ME AND MY LAST LOVE

ME AND MY LAST LOVE
Chapter 15. Kepergian Rina



"tante. saya dan Adi turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga tante sekeluarga diberikan ketabahan dan berjiwa besar menerima nya." Sahut Nayla sembari mendekati keluarga Rina.


"Terimakasih nak. Tante dan om sudah mengikhlaskan kepergian Rina. walaupun berat tetapi inilah kehidupan." Ucap ibu angkat Rina, sudah menganggap Rina seperti anak kandung nya sendiri. Betapa tidak, ibu angkat nya lah yang selama ini merawat Rina dari balita hingga bertumbuh besar. Ia dapat merasakan kasih sayang seorang ibu. dari wanita yang berada tepat di depan makam nya tersebut.


Riska datang bersama kekasih nya. Tetapi mereka hanya melihat dari kejauhan saja. dilihatnya seorang pria yang saat itu datang ke pesta ulang tahun nya bersama Rina. Riska merasa, pria itu begitu sedih menatap batu nisan temannya tersebut.


yah. pria itu tak lain adalah Rakha.


Ia memakai kata mata berwarna hitam dilengkapi dengan pakaian berwarna senada. Air matanya tak nampak mengalir karena matanya sudah lelah. dan bengkak karena tak tidur. itulah sebabnya Rakha memakai kacamata.


Lalu dengan berat hati mereka meninggalkan pemakaman Rina.


Nayla menyarankan Rakha untuk beristirahat dan memulihkan kondisi saat ini, ini emang tak mudah baginya tetapi tak bisa juga terus berlarut dalam kesedihannya.


"Drgttt.. Drgttt.. Drgttt.."


Handphone Nayla terus saja bergetar.


"Halo. Ada apa sayang?" Ucap Nayla.


"Ibu kecil berbicara bisik-bisik, ibu kecil sedang dimana?" Tutur Lingmei.


"Ibu kecil sedang dipemakaman, ada apa Meimei menelpon?" Tanya Nayla.


"Meimei ingin mengajak ibu kecil pergi, jika tak mengganggu waktu luang ibu kecil sih, Meimei ingin membicarakan soal pekerjaan buat ibu kecil." Jawab Lingmei yang terlihat serius dengan ucapannya.


Tak bisa dipungkiri sering kali Lingmei ikut campur dalam urusan bisnis kakaknya. walaupun hanya ikut dan menyimak pembicaraan kakaknya sewaktu berada di perusahaan. tetapi untuk pekerjaan ini, kakaknya tak ingin mengambil alih. maka dari itu semua diserahkan pada Lingmei. Untuk pertama kalinya Lingmei belajar mengatur semuanya tanpa kakaknya.


"Oh begitu. Ibu kecil bisa bertemu dengan Lingmei dimana?" Ucap Nayla.


"Aku akan mengirim lokasi tempat kita bertemu ya, oh ya terimakasih ibu kecil." Usai berbicara Lingmei pun menutup teleponnya. Lalu mengirim lokasi tempat, yang ia dan ibu kecil ingin bertemu.


"Bahasan pekerjaan? Apakah aku akan di berhentikan? Aku harus menemuinya." Gumam Nayla dalam hati. wajahnya terlihat bingung dan berjalan dengan pelan menuju mobil Adi.


"kamu kenapa? setelah menerima telepon seperti banyak berpikir. Terus siapa yang menelepon mu?" Tanya Adi yang sudah dari tadi memperhatikan Nayla yang terlihat bingung.


"Aku tak mengapa, hanya saja ingin bertemu dengan pemilik mall tempat aku bekerja. sepertinya ada masalah." Tebak Nayla berbicara pada Adi.


"Mungkin bukan masalah serius, kamu tenang saja ya. oh yahh.. aku ingin mengajakmu pergi makan bersama saat malam nanti, apakah kamu bisa?" Tanya Adi berharap Nayla tak keberatan.


"Baiklah aku bersedia." dengan mudah Nayla berkata ia ingin pergi makan malam bersama Adi. sepertinya Nayla cukup menyukai pria seperti Adi.


Lalu mereka pun pergi menuju tempat yang baru saja dikirim Lingmei untuk bertemu. Lingmei sudah menunggu disana. tapi belum tahu dia sendiri atau


bersama Lingtheo.


Adi menyetir mobil dengan pelan, sesekali ia menatap wajah nayla yang terus saja melihat ke depan. tapi tak lama kemudian wajahnya Nayla melihat Adi dengan tersenyum. Membuat Adi menjadi salah tingkah, jantungnya terus berdegup kencang karena di lihat Nayla dengan senyuman manisnya.


Hingga ponselnya terjatuh, dan tak bisa melihat lokasi yang dikirim Lingmei.


Sepertinya Adi ingin mengambil ponselnya dengan meraba-raba sebelah tangannya, matanya terus fokus pada jalanan. karena tak dapat ponsel yang ia cari akhirnya Adi mengurangi laju kecepatan mobilnya.


Tanpa tersadar Nayla sudah menunduk kepala, lalu badannya turun dari kursi mobil mencari-cari keberadaan ponsel yang terjatuh. hingga Adi berada di situasi yang sama dengan Nayla.


Tangan mereka meraba-raba lantai mobil tetapi matanya fokus saling pandang. hingga tangan ada memegang tangan Nayla yang sudah mendapatkan ponselnya. dan Nayla pun terperanjat dengan cepat berdiri.


Kepala Nayla terbentur dengan badan mobil. Lalu Adi dengan cepat mengelus kepala Nayla sembari meniupnya. Hingga bibir Adi tersentuh pada rambut Nayla, kemudian Adi mencium wangi rambutnya semerbak bunga Peony, sangat wangi dan membuat nya menarik nafas panjang dengan mata terpejam. Adi merasakan aroma rambut Nayla dengan kelembutan nya juga.


Nayla menolehkan kepalanya ke atas dengan pelan, melihat Adi. situasi apa ini, tatapan sangat dekat dan hampir tak berjarak. Membuat pipi keduanya memerah. hingga tak mampu berbicara.


Suasana nya sangat canggung, mereka tak berbicara sepatah kata. Adi terus menyetir dengan serius hingga sampailah mereka pada tempat tujuan.


Sebuah restauran klasik tempat mereka menunggu, bangunan nya di desain secara tradisional China. dengan pemandangan danau yang mengelilingi nya, membuat pengunjung merasakan sensasi alam. Angin sejuk berhembus dan dedaunan menutupi cuacanya yang dingin. Sehingga terkesan gelap.


"Ibu kecil.." teriak Lingmei berlari menghampiri Nayla dan memeluknya.


"Aku merindukanmu ibu kecilku.."


"Sayang. Mudah saja bagi kita untuk bertemu, tetapi aku juga merindukan mu." Ucap Nayla bahagia bertemu.


"Dia siapa? Aku tak pernah melihatnya."


Ucap Meimei merasa asing pada Adi.


"Oh ini temanku, namanya Adi." Sahut Nayla memperkenalkan pada Lingmei.


"Ibu kecil, kakak sudah menunggu disana atau kita akan dimarahin nya jika terlalu lama berada diluar." Ucap Lingmei mengalihkan pembicaraan.


Sepertinya Lingmei tak terlalu suka melihat Adi, maka dari itu ia tak menggubris saat Nayla memperkenalkan Adi padanya.


Mereka duduk dalam satu meja.


Lingtheo hanya terdiam dan tak menghiraukan kadatangan mereka.


"sebelum memulai pembicaraan sebaiknya kita makan saja terlebih dahulu." Ucap Lingmei membuka pembicaraan. Lalu mereka sepakat untuk memesan hot pot pada makan kali ini.


Hot pot merupakan cara memasak dengan bahan-bahan seperti daging tipis dan sayur-sayuran yang di celupkan ke dalam air mendidih. Hot pot di China sendiri juga memiliki ragam rasa kaldu dan kuah yang berbeda. Jenis hot pot yang paling terkenal adalah Sichuan hot pot dan Beijing mutton hot pot. Hot pot adalah makanan tradisional yang berasal dari China. bisa menghangatkan tubuh disaat cuaca dingin dan memiliki banyak manfaat.


Setelah mereka selesai makan, Nayla membuka pembicaraan.


"Meimei berkata ingin membahas soal pekerjaan, apakah ibu kecil mempunyai kesalahan dalam bekerja?"


"Bukan itu ibu kecil. Meimei melihat schedule kerja ibu kecil hari ini off atau libur maka dari itu Meimei menelpon. Untuk selanjutnya biar kakak saja yang berbicara. berhenti diam dan berikan penjelasan padanya." Ucap Lingmei.


"Jadi gini, kebetulan perusahaan kita akan mengadakan pengambilan gambar untuk busana wanita dan memerlukan setidaknya iklan untuk brand tersebut. Aku me-merintahkan kamu untuk bekerja diluar ruangan, mempersiapkan semua yang dibutuhkan dalam pembuatan iklan nya. Jadi tak perlu datang ke mall untuk bekerja seperti biasanya tetapi saat Lingmei butuh. Kamu harus selalu berada dekatnya." Ucap Lingtheo menjelaskan panjang lebar soal maksud tujuannya.


"Betul begitu ibu kecil, jadi aku bisa selalu bersama ibu kecil saat bekerja." Ucap Lingmei dengan lucu.


"Oh jadi begitu, lantas apa yang harus aku lakukan? Soalnya aku tak pernah ada pengalaman sebelumnya."


"Untuk itu kita atur lain waktu saja. Yang terfokus saat ini adalah hanya pencarian model artis yang ratingnya bagus. sehingga peluncuran busana terbaru di perusahaan menjadi bahan perbincangan hangat dan menembus target pasar kita." Ucap Lingtheo.


"Semoga aku tak melakukan kesalahan dalam bekerja, ini sepertinya pekerjaan yang tak mudah." Gumam Nayla dalam hati merasa khawatir akan mengecewakan pihak perusahaan.


"Ibu kecil tenang saja, kita akan menyeleksi siapa saja yang cocok jadi bintang iklan brand ini. dan Meimei akan meminta izin pada manager mall nya kakak, untuk ibu kecil tak bekerja." Ucap Lingmei memperhatikan raut wajah Nayla yang terlihat bingung.


"Baiklah jika begitu terimakasih ya."


"Oke, karena sudah selesai maka aku akan pergi dahulu. dan aku percaya kan ini pada Meimei, jangan mengecewakan kakak." Ucap Lingtheo sembari beranjak pergi dari restaurant.