin menjawab tiba-tiba ada yang membuka pintu mobil dan terlihat seorang gadis manis yang seumuran dengan Putra.


"Paman, kenapa lama? Ayo berangkat atau aku akan terlambat." Ucap gadis manis tersebut.


"Wahh.. cantiknya, siapa namamu sayang?" Tanya Nayla.


"Kenalkan namaku Qiara kak. Yang disamping kakak siapa namanya ya?" Tanya Qiara sambil melihat Putra.


"Kakak? aku tak mau digendong lagi." Ucap Putra dengan cemberut.


"Sudah.. kapan kita akan berangkat jika banyak bertanya." Ucap Adi sambil menggendong Putra masuk ke dalam mobilnya.


"Arghh.. Jangan gendong aku !!!"


Putra pun marah. Sambil duduk di kursi lalu memalingkan wajahnya ke kaca mobil tetapi Nayla bergegas melihat kaca mobilnya sambil tersenyum melihat Putra yang makin cemberut.


"Qiara? Tanyakan namanya pada orang yang duduk disebelah mu ya, kakak minta tolong padamu agar selalu menjaganya ya." Tutur Nayla dengan lembut.


"Baiklah kak.. Qiara akan menemaninya selalu. Iya kan kakak kecil." Tanya Qiara pada Putra tetapi Putra terlihat kesal lalu menjawab. "Aku bukan anak kecil!"


Semua orang yang mendengar perkataan Putra pun tertawa lalu pergi menuju ke sekolah dan Nayla pun berjalan ke mall tempat dia bekerja.


"Hmm.. tak terasa berbicara tadi begitu banyak menghabiskan waktu, aku tak ingin terlambat lagi saat masuk kerja atau supervisor akan menceramahi ku." Gumam Nayla dalam hati.


Nayla pun berlari seperti biasanya dan merasa kelelahan. Sesampainya di mall Nayla menunggu di depan lift dengan keringat bercucuran di dahi nya.


"Hughh" Nayla menghela nafasnya.


Melihat jam ditangannya yang masih tersisa waktu lima menit dan bergumam. "Untunglah masih ada waktu, jadi hari ini aku tak akan terlambat saat absen kehadiran."


Saat Nayla melamun mengarahkan pandangannya ke bawah dan badan membungkuk karena kelelahan, tiba-tiba ada yang memberi tissue untuk mengelap keringatnya. lalu Nayla berkata "Makasih ya! Kamu selalu memberi tissue setiap pagi untukku."


Tetapi Nayla kaget setelah melihatnya dan matanya melotot..


*****


"Astaga!!! Kok kamu disini, kenapa harus bertemu dengan mu lagi." Ucap Nayla sambil memegang tissue yang diberikan oleh pria tampan.


"Ini hanya kebetulan saja. Dan aku melihat mu kelelahan, jangan terlalu percaya diri." Ucap pria tampan dengan mata yang tertuju pada lift.


Dan lift nya pun terbuka. Nayla bergegas masuk dan pria tampan pun masuk..


"Hmm.. kok aneh sihh. Biasanya banyak yang masuk lift di jam segini dan aku melihat orang yang menunggu lift tadi ada beberapa karyawan lain tapi kenapa pada gak ada yang mau masuk. Kenapa malah pria sok kebersihan ini yang masuk, bertemu dengan nya bisa bikin aku sial saja. Gumam Nayla dalam hati.


Pria tampan memandangi gerak gerik Nayla yang tak bisa diam, terlihat sangat menunggu lift nya berhenti dengan cepat. Tetapi kenyataannya lift nya berjalan dengan sangat pelan sehingga merasa begitu lama diam dalam lift.


"Kenapa lihat-lihat? Jangan bilang kamu suka sama aku." Tanya Nayla yang tersadar karena telah diperhatikan pria tampan.


"Jangan terlalu percaya diri atau kamu akan kaget dengan kenyataan." Ucap pria tampan dengan satu alisnya terangkat.


"Siapa juga yang percaya diri, kamu sangat kelihatan menyukai ku tapi maaf sekali yaa, aku tak menyukaimu. Jadi buang aja perasaan mu." Ucap Nayla sambil meletakkan kedua tangan nya di dada dengan bersilang, kemudian mata yang melotot pada pria tampan tetapi tak ada sama sekali wajah sangar padanya. Terlihat lucu dengan matanya yang sipit dan pipinya seperti bakpau sangat chubby sehingga pria tampan terbahak-bahak melihat tingkah Nayla.


"Hahaha.. UPS!!" Pria tampan kemudian menutup mulut dengan menahan tawanya. Tak lama setelah nya lift pun terbuka dan Nayla bergegas pergi meninggalkan pria tampan tanpa berbicara.


"Nayla. Dipanggil manager, silahkan bergegas untuk keruangan nya." Tegas supervisor sambil berjalan mau masuk keruangan nya.


"Astaga. Semoga kamu enggak kenapa-napa yaa Nay, hughh.. manager sudah memperhatikan kinerja mu. Kamu tetap semangat yaa, apapun yang manager katakan jangan diambil hati selagi kamu masih bisa kerja disini." Ucap Rina memberi semangat walaupun saat itu Rina begitu takut temannya akan di berhentikan.


Rina tersenyum sambil memegang tangan Nayla yang kedinginan dicampur keringatan. Entah itu karna rasa khawatir yang berlebihan atau hanya kelelahan karena habis berlari saat pergi bekerja. Rina merasakan semua yang Nayla rasakan tetapi Rina terus memberi semangat untuk temannya tersebut.


"Nayla kenapa Rin?" Ucap security yang berjaga-jaga di loker barang karyawan.


"Aku tak tahu. Doakan saja yang terbaik untuknya, aku ingin ke mall dulu. udah waktunya bekerja." Jawab Rina sambil pergi meninggalkan security yang terlihat bingung.


"Tok.tok.tok.!!! Permisi pak"


"Silahkan masuk."


Sambil menghela nafasnya Nayla masuk keruangan manager dengan merapihkan pakaiannya, suasana sangat mencekam yang dirasakan Nayla lalu menundukkan kepalanya yang masih berkeringat.


"Bapak mencari saya, maaf pak. Ada perlu apakah?"


"Nayla Xiu. Apakah Anda sopan berbicara dengan berdiri seperti ini."


"Mohon maaf pak." Nayla mendorong kursi yang berada tepat di depan meja nya manager sehingga sangat merasa dekat hanya terhalang sebuah meja.


"Apakah kamu sadar belakangan ini kinerja mu sangatlah buruk. Apakah supervisor kerja nya tidak terlalu tegas sehingga anda berkali-kali terlambat bahkan tidak bekerja."


Sorot mata manager sangat tajam kepada Nayla tetapi Nayla terus menundukkan kepalanya dan tangan kanan Nalya menggenggam tangan kirinya sembari jempolnya mengelus pergelangan tangan kirinya yang berada dibawah meja.


"Apakah anda sudah tidak ingin bekerja disini lagi? Atau merasa senang mau masuk jam berapa pun karna sudah dikontrak bertahun-tahun. Apa gaji mu ingin seperti anak magang. Jika iya pihak perusahaan akan segera menyetujui nya." Tegas manager yang dengan wajah datarnya.


Manager tak melihat Nayla saat berbicara tetap fokus pada komputer nya sambil mengecek semua kesalahan karyawan lainnya.


"Mohon maaf yang sebesar-besarnya pak. Nayla berjanji tak akan mengulangi nya lagi. Jangan samakan gaji Nayla pada karyawan yang masih magang pak. Nayla begitu membutuhkan pekerjaan ini." Ucap Nayla yang merasa sedih.


"Lihatlah absensi fingerprint sangatlah kotor dan kehadiran mu tak ada yang tepat waktu. saat ini sedang ada pemeriksaan untuk semua staf kantor maupun karyawan mall, bapak tak bisa menjamin kamu akan bertahan kerja disini semua keputusan ada pada pemilik mall ini." Ucap manager dengan serius.


Mall ini dirintis dari kepala keluarga yang usahanya dari bawah hingga tercipta lah mall yang megah nan luas ini terdapat beberapa cabang dan sudah turun temurun yang mewarisi usaha keluarga ini. Sehingga sangat disiplin untuk semua pekerja mall ini. Tetapi dengan upah/gaji yang sangat tinggi banyak dari orang-orang berlomba ingin melamar pekerjaan di mall ini.


Notebook :


Sidik jari, dalam bahasa Inggris disebut “Fingerprint” biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya dan juga ada bentuk lengkungan-lengkungan. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda satu sama lainnya. Karena itu, setiap sidik jari digunakan untuk mengidentifikasi setiap manusia. Karena keunikannya itulah, sidik jari saat ini sering digunakan untuk memonitor kehadiran seseorang di sebuah kantor atau mungkin sekolah. Dengan mesin absensi sidik jari maka kemungkinan adanya penitipan absent maupun manipulasi data dapat diminimalisir.


*****


Mendengar perkataan dari manager membuat Nayla semakin takut tetapi sangat tak berdaya karena Nayla sadar akan kesalahannya, dengan semangat yang kuat Nalya tetap optimis akan ada kemudahan disetiap kesulitan.


Jarak yang lumayan jauh jika berjalan kaki dari rumahnya menuju mall tempatnya bekerja, Nayla bekerja dari pagi sampai larut malam demi biaya untuk pendidikan adiknya. Dan tak membiarkan adiknya dalam kesusahan walaupun sudah tak ada orang tua nya.


"Mohon maaf pak." Tiada kata lain selain maaf yang terlontar dari mulutnya Nayla yang terlihat sangat pasrah akan keputusan dari pemilik perusahaan nya.


"Baiklah jika begitu, silahkan kamu kembali bekerja." Ucap manager.


"Terimakasih pak." Jawab Nayla dengan beranjak berdiri tetapi dengan kepala menunduk sebagai penghormatan.


Kring.kring.kring!!


"Halo, iya baiklah saya akan menunggu disana."sahut manager sambil meletakkan teleponnya kembali.


Nayla menutup pintu ruangan manager dengan pelan dan berjalan keluar dengan pandangan mata yang kebawah melihat lantai keramik yang berwarna putih bergambar bunga-bunga tersebut.


"Kamu kenapa Nay? Wajahmu terlihat sedih. Sepertinya kamu sedang dalam masalah." Tutur security memperhatikan Nayla yang terlihat murung.


Sambil menoleh Nayla tersenyum dan berkata. "Aku gapapa kok, aku ke counter dulu yaa. Jam kerjaku udah mulai."


Nayla menyusuri anak tangga dengan pandangan selalu ke bawah hingga semua karyawan memperhatikan nya.


di counter pakaian yang dia jaga, Nayla terus melamun sambil merapihkan pakaiannya.


"Heii.. kalian segera siapkan dan rapikan counter masing-masing, dan tetap tersenyum melayani konsumen. Pemilik mall akan berjalan, melihat dan mengoreksi tata letaknya counter dan sikap karyawan pada konsumen." Ujar supervisor mengingatkan untuk tidak berdiam diri saja saat bekerja.


"Siapa sihh pemilik mall nya, selama aku bekerja disini udah berapa tahun lamanya belum pernah ada kunjungan dari pemilik mall nya." Gumam Nayla dalam hati dengan penasaran.


*****