
"Sayang hari ini kamu udah bisa ke mall kan? Tadi aku diberitahu jika gaun pernikahan mu udah selesai kamu bisa kesana untuk mencoba nya. Jika ada yang kurang tinggal sampaikan aja ke bagian desainer nya." Ucap Theo membuka percakapan pagi ini ditemani dengan menu sarapan pagi.
"Oyaa.. jadi udah selesai ya? Aku ingin kesana setelah sarapan ini, Putra ingin ikut atau dirumah aja?." Jawab Nayla dan Putra menyahut perkataan Nayla dengan santainya.
"Tidak ikut, Putra dirumah saja kak. Kakak pergi bersama kak Mei saja ya dia lebih tahu mana gaun yang bagus untuk kakak."
"Ide yang sangat bagus, soalnya aku juga gak bisa menemanimu Nay harus ke cabang mall lain. Maaf ya tapi aku akan menjemputmu saat udah selesai dan jangan lupa untuk menghubungi ku." Ucap Theo dan Nayla juga menjawabnya.
"Gak apa-apa, aku tahu kamu sibuk. Putra juga belum bisa terpapar angin terlalu lama diluar karena debu nya bisa menempel ke wajahnya yang baru aja di perbaiki. Dokter juga menyarankan untuknya memakai topi jika keluar di cuaca panas begini jadi aku mengerti kalian."
"Nanti aku pergi bersama Meimei ya, tunggu dia bangun tidur dulu. Aku jadi penasaran dengan gaunnya udah gak sabar menikah juga. Hahaha.."
"Hahahaha.. udah mulai genit yaa." Ucap Theo.
"Maafkan kakakku ya dia memang suka bikin malu saat bicara depan orang yang disayanginya." Jawab Putra dengan dewasanya.
"Huhuhu.. adikku berkata jahat padaku, aku akan menikah dengan pangeran tapi dia mengatakan kebiasaan buruk ku. Apakah pangeran akan menerima ku?." Timbal Nayla dramatis.
"Maaf kak, aku hanya menolongmu meminta maaf pada kakak ipar tapi jika perkataan ku salah aku minta maaf ya." Jawab Putra lagi.
"Aku akan memaafkan adikku jika mencium kedua pipiku, huhuhu.."
"Sudah jangan sedih lagi ya, Putra sayang kakak maafkan perkataan Putra barusan. muahhhh.. emuahh.." Cium Putra dan Nayla mengedipkan sebelah matanya pada Theo.
"Hahahaha.. kalau pangeran mencium putrinya apakah di perbolehkan?." Ucap Theo ingin mengambil kesempatan juga dan Putra menjawab.
"Tidak boleh saat ada aku, karena kakak hanya milikku. Jika kalian sedang berdua maka ciumlah tuan putri mu aku tidak akan melihatnya." Jawab Putra dan mereka hanya tersenyum.
"Anak cerdas." Balas Theo.
Usai sarapan pagi selesai barulah Meimei keluar dari kamarnya dan dia setuju untuk menemani Nayla melihat gaun pengantin nya. Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di sebuah mall megah nan mewah milik kekasih nya itu.
Temu janji keduanya pada pihak yang terkait telah terjadi hingga Nayla berinisiatif mengenakan gaun dari perancang terkenal itu.
"Woahhhhh... Gaun yang sangat indah." Puji Nayla merasa takjub melihat barang di depan nya itu.
"Apakah ibu kecil menyukainya? Meimei melihatnya juga sangat terpesona. kalau begitu coba ibu kecil pakai dulu ya." Sahut Meimei dan Nayla mengiyakan saran dari adik iparnya itu.
Tapi tiba-tiba Meimei ingat sesuatu yang harus dibelinya untuk kado pernikahan kakaknya itu dan ia pun berkata pada Nayla untuk mencobanya saja dulu dan dia izin untuk pergi sebentar mencari barang yang akan di belinya itu.
"Baiklah, berhati-hati ya. Ibu kecil menunggumu disini dan segera kembali jika udah selesai." Jawab Nayla, ia bergegas memakai gaun pertamanya.
Meimei hanya tersenyum kemudian pergi dengan gembira meninggalkan Nayla.
Nayla mengirim gambar pada Theo melalui pesan canggih di handphone nya.
"Bagus tidak? Gaunnya indah sekali aku sangat menyukai nya tapi terlalu panjang. Ini sangat menyulitkan ku untuk berjalan di gedung acara pernikahan kita nanti." Tulis Nayla dan Theo dengan cepat membaca nya tak lama kemudian Theo pun membalas pesan Nayla.
Beberapa menit kemudian Nayla pun membalasnya dengan sebuah gambar dirinya lagi.
"Ini adalah gaun kedua yang dirancang khusus untuk pernikahan kita, tetapi sama-sama panjang nihh.. aku akan lebih banyak berjalan menyapa tamu undangan kan?." Tulis Nayla.
"Iya kamu benar, kalau begitu pilih yang lain aja ya. by the way bukannya kamu pergi bersama Meimei? Kenapa mengambil gambar sendirian?." Tanya Theo penasaran dan Nayla pun menjawab.
"Meimei ada keperluan katanya jadi pergi sebentar nanti dia kembali lagi jika udah selesai, aku tanya kamu aja biar kamu lihat aku memakai gaunnya walaupun lewat gambar hihi.."
"Hahahaha anak itu selalu kelayapan jika udah di mall, dia lupa tugasnya adalah menemani kamu."
"Hehe gak apa-apa katanya kan hanya sebentar. Maaf aku jadi ganggu kamu, kalau begitu kamu lanjut kan aktivitas mu lagi ya." Balas Nayla.
"Baiklah, happy fun ya disana." Jawab Theo.
Nayla hanya membalas pesan Theo dengan emoticon hati yang berada di keyboard handphone nya. Tak lama kemudian Meimei pun kembali dia menanyakan gaun mana yang akan dikenakan Nayla di pernikahan nya yang tinggal menghitung hari.
Nayla memilih gaun sederhana dan nyaman dipakainya berjalan tetapi Meimei berkata jika gaun itu terlalu polos dan meminta bagian desainer untuk mengubahnya sedikit berbeda agar terlihat mewah dan elegan. Nayla hanya menurut perkataan Meimei karena Meimei lebih tahu mana yang bagus untuk dikenakannya.
"Jadi gaun ini yang dipilih sama calon pengantin nya, koleksi kalian sangat bagus tapi menurutnya terlalu panjang sehingga membuatnya tidak nyaman saat berjalan menyapa tamu undangan. Gaunnya bisa di pasarkan saja ya, untuk gaun pernikahan yang akan dikenakannya ini tolong tambahkan mutiara atau manik-manik agar tidak terlalu polos, ubah menjadi lebih berkelas dan mewah. Jika waktunya masih cukup buatkan lagi yang seperti ini dengan bahan terbaik." Ucap Meimei pada bagian desainer.
"Baiklah kami akan melakukan yang terbaik untuk gaun pengantin ini. kamu pasti kan juga bahwa calon istri dari bos kami ini akan terlihat lebih cantik saat mengenakan nya." Jawab desainer nya.
"Baguslah, kalau begitu hanya seperti ini saja permintaan saya. kalian bisa kembali bekerja lagi." Ucap Meimei memberi tahu dan Nayla mengirim kembali gambar gaun nya kepada Theo.
"Aku memilih gaun sederhana begini tapi Meimei bilang terlalu polos jadi dia ingin gaunnya di bikin lebih bagus lagi dengan bahan terbaik dan penuh pernak pernik dibagian depan." Tulis Nayla.
"Selera Meimei sama seperti ku, akan lebih baik lagi jika ditambahkan aksesoris pendukung agar terlihat lebih cantik lagi." Balas Theo.
"Begitu ya, aku menurut perkataan kalian aja yang penting nyaman saat digunakan." Tulis Nayla.
"Apakah sudah selesai? Jika iya aku akan segera kesana menjemput kalian." Balas Theo lagi.
"Aku tunggu sayang." Balas Nayla dengan cepat.
Sementara menunggu Theo sampai, Nayla bertanya pada Meimei. "Tadi beli apa Mei?."
"Ahh.. rahasia dong! Ini kan untuk kado pernikahan kalian nanti jadi gak boleh dikasih tau dong."
"Iihhh.. sekarang udah mulai rahasia'an ya ternyata." Sahut Nayla sembari tersenyum.
Meimei hanya membalas senyuman Nayla. Karena dia tidak ingin memberi tahu jika pakaian yang dibelinya adalah linggeries dress untuk Nayla.
Bisa-bisanya terpikir oleh Meimei membeli pakaian seperti itu untuk hadiah pernikahan. Benar kata Theo bahwa Meimei selangkah lebih maju daripada kakaknya itu.