
Sejak saat itu hubungan sepasang kekasih itu makin harmonis dan romantis sering kali menghabiskan waktu bersama seperti orang yang lagi kasmaran. Entah itu makan bersama diluar atau pergi ke tempat yang indah.
"Kak? Sebelum kalian pergi kencan dengarkan apa yang aku katakan." Cegah Meimei saat keduanya ingin pergi dari rumah.
"Kalau begitu katakanlah apa yang ingin kamu sampaikan!" Ucap Theo.
"Oma menghubungi ku, jika Yuyu sebentar lagi membuka perban matanya. Dokter mengatakan kalau operasi nya berjalan sempurna kemungkinan besar dapat melihat saat dibuka perban nya."
"Syukurlah kalau begitu, sayang apa kamu ingin pergi ke Jepang melihat Yuyu?." Tanya Nayla.
"Aku? Yang benar adalah kita. Jadi kita akan terbang ke Jepang bukan hanya untuk melihat Yuyu tapi menjemputnya juga." Jawab Theo sangat bahagia jika ada Xinyue disamping mereka.
"Bagus dong, Meimei ikut gak?." Tanya Nayla lagi.
"Kalian saja yang pergi, aku ada urusan kuliah karena sebentar lagi akan masuk kuliah. Bawa Yuyu kesini aku akan melihatnya." Tutur Meimei.
"Tentu, aku sangat bahagia bertemu Yuyu lagi. Ayo sayang kita berangkat sekarang aja gimana?." Tanya Nayla bersemangat tapi Theo bilang jika mereka akan pergi ke Jepang dihari Xinyue membuka perban matanya.
"Mengapa? Sekarang juga bukan waktu yang lama. Hanya menunggu beberapa hari saja pasti langsung dibuka perban matanya. Jangan gila kerja kak! Hughh.. Kalian juga belum pergi bulan madu, apa salahnya jika berangkat lebih awal." Sahut Meimei jutek melihat kakaknya.
"Benar juga sih, nanti aku atur jadwal pekerjaan dulu. Banyak berkas yang harus aku tanda tangani. Apalagi perginya gak cukup seminggu." Ucap Theo.
"Aishh.. terserah kakak saja. Aku lelah memikirkan dirimu." Jawab Meimei menyerah pada sifat gila bekerja yang ada di otak kakaknya.
Meimei hanya ingin mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama apalagi saat Xinyue untuk pertama kalinya bisa melihat dunia. Waktu yang tak akan terulang lagi saat Xinyue masih kecil dan ia akan terus mengingat kenangan masa kecil nya setelah dewasa nanti.
"Baiklah kita pergi sekarang. Kalau begitu bagaimana dengan Putra? Dia kan masih sekolah."
"Iya juga ya, jika aku enggak ada dirumah dia pasti mencariku. Bagaimana kalau kamu selesaikan kerjaan mu dulu sementara aku menjemput Putra dan bilang bahwa kita akan pergi bertemu Xinyue. Kayaknya dia pasti mengerti aku." Ujar Nayla.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ya ke perusahaan. Kencan kita kali ini ditunda di Jepang aja ya, hehehe." Ucap Theo sumringah.
"Hahahaha.. hati-hati ya sayang." Balas Nayla.
"Kamu juga hati-hati ya, beritahu aku jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan." Ucap Theo sembari mencium kening istrinya. Itu biasa ia lakukan jika berpergian keluar rumah tanpa Nayla.
Nayla hanya tersenyum melihat suaminya yang semakin menjauh dan Nayla masuk mobil guna menjemput adiknya. Sekitar 10 menit berlalu Nayla pun sampai di sekolah Putra sangat tepat pada saat jam sekolah usai.
"Semua murid hati-hati ya. Jangan berbicara atau mengambil pemberian dari orang yang tak dikenal." Ucap Ani memperingati anak-anak didiknya.
Ani hanya tersenyum melihat Nayla, tak mengajaknya berbicara karena Adi juga telah datang menjemput Qiara dan Ani. Yaa.. sekarang Ani tinggal bersama Adi dalam rumah yang sama. Hubungan mereka semakin dekat dan baik.
"Itu Nayla ya?." Ucap Adi setalah Ani masuk dalam mobil nya. Adi hari ini tidak pergi ke kantornya.
"Iya, memangnya kenapa?." Jawab Ani.
"Gak apa-apa koqq, biasa jemput Putra?."
"Enggak juga, baru kali ini lihat dia jemput setelah pernikahan nya kemarin." Jawab Ani lagi.
"Oh sama seperti ku baru kali ini jemput pujaan hatiku. Hehe.. Apakah kau akan memberiku hadiah?." Tanya Adi meminta hadiah.
"Baik saja jika memintanya dengan mu." Goda Adi.
"Idihh.. apa yang bisa di pinta dariku." Tanya Ani.
"Tunggu sampai rumah aja dech. Ada Qiara disini." Tutur Adi, Ani tidak mengerti maksud kekasihnya itu. Tapi Ani tak mau ambil pusing yang ia lakukan hanyalah tersenyum dengan bingung.
Karena kelelahan di sekolah Qiara tertidur nyenyak saat siang hari, cuaca yang dingin membuat seseorang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Adi terus menatap Ani dengan senyuman entah apa yang merasuki tubuh Adi. Dari awal menjemputnya sekolah hingga sampai rumah masih saja menatap Ani.
"Sayang? Are you okay?." Tanya Ani.
"Emm.. boleh aku cium?." Jawab Adi dan Ani sangat kaget karena ini pertama kalinya Adi berkata seperti itu, di iringi dengan rasa gugup Ani menjawab iya atas pertanyaan kekasihnya itu.
"Hah? Beneran boleh?." Senyum jahat Adi muncul. Ani hanya mengangguk tapi rasa gugupnya belum hilang. Ani telah menjadi kekasih Adi jadi ia berpikir mungkin ini salah satu pembuktian nya.
Dengan cepat Adi mengecup bibir Ani dengan mesra, semakin dalam dan penuh gairah Adi pun tak tahan ingin melakukan sesuatu menyenangkan dengan kekasihnya itu.
"Bolehkah meminta lebih?." Tanya Adi.
Melihat kekasihnya itu sangat ingin, Ani pun tergoyah untuk mengiyakan nya tapi sebelumnya ia ingin bertanya pada kekasihnya itu.
"Emm.. yakin ini waktu yang tepat? Jika aku hamil bagaimana? Apa kamu sebelumnya udah pernah melakukannya sehingga saat bersama ku jadi menginginkannya? Aku ingin kejujuran darimu dulu. Boleh kan?."
"Aku gak tau ini waktu yang tepat atau bukan yang jelas detik ini baru pertama kalinya aku menginginkan sesuatu seperti ini saat melihatmu. Hasrat ingin gak bisa aku tahan lagi, aku berjanji gak akan pernah mencari wanita lain selain kamu. Tapi jika kamu gak kasih izin juga aku gak bisa apa-apa. Jadi bolehkah?." Ungkap Adi.
Ani semakin bingung melihat Adi, tapi Ani sangat mencintai Adi, mana mungkin bisa menolak permintaan Adi. Apalagi baru sekarang Adi meminta hal lebih pada kekasihnya itu.
"Lama sekali.. aku sangat ingin, ayolah sayang.. Kalau hamil bukan masalah bagiku. memangnya kenapa? Banyak koqq wanita hamil tanpa harus menikah dulu. Dan aku sangat bahagia jika kamu hamil, hehe." Ucap Adi lagi dan Ani hanya tersenyum lalu mereka pun melanjutkan ciuman panas dengan permainan yang sangat menyenangkan bagi sepasang kekasih.
Adi mencium semua tubuh Ani dengan nafsu yang sangat tinggi, Ani hanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan kekasihnya itu. Hingga terjadi lah hubungan intim di awal musim salju. Cuaca dingin membuat Adi dan Ani saling memberi kehangatan.
Sangat menikmati setiap ritme permainan dengan sentuhan lembut dari Adi. Ani juga mengerti apa yang harus dilakukan nya untuk membuat Adi semakin merasakan sesuatu yang menyenangkan.
Adegan dewasa ini terjadi sangat lama membuat keduanya sampai tak berdaya. Adi menumpahkan semua cintanya pada kekasihnya itu dan berjanji akan membuatnya lebih bahagia daripada perbuatan yang ia lakukan ke Nayla saat menjadi kekasihnya.
Adi berpikir hubungan nya sudah sejauh ini dan tak menyangka jika Ani adalah wanita yang menerima apapun kekurangannya. Tak pernah bersikap kasar dan mahir dalam segala hal terutama melayani dirinya. Maka Adi ingin menikah segera mungkin.
"Sayang aku mencintaimu. Terimakasih kasih untuk hari ini dan jangan menolak jika aku menginginkan nya lagi. Hehehe.." Ucap Adi bahagia setelah berhasil melakukan sesuatu yang menyenangkan dengan kekasihnya itu.
"Aku sangat malu tapi menyukainya. Hihihi.."
"Gak apa-apa inikan pertama kalinya nanti juga terbiasa. Makanya jangan menolak jika aku melakukannya lagi oke?." Ucap Adi lagi.
"Iya lakukanlah sesuka hatimu. Aku gak akan menghalanginya hoamm.." Jawab Ani mengantuk.
"Horee.. kalau begitu sekali lagi yuk." Goda Adi.
"Hah? I-itu.. emm..." Belum selesai berbicara Adi telah melakukan tindakan keduanya dengan cepat.
****