
Adi hanya memperhatikan Nayla yang tidak merasa senang akan tugasnya sekarang, seperti nya Nayla lebih nyaman bekerja di mall. Entahlah apa yang dipikirkan nya sampai wajahnya terlihat murung. lebih banyak diam, dan pandangan mata yang penuh kebingungan. Ini pengalaman pertama nya bekerja di luar ruangan.
"Ibu kecil tenang saja, aku akan selalu menemani ibu kecil ya. ini adalah daftar nama model yang bersedia menjadi bintang iklan brand kita." Ucap Lingmei sambil menunjukkan foto yang berada di handphone nya.
"Aku tak pernah mendengar gosip atau berita tentang dunia aktris, selama ini aku terus bekerja dan tak sempat menonton televisi, jadi ibu kecil mendukung yang Meimei pilih." Jawab Nayla tak enak hati dengan tiada nya pengetahuan tentang bintang iklannya.
"Tak mengapa. Ibu kecil lihat saja wajahnya model itu, untuk pakaian seperti ini, mana yang lebih cocok untuk dikenakan salah satu dari model itu." Lingmei terus berusaha menjelaskan secara lembut dengan orang yang dipanggil nya Ibu kecil ini. berada didekat nya membuat Lingmei mengurangi sedikit demi sedikit kerinduan nya bersama ibu kandungnya.
Itulah sebabnya Lingmei sangat senang bertemu dengan Nayla. baru saja pulang dari negara Jepang, membuatnya terasa kesepian. tak ada yang menemaninya. dengan adanya pekerjaan ini membuat nya semangat. karena ditemani Nayla.
"Emm.. pilihan nya sangat sulit, karena wajah mereka terlihat cocok semua dalam mengenakan pakaian nya." Ucap Nayla sembari melihat foto modelnya di handphone Lingmei.
"Mana sini coba aku lihat juga, mungkin saran ku berguna. Aku emang tak mengerti banyak tapi aku bisa memberi pendapatan agar kalian tak bingung." Sambung Adi yang dari tadi memperhatikan akhirnya membuka suaranya.
"Iya omongan Adi ada benarnya. Apakah Meimei tak keberatan?" Tanya Nayla.
"Baiklah, coba beri pendapat berikut penjelasan tentang modelnya." Ucap Lingmei mencoba memahami.
"Jadi begini, ada 4 kandidat yang akan dipilih salah satunya." Ucap Adi.
"Yang pertama Li Wei, orangnya cantik dan sangat cocok jadi modelnya tetapi dalam proses syuting nya aktris ini terkenal banyak aturan, dan sedikit ribet. Ini akan menyulitkan Nayla. Jadi coret saja dari daftar kandidat modelnya."
"Yang kedua Xia He, aktris ini terkenal dengan kesombongan nya. Memang banyak yang menyukai nya tetapi ada juga yang membencinya. Ini akan berpengaruh pada brand yang ia bawakan. Bisa jadi, orang lebih menarik untuk menceritakan nya dari pada melihat iklan yang ia bawakan."
"Yang ketiga Nuwa, orangnya terkenal ramah tamah pada fans nya. Tetapi saat syuting ia sering kali terlambat, hingga berjam-jam crew menunggu nya. Ini cukup membuat Nayla merasa lelah karena terlalu lama menunggu."
"Jadi aku pilihnya Peiyu saja. wanita ini lebih sempurna tubuhnya tinggi, putih, dan senyum yang manis. Ia juga baik pada fans dan selalu tepat waktu." Ucap Adi dengan penjelasan yang sangat panjang hingga ia merasa haus. Lalu minum lemon tea sisa makan hotpot tadi.
"Baiklah ini penjelasan yang cukup detail, mudah dipahami. Jadi kita pilih Peiyu saja ya ibu kecil." Ucap Lingmei.
"Iya nak, Meimei sangat baik sudah mau menerima saran dari Adi." Ucap Nayla.
"Oh ya, kok kamu tau semua tentang aktrisnya. Apa kamu suka bergosip juga?" Tanya Nayla penasaran pada Adi.
"Tidak, kebetulan aku mempunyai teman sutradara film. Ia sering kali mengeluh soal aktris-aktris dilokasi syutingnya. Aku sering mendengar keluh kesah nya. dan masih sedikit mengingat nya saja." Ucap Adi berbicara walaupun mulutnya masih berada pada sedotan dari lemontea yang di minumnya.
"Oh begitu, jadi bagaimana nak? Apa lagi yang harus kita lakukan setelah ini?" Tutur Nayla melihat ke wajah Lingmei.
"Sepertinya sampai sini saja dulu ibu kecil, besok kita akan bahas kembali." Ucap Lingmei tersenyum lalu memeluk Nayla dengan manja nya.
"Tetapi karena aku tak ingin cepat berpisah dari ibu kecil jadi aku ingin membahas tentang lokasi syutingnya saja dech. Ibu kecil tak ada kegiatan kan?" Tanya Lingmei manatap Nayla dengan lembut. Ia ingin selalu ditemani.
"Emm.. belum ada kegiatan sayang, untuk tempatnya ya, ibu kecil rasa. sesuai dengan konsep pakaian nya saja. Maksudnya ibu kecil, kapan brand itu akan diluncurkan. dan tiba musimnya kita hanya mencocokan tempat yang pas." Ucap Nayla memberi saran.
"Oh iya, saat ini sedang musim hujan. Tapi sebentar lagi musim hujan akan berakhir dan sepertinya kita masih kurang waktu untuk itu. Jadi aku putuskan untuk menunggu musim semi tiba saja. bagaimana menurut ibu kecil? Apakah sepemikiran bersama Meimei."
"Tepat sekali, saat musim semi tiba biasanya orang-orang akan pergi berbelanja pakaian yang mereka butuhkan untuk menikmati indahnya musim semi. Sekedar berfoto saat bunga bermekaran" Ucap Nayla dengan senang.
"Memang benar kata ibu kecil, tapi Meimei belum menemukan tempat yang cocok. Apa ibu kecil ada saran?"
"Menurut ibu kecil, saat musim semi ada banyak tempat yang bagus untuk di kunjungi." Nayla menghela nafas panjang kemudian dengan detail menjelaskan kepada Lingmei.
"Huangling adalah salah satu provinsi di China yang menawarkan keindahan bunga musim semi. Di akhir Maret, tanaman bunga rapeseed yang bermekaran di provinsi ini mengeluarkan warna emas. Hal itu membuat provinsi tampak berselimut emas bila dilihat dari atas. Belum lagi tambahan warna hitam dan putih yang kontras dari rumah penduduk semakin menambah keindahan."
"Tanaman bunga azalea bisa juga ditemukan di Taman Hutan Nasional Yunmengshan, Beijing. Di sana tersedia paling tidak 5.000 hektar yang ditumbuhi oleh azalea merah. Wisatawan yang berminat dapat menjelajahi taman untuk melihat kecantikan dari tanaman tersebut. Tak hanya itu, di akhir Maret tanaman bunga azalea ungu dan crabapple akan bermekaran hingga Mei."
Nayla menjelaskan dengan pelan hingga menghabiskan banyak waktu dan udah tak banyak waktu untuk menjemput Putra bersama Qiara. Adi cukup takut jika terlambat, karena Putra dan Qiara masih sangat kecil untuk dibiarkan terlalu lama menunggu.
"Wah.. ibu kecil sangat hebat menjelaskan semua secara detail. Seperti pemandu wisata saja. Hahaha!!"
"Nay? Masih lama kah? Aku harus menjemput Putra dahulu, jam sekolah nya sebentar lagi usai. Aku tak ingin terlambat menjemputnya." Ucap Adi khawatir. ia ingin segera sampai sekolah sebelum sekolah nya sepi.
"Oh iya, ini udah waktunya Putra pulang sekolah, Meimei ingin tanya apa lagi ya. Jika masih banyak bahan diskusi kita. biarkan Adi saja yang menjemput Putra sendiri. kamu gak apa-apa kan Di?" Tanya Nayla yang tak enak hati jika meninggalkan Lingmei sendirian.
"Tak mengapa. akan kita sambung lagi keesokan harinya saja. Ibu kecil silahkan ikut ke sekolah jika ingin. Meimei akan pergi sebentar lagi karena masih ada urusan lain. Sampai jumpa ibu kecil." Ucap Lingmei dengan penuh pengertian.
"Baiklah, berhati-hati lah ya. Ibu kecil menyayangi Meimei." Ucap Nayla sambil memeluk tubuh Lingmei dengan lembut.
"Ibu kecil tak usah khawatir, ada paman Bai yang menemaniku." Ucap Lingmei.
"Terimakasih sayang."
"Oh ya, Putra siapa? Apa ibu kecil juga mengenal nya?" Tanya Lingmei sangat penasaran.
"Putra ya. Putra adalah adiknya ibu kecil, usianya baru saja 7 tahun." Tutur Nayla.
"Oh begitu, baiklah silahkan ibu kecil berangkat agar tak terlambat."
"Anak baik. Terimakasih sayang."
Lalu Nayla dan Adi pun meninggalkan Lingmei yang masih terduduk diam.
Ia berpikir untuk merayakan musim semi dijepang, tetapi Lingmei diberi tugas untuk mengurus keperluan iklan.
Lingmei mengangkat tangan kanan nya guna meminta biaya tagihan pada kasir restaurant. Lalu membayar nya dengan beberapa lembar Yuan dengan pecahan 100yuan, kepada pelayan nya. Lalu meninggalkan restaurant dengan cepat.
Adi dan Nayla pun menjemput Putra dan Qiara tepat waktu, sehingga mereka tak menunggu lama. Lalu Adi mengantar Nayla dan Putra hanya depan jalan besar saja dan berkata.
"Nay. Jangan lupa nanti malam pukul 19.00 aku jemput kamu ya. Ajak Putra tak mengapa. Atau kita bisa ke pasar malam terlebih dahulu untuk mengajak Putra jalan-jalan disekitarnya, agar ia senang." Ucap Adi dalam mobil sebelum Nayla turun mobil, lalu Nayla menjawab.
"Iya, sana gih istirahat dulu. Sebelum istirahat jangan lupa mandi soalnya habis dari pemakaman kan?" Tutur Nayla perhatian pada Adi.
"Hehe.. iya juga ya, kamu juga mandi dan jangan lupa makan siang lagi." Sahut Adi.
"Hahaha..' aku akan ikutin katamu." Ucap Nayla sembari melihat mobil Adi perlahan menghilang. Lalu Nayla menggendong Putra karena terlihat sudah lelah saat disekolah.
Sesampainya dirumah Nayla dan Putra mandi bersama dengan air sejuk, sabun yang sangat wangi ditambah sedikit bercanda-an keduanya. Membuat mandi mereka sedikit lebih lama dari biasanya.
Nayla merasa bahagia bisa menemani Putra seharian, dan sangat menyayangi Putra. Selama mandi, Nayla sembari menunggu pakaian yang dibersihkan dengan mesin cucinya.
Setelah selesai keduanya pun makan, belajar bersama, bermain bersama, penuh dengan kebahagiaan hingga merasa lelah dan akhirnya tertidur bersama.
****